Berita

Simulasi
Investasi

Global Markets: Confidence Consolidated

Global Markets: Confidence Consolidated

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak positif sepanjang April 2016. Pada penutupan di akhir bulan tersebut IHSG ditutup pada level 4.838 atau naik dari penutupan bulan lalu di sebesar 1,20%. Sepanjang tahun 2016 ini, IHSG sudah bergerak positif sebesar 5,35%. Kendati demikian, level IHSG masih sekitar -5,23% year on year dibandingkan periode yang sama 2015. 

reksadana danareksa artikel global markets confidence consolidated 1

Baca juga:

Pemerintah pimpinan Joko Widodo pada tanggal 28 April 2016 kemarin kembali mengeluarkan paket kebijakan ekonomi jilid XII. Tujuan paket ekonomi ini adalah memudahkan UKM untuk memulai usahanya. Dalam daftar paket tersebut dipaparkan, sejumlah perubahan indikator memulai usaha (starting a business) di Indonesia. Salah satunya penyederhanaan pengurusan Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP) dan Tanda Daftar Perusahaan (TDP) yang semula 29 hari menjadi hanya 1 hari.

Selain itu pemerintah juga melakukan perubahan sejumlah aturan untuk mempermudah UKM memulai usahanya. Salah satunya mempersingkat waktu penyambungan listrik. Sebelumnya penyambungan listrik memerlukan 80 hari dengan 5 prosedur, dan dipersingkat menjadi 25 hari dengan 4 prosedur.

Di Asia, ekonomi China nampaknya diperkirakan mulai menunjukkan tanda-tanda perbaikan. Hal ini ditunjukkan dengan Purchasing Manager Index (PMI) di level 50,4 atau naik dari 50,2 di bulan sebelumnya. Angka indeks PMI di atas 50 dianggap sebagai indikator ekspansif. Angka pertumbuhan ekonomi China sendiri sepanjang tahun 2015 adalah sebesar 6,9% sesuai dengan ekspektasi. Para ahli ekonomi mengatakan perbaikan angka PMI manufaktur ini disebabkan perbaikan sektor properti yang mendorong peningkatan semen dan bahan bangunan lainnya.

Bank of Japan di minggu terakhir April 2016 ini mengumumkan untuk tetap mempertahankan suku bunga negatifnya. Bahkan sempat ada laporan bahwa suku bunga negatif mungkin akan lebih dalam lagi.

Amerika mengalami pertumbuhan ekonomi yang tingkatnya paling rendah dalam dua tahun terakhir, yaitu hanya tumbuh 0,5 persen pada kuartal I 2016. Melemahnya konsumsi masyarakat dan penguatan dolar Amerika menjadi penyebabnya.

Penguatan dolar membuat ekspor Amerika turun karena barang asal Amerika menjadi mahal bagi negara-negara yang mengimpor barang dari sana. Jatuhnya harga minyak juga memperlambat laju ekonomi Amerika karena keuntungan perusahaan minyak menurun.

Pertumbuhan ekonomi Amerika Serikat tahun ini lebih lambat jika dibandingkan dengan kuartal IV 2015 yang besarnya saat itu adalah 1,4 persen. Pertumbuhan ekonomi ini juga terendah sejak kuartal pertama 2014. Fed sendiri mengumumkan masih tetap maintain suku bunga Fed di level 0,25-0,5% saat ini.

Kawasan Eropa masih bergelut dengan situasi ekonomi yang belum membaik banyak. Para pejabat ekonomi Eropa akan bertemu dengan pihak Yunani di awal Mei ini untuk kembali membicarakan paket bantuan keuangan bagi Yunani. Para ekonom sendiri memperkirakan dengan pertumbuhan yang masih melambat ini, maka European Central Bank (ECB) akan tetap menjalankan langkah stimulus ekonomi. 

Harga minyak mentah akhir pekan ini menguat di posisi di level USD 45 per barel setelah bulan lalu yang hanya berkutat di level USD 35 per barel. Kenaikan ini disebabkan adanya penurunan produksi minyak di Amerika Serikat serta peningkatan tensi antara Arab Saudi dengan Iran. Akan tetapi, para ahli memperkirakan secara fundamental mungkin belum akan terangkat secara signifikan yang disebabkan stok persediaan minyak global masih tergolong tinggi.

Inflasi

Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan terjadi deflasi sebesar 0,45% sepanjang April 2016. Tingkat inflasi tahun kalender (Januari–April) 2016 sebesar 0,16% dan tingkat inflasi Year on Year (April 2016 terhadap April 2015) sebesar 3,60%.

Tingkat inflasi yang terkendali ini seharusnya masih memberikan ruang bagi BI untuk dapat menurunkan kembali suku bunga kembali. Saat ini suku bunga BI rate di level 6,75%.

Reksa Dana... Ya Danareksa.

Perhatian:
• Publikasi ini bukan merupakan suatu bentuk tawaran untuk menjual atau membeli efek atau derivatifnya yang termuat dalam publikasi ini. Isi dari publikasi ini bukan merupakan nasehat investasi kepada pihak manapun. Rekomendasi yang termuat dalam publikasi ini belum tentu sesuai untuk setiap calon investor. Meskipun seluruh  informasi yang termuat dalam publikasi ini diperoleh dari sumber yang kami percaya, namun kami tidak menjamin keakuratan dan kelengkapannya. Pendapat dan rekomendasi yang termuat dalam publikasi ini berlaku terbatas pada tanggal pembuatan dan setiap saat dapat berubah dan diubah oleh PT Danareksa Investment Management (“DIM”) tanpa pemberitahuan sebelumya. DIM tidak berkewajiban memperbaharui atau menambahi informasi yang termuat dalam publikasi ini. Publikasi ini ditujukan sebagai informasi dan tidak bertujuan untuk membentuk suatu dasar keputusan investasi. Investor harus menetapkan sendiri setiap keputusan sesuai dengan kebutuhan dan strategi investasi dengan mempertimbangkan masalah hukum, pajak dan akuntasi. DIM maupun setiap karyawan dan afiliasinya tidak bertanggung jawab terhadap setiap keputusan investasi yang diambil oleh investor.
• Hak milik atas bentuk dan isi presentasi ini sepenuhnya dilindungi oleh peraturan perundangan yang berlaku di Indonesia khususnya tentang hak cipta bagi kemanfaatan DIM. Tidak diperkenankan seorangpun melakukan fotokopi, menyalin, mereproduksi baik secara manual maupun elektronik atau dengan cara apapun sebagian atau seluruhnya yang dapat berakibat dokumen ini digandakan dan digunakan baik untuk tujuan ekonomis atau tujuan lainnya tanpa ada persetujuan terlebih dahulu dari DIM. Investasi melalui Reksa Dana mengandung risiko. Calon Pemodal wajib membaca dan memahami Prospektus sebelum memutuskan untuk berinvestasi melalui Reksa Dana.  Kinerja masa lalu tidak mencerminkan kinerja masa datang. Reksa Dana adalah produk pasar  modal dan BUKAN merupakan produk perbankan; BUKAN  merupakan bagian dari simpanan pihak ketiga yang terikat pada jangka waktu tertentu serta TIDAK termasuk objek dalam program penjaminan pemerintah.
02 Mei 2016
Simulasi
Investasi
DISCLAIMER COPYRIGHT 2012 Danareksa All Rights RESERVED|
PT Danareksa Investment Management terdaftar dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Republik Indonesia | DISCLAIMER