Berita

Simulasi
Investasi

Global Market Update

Global Market Update

Pertemuan tahunan Federal Reserve (Fed) di Jackson Hole di minggu terakhir Agustus 2015 lalu menyetujui bahwa kenaikan suku bunga Fed akan ditunda, setidaknya sampai akhir tahun ini. Namun rendahnya data tenaga kerja AS non-pertanian (non-farm payroll) yang dirilis hari Jumat, 2 Oktober kemarin tercatat pada angka 142.000 di bulan September, dibawah estimasi konsensus sebesar 201.000.

Hal ini semakin memicu spekulasi bahwa Fed tidak akan menaikkan suku bunganya pada akhir tahun ini. Anggapan ini menyebabkan aliran modal keluar dari AS, sehingga pada akhirnya mengangkat Rupiah untuk menguat ke level nilai tukar 14,500-an. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pun berhasil menguat tajam dengan naik sebesar 3.23% ke level 4,343.70 pada penutupan 5 Oktober 2015 kemarin. Penguatan tersebut merupakan yang tertinggi di bursa Asia.

Pelaku pasar domestik juga sudah berani masuk ke pasar saham seiring dengan optimisme akan kebijakan ekonomi jilid III yang akan menstabilkan perekonomian Indonesia dalam jangka pendek. Kabarnya, paket ekonomi jilid III akan mencakup penurunan harga Bahan Bakar Minyak (BBM), penurunan tingkat suku bunga, dan implementasi proyek-proyek yang menyerap banyak tenaga kerja. Investor asing pun juga mulai berani untuk kembali ke pasar Indonesia. Pelaku pasar asing mencatatkan net-buy senilai Rp 335.34 miliar.

Laporan inflasi bulan September tercatat, Indonesia mengalami deflasi di bulan September 2015 sebesar -0.05% MoM, sehingga inflasi tahunan tercatat sebesar 6.83% YoY. Transportasi dan makanan menjadi kontributor terbesar terjadinya deflasi.

Indeks utama Amerikat Serikat (AS) bursa Wall Stret kembali mencatatkan penguatan pada perdagangan penutupan 5 Oktober 2015 kemarin dengan kenaikan signifikan, ditengah masih melambatnya ekonomi AS. Selain data non-farm payroll yang lebih rendah, data Non-Manufacturing PMI bulan September yang hanya 56.9 atau lebih rendah dari sebelumnya 59 juga semakin menambah ekspektasi pelaku pasar bahwa Fed tidak akan menaikkan suku bunga tahun ini.

Kondisi tersebut mendorong untuk menekan US Dollar ke level lebih rendah terhadap mata uang negara lainnya, yang selanjutnya akan membantu emiten multinasional untuk meningkatkan laba. Indeks Dow Jones naik sebesar 1.85% ke level 16,776.43, S&P 500 menguat 1.83% ke level 1,9787.05 dan Nasdaq menguat 1.56% ke level 4,781.26. Saat ini pelaku pasar AS sedang menantikan kinerja keuangan emiten kuartal III yang akan dirilis pekan ini.

Motor ekonomi Asia, China merilis hasil publikasi resmi dari pemerintah dimana kegiatan manufaktur Purchasing Manager Index (PMI) relatif stabil di level 49.8 September vs 49.7 Agustus lalu. Secara umum, kegiatan manufaktur di China masih dianggap kontraksi (nilai PMI dibawah 50 dianggap kontraksi).

Wilayah Eropa sendiri masih bergelut dengan pertumbuhan ekonominya. Eurozone
kembali mengalami deflasi di bulan September sebesar -0.1% YoY . Deflasi ini terjadi pertama kalinya sejak European Central Bank (ECB) melakukan stimulus (pembelian bond senilai 1 triliun Euro). Dengan hasil inflasi yang di bawah estimasi, ekonom memperkirakan bahwa ECB akan melakukan stimulus tambahan.

Saat ini pasar Indonesia masih menunggu pengumuman resmi paket ekonomi jilid III seperti yang disampaikan di atas. Harapan besar terletak pada stabilitas nilai tukar mata uang serta penurunan suku bunga. Apabila stimulus lanjutan pemerintah ini mendapat respon positif dan dianggap akan berhasil memperbaiki daya beli masyarakat, semustinya pasar modal Indonesia akan memperoleh angin segar untuk melanjutkan penguatan.

REKSA DANA… YA DANAREKSA

DISCLAIMER :
INVESTASI MELALUI REKSA DANA MENGANDUNG RISIKO. CALON PEMODAL WAJIB MEMBACA DAN MEMAHAMI PROSPEKTUS SEBELUM MEMUTUSKAN UNTUK BERINVESTASI MELALUI REKSA DANA. KINERJA MASA LALU TIDAK MENCERMINKAN MASA DATANG.

05 Oktober 2015
Simulasi
Investasi
DISCLAIMER COPYRIGHT 2012 Danareksa All Rights RESERVED|
PT Danareksa Investment Management terdaftar dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Republik Indonesia | DISCLAIMER