Berita

Simulasi
Investasi

Durasi Instrumen Obligasi

Durasi Instrumen Obligasi

Bagi investor yang berinvestasi pada obligasi, maka biasanya sudah paham akan kaitan antara perubahan suku bunga dengan harga obligasi yang memiliki hubungan terbalik. Apabila suku bunga naik, maka secara teoritis harga obligasi berpotensi akan turun, dan sebaliknya.

durasi obligasi 1

Namun yang menjadi pertanyaan: apakah ketika suku bunga naik, maka harga semua obligasi akan turun secara bersamaan dengan besaran yang sama? Jawabnya, tidak.

Lantas, apa yang menyebabkan penurunan harga obligasi bisa berbeda-beda? Jawabnya adalah karena faktor durasi.

Durasi dan Sensitivitas Obligasi

Untuk mengukur sejauh mana sebuah obligasi sensitif terhadap tingkat suku bunga, digunakan ukuran Durasi (Duration), yang dinyatakan dalam satuan “tahun” - mirip dengan tenor atau masa jatuh tempo. Misalnya, obligasi dengan tenor 4 tahun dan pembayaran kupon setiap tahun hingga jatuh tempo, maka Durasinya dapat digambarkan sebagai berikut:

durasi obligasi 2

Apabila pembayaran obligasi dianggap sebagai timbangan, maka titik Durasi dapat digambarkan sebagai titik imbang dari obligasi tersebut. Biasanya, angka durasi sedikit lebih kecil daripada lamanya tenor. Misalnya, sebuah obligasi yang memiliki masa jatuh tempo (tenor) 4 tahun seperti di atas, maka durasinya mungkin bisa sekitar hanya 3,5 tahun.

Durasi ini sangat penting untuk melihat bagaimana sebuah harga obligasi berubah terhadap kenaikan suku bunga. Ketika suku bunga naik, harga obligasi berdurasi panjang akan turun lebih dalam dibandingkan harga obligasi berdurasi pendek. Sebaliknya, ketika suku bunga turun, harga obligasi berdurasi panjang akan berpotensi naik lebih tinggi dibandingkan harga obligasi berdurasi pendek.

Misalnya obligasi ABC berdurasi 5 tahun dan obligasi XYZ berdurasi 3 tahun. Ketika suku bunga naik 1 persen, harga obligasi ABC (durasi lebih panjang) mungkin akan turun 1,5 persen sedangkan harga obligasi XYZ (durasi lebih pendek) mungkin akan turun hanya 1 persen saja. Jadi dalam situasi ketika suku bunga berpotensi naik, obligasi XYZ yang berdurasi lebih pendek dapat menjadi pilihan karena lebih defensif. Namun ketika suku bunga turun, maka obligasi ABC yang berdurasi lebih panjang bisa menjadi pilihan karena potensi apresiasi yang lebih tinggi.

Intinya, perubahan harga obligasi berdurasi panjang (tenor panjang) akan bereaksi lebih sensitif terhadap perubahan suku bunga jika dibandingkan dengan obligasi berdurasi pendek (tenor pendek).

Terkait, dengan perubahan suku bunga Bank Indonesia (BI Rate) yang diturunkan dari 7,50% menjadi 7,25% pada tanggal 14 Januari 2016 kemarin, maka ini bisa menjadi sinyalemen positif bagi investasi berbasis obligasi, termasuk produk Reksa Dana Pendapatan Tetap. Produk produk Reksa Dana Pendapatan Tetap, seperti misalnya Danareksa Melati Pendapatan Utama yang berinvestasi pada obligasi atau surat utang, dapat menjadi pilihan bagi investor yang tidak terlalu agresif dan menginginkan eksposur pada instrumen pendapatan tetap.

Di tengah-tengah situasi ekonomi dimana inflasi relatif rendah (3,35% yoy sepanjang 2015) dan BI Rate masih berpotensi untuk turun lagi di tahun 2016, maka produk Reksa Dana Pendapatan Tetap patut menjadi bahan pertimbangan; selain untuk menangkap momentum penurunan buku bunga nanti, juga untuk diversifikasi portofolio secara keseluruhan.

REKSA DANA… YA DANAREKSA 

Perhatian:

• Publikasi ini bukan merupakan suatu bentuk tawaran untuk menjual atau membeli efek atau derivatifnya yang termuat dalam publikasi ini. Isi dari publikasi ini bukan merupakan nasehat investasi kepada pihak manapun. Rekomendasi yang termuat dalam publikasi ini belum tentu sesuai untuk setiap calon investor. Meskipun seluruh  informasi yang termuat dalam publikasi ini diperoleh dari sumber yang kami percaya, namun kami tidak menjamin keakuratan dan kelengkapannya. Pendapat dan rekomendasi yang termuat dalam publikasi ini berlaku terbatas pada tanggal pembuatan dan setiap saat dapat berubah dan diubah oleh PT Danareksa Investment Management (“DIM”) tanpa pemberitahuan sebelumya. DIM tidak berkewajiban memperbaharui atau menambahi informasi yang termuat dalam publikasi ini. Publikasi ini ditujukan sebagai informasi dan tidak bertujuan untuk membentuk suatu dasar keputusan investasi. Investor harus menetapkan sendiri setiap keputusan sesuai dengan kebutuhan dan strategi investasi dengan mempertimbangkan masalah hukum, pajak dan akuntasi. DIM maupun setiap karyawan dan afiliasinya tidak bertanggung jawab terhadap setiap keputusan investasi yang diambil oleh investor.
• Hak milik atas bentuk dan isi presentasi ini sepenuhnya dilindungi oleh peraturan perundangan yang berlaku di Indonesia khususnya tentang hak cipta bagi kemanfaatan DIM. Tidak diperkenankan seorangpun melakukan fotokopi, menyalin, mereproduksi baik secara manual maupun elektronik atau dengan cara apapun sebagian atau seluruhnya yang dapat berakibat dokumen ini digandakan dan digunakan baik untuk tujuan ekonomis atau tujuan lainnya tanpa ada persetujuan terlebih dahulu dari DIM. Investasi melalui Reksa Dana mengandung risiko. Calon Pemodal wajib membaca dan memahami Prospektus sebelum memutuskan untuk berinvestasi melalui Reksa Dana.  Kinerja masa lalu tidak mencerminkan kinerja masa datang. Reksa Dana adalah produk pasar  modal dan BUKAN merupakan produk perbankan; BUKAN  merupakan bagian dari simpanan pihak ketiga yang terikat pada jangka waktu tertentu serta TIDAK termasuk objek dalam program penjaminan pemerintah.
18 Januari 2016
Simulasi
Investasi
DISCLAIMER COPYRIGHT 2012 Danareksa All Rights RESERVED|
PT Danareksa Investment Management terdaftar dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Republik Indonesia | DISCLAIMER