Berita

Simulasi
Investasi

First Line of Defense

First Line of Defense

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dalam kurun waktu 1 tahun terakhir ini masih menunjukkan kinerja negatif -12,85% hingga penutupan 7 Desember 2015. Namun salah satu produk flagship Danareksa Investment Management (DIM) – Danareksa Mawar Konsumer 10, kembali menunjukkan kinerjanya yang jauh lebih resilien (hanya -5,25%) dibandingkan dengan IHSG sebagai acuannya.

first line 1

Di dalam tubuh IHSG sendiri, ternyata sektor konsumsi juga merupakan sub-index yang paling mampu bertahan (defensive) selama 1 tahun terakhir ini sebagai mana grafik di bawah ini:

first line 2

Sesuai dengan analisa selama ini, sektor konsumsi Indonesia yang menyumbang lebih dari 50% bagi PDB, masih memegang peranan yang sangat penting bagi pertumbuhan ekonomi negara ini.

Memang betul, tantangan ekonomi Indonesia tidaklah mudah. Salah satunya adalah tingkat impor Indonesia yang masih cukup tinggi sehingga potensi pelemahan mata uang Rupiah dibawah bayang-bayang US Dollar masih besar. Potensi kenaikan suku bunga Amerika Serikat serta perlambatan ekonomi China juga akan membawa dampak bagi Indonesia.

Namun tampaknya pemerintah Indonesia cukup gesit dengan berbagai instrumen yang sudah dipersiapkan, antara lain adanya beberapa jilid paket ekonomi yang sudah digulirkan serta suku bunga BI yang tetap terjaga di 7,5%. Sebagai hasilnya, inflasi Indonesia hingga akhir November 2015 masih cukup terkendali di level 2,37% YTD.

AT Kearney, sebuah badan konsultan global bermarkas di Amerika Serikat, di dalam survei tahunannya Global Retail Development Index (GRDI) 2015 menempatkan Indonesia di posisi ke 12 dari 30 negara berkategori developing countries yang menjadi tujuan investasi ritel global. Ini dibuktikan dengan masuknya peritel kelas dunia dalam beberapa tahun terakhir seperti IKEA (Swedia) dan Courts Asia (Singapura) yang masuk tahun 2014, sementara Aeon Mall (Jepang) di BSD City masuk pada tahun ini.

Peringkat Indonesia naik dari posisi 15 pada tahun lalu, seperti dalam tabel di bawah ini:

first line 3

Kuatnya posisi Indonesia dalam laporan AT Kearney ini tentunya bukan tanpa alasan. Ada tiga faktor yang menyebabkan potensi investasi ritel di Indonesia masih tinggi. Pertama, struktur demografi Indonesia yang didominasi oleh penduduk usia muda, yang akan meningkatkan jumlah tenaga kerja produktif dengan disposable income serta pengeluaran konsumsi yang diharapkan akan meningkat.

Kedua, perubahan gaya hidup dan pola konsumsi seiring dengan peningkatan tren urbanisasi. Ketiga, populasi kelas menengah (middle-class) yang terus bertambah.

Dalam jangka pendek, pasar modal memang masih akan berfluktuatif. Akan tetapi dengan pengelolaan portofolio yang berorientasi pada sektor konsumsi dan strategi pemilihan saham secara selektif (selective buying), Danareksa Mawar Konsumer 10 ini dapat direkomendasi menjadi pilihan alternatif investasi sebagai satellite fund guna mendorong imbal hasil portofolio Reksa Dana secara keseluruhan agar lebih optimal.

REKSA DANA… YA DANAREKSA

Perhatian:

• Publikasi ini bukan merupakan suatu bentuk tawaran untuk menjual atau membeli efek atau derivatifnya yang termuat dalam publikasi ini. Isi dari publikasi ini bukan merupakan nasehat investasi kepada pihak manapun. Rekomendasi yang termuat dalam publikasi ini belum tentu sesuai untuk setiap calon investor. Meskipun seluruh  informasi yang termuat dalam publikasi ini diperoleh dari sumber yang kami percaya, namun kami tidak menjamin keakuratan dan kelengkapannya. Pendapat dan rekomendasi yang termuat dalam publikasi ini berlaku terbatas pada tanggal pembuatan dan setiap saat dapat berubah dan diubah oleh PT Danareksa Investment Management (“DIM”) tanpa pemberitahuan sebelumya. DIM tidak berkewajiban memperbaharui atau menambahi informasi yang termuat dalam publikasi ini. Publikasi ini ditujukan sebagai informasi dan tidak bertujuan untuk membentuk suatu dasar keputusan investasi. Investor harus menetapkan sendiri setiap keputusan sesuai dengan kebutuhan dan strategi investasi dengan mempertimbangkan masalah hukum, pajak dan akuntasi. DIM maupun setiap karyawan dan afiliasinya tidak bertanggung jawab terhadap setiap keputusan investasi yang diambil oleh investor.
• Hak milik atas bentuk dan isi presentasi ini sepenuhnya dilindungi oleh peraturan perundangan yang berlaku di Indonesia khususnya tentang hak cipta bagi kemanfaatan DIM. Tidak diperkenankan seorangpun melakukan fotokopi, menyalin, mereproduksi baik secara manual maupun elektronik atau dengan cara apapun sebagian atau seluruhnya yang dapat berakibat dokumen ini digandakan dan digunakan baik untuk tujuan ekonomis atau tujuan lainnya tanpa ada persetujuan terlebih dahulu dari DIM. Investasi melalui Reksa Dana mengandung risiko. Calon Pemodal wajib membaca dan memahami Prospektus sebelum memutuskan untuk berinvestasi melalui Reksa Dana.  Kinerja masa lalu tidak mencerminkan kinerja masa datang. Reksa Dana adalah produk pasar  modal dan BUKAN merupakan produk perbankan; BUKAN  merupakan bagian dari simpanan pihak ketiga yang terikat pada jangka waktu tertentu serta TIDAK termasuk objek dalam program penjaminan pemerintah.
08 Desember 2015
Simulasi
Investasi
DISCLAIMER COPYRIGHT 2012 Danareksa All Rights RESERVED|
PT Danareksa Investment Management terdaftar dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Republik Indonesia | DISCLAIMER