Berita

Simulasi
Investasi

Global Markets: Back to Normalcy

Global Markets: Back to Normalcy

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat dan berada di zona hijau atau tumbuh positif sepanjang Oktober 2015. Pada penutupan di akhir bulan tersebut IHSG ditutup pada level 4455 atau naik 5,48% dibandingkan penutupan bulan September. Kendati demikian, sepanjang tahun 2015 ini IHSG masih minus -14,77% (YTD).

back to normalcy

Sementara nilai tukar Rupiah terhadap Dolar Amerika Serikat (AS) masih stabil di kisaran Rp. 13.500 - 13.600 per USD. Keseimbangan Rupiah juga tidak lepas dari sambutan pengumuman paket ekonomi jilid V di minggu IV Oktober 2015 yang dianggap positif. Secara singkat, kebijakan paket ekonomi jilid V banyak memberikan insentif pada tarif pajak penghasilan (PPh) untuk perusahaan BUMN maupun swasta. Fasilitas ini juga berlaku untuk individu terutama yang melakukan usaha.

Paket kebijakan ekonomi jilid V juga menghilangkan pajak berganda untuk instrumen keuangan yang berbentuk kontrak investasi kolektif dari Dana Investasi Real Estate (DIRE) atau Real Estate Investment Trust (REIT). REIT ini adalah salah satu sarana investasi yang secara hukum di Indonesia akan berbentuk Kontrak Investasi Kolektif (KIK). Pemerintah berharap penghilangan pajak berganda diharapkan dapat menggairahkan REIT di Indonesia.

Harga minyak dunia kembali mengalami penurunan di harga USD 46/barrel pada akhir Oktober 2015. Penurunan ini antara lain dipengaruhi oleh masih melemahnya produksi manufaktur China dan serta peningkatan produksi minyak Rusia yang mencapai rekor tertinggi baru. Sesungguhnya data Purchasing Manager Index (PMI) China di bulan Oktober di level 52,0, naik dari level 50,5 pada bulan September. Namun angka 52,0 ini dianggap masih lemah dibandingkan rata-rata historis.

Selain prospek melemahnya permintaan di China - konsumen energi terbesar di dunia, di sisi lain ada peningkatan produksi Rusia sehingga menambah kekhawatiran tentang kelebihan pasokan minyak global yang telah mendorong harga lebih rendah lebih dari 50% sejak pertengahan 2014.

Inflasi

Sepanjang Oktober 2015 terjadi deflasi sebesar 0,08%. Deflasi terjadi karena adanya penurunan harga yang ditunjukkan oleh turunnya indeks kelompok pengeluaran, yaitu: kelompok bahan makanan 1,06%.

Tingkat inflasi tahunan year on year (Oktober 2015 terhadap Oktober 2014) sebesar 6,25%. Sementara itu tingkat inflasi tahun kalender YTD (Januari–Oktober) 2015 sebesar 2,16%. Dengan demikian, target inflasi pemerintah tahun 2015 sebesar 4% ± 1% masih on track.

REKSA DANA… YA DANAREKSA

DISCLAIMER :
INVESTASI MELALUI REKSA DANA MENGANDUNG RISIKO. CALON PEMODAL WAJIB MEMBACA DAN MEMAHAMI PROSPEKTUS SEBELUM MEMUTUSKAN UNTUK BERINVESTASI MELALUI REKSA DANA. KINERJA MASA LALU TIDAK MENCERMINKAN MASA DATANG.

04 Nopember 2015
Simulasi
Investasi
DISCLAIMER COPYRIGHT 2012 Danareksa All Rights RESERVED|
PT Danareksa Investment Management terdaftar dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Republik Indonesia | DISCLAIMER