Berita

Simulasi
Investasi

Global Markets : Expect the Unexpected

Global Markets : Expect the Unexpected

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak naik sepanjang Juni 2016. Pada penutupan di akhir bulan tersebut IHSG ditutup pada level 5.016 atau naik dari penutupan bulan lalu sebesar 4,58%. Sepanjang tahun 2016 ini, IHSG sudah bergerak positif sebesar 9,21%.

reksadana danareksa artikel global markets expect the unexpected 1

Baca juga:

Di Asia, ekonomi China nampaknya juga masih merata dan bahkan cenderung turun. Hal ini ditunjukkan dengan Purchasing Manager Index (PMI) di level 50,0 atau sedikit turun dari 50,1 di bulan sebelumnya. Angka indeks PMI di atas 50 dianggap sebagai indikator ekspansif. Angka pertumbuhan ekonomi China sendiri sepanjang tahun 2015 adalah sebesar 6,9% sesuai dengan ekspektasi. 

Dari Amerika Serikat (AS), Janet Yellen kembali mempertahankan tingkat suku bunga Fed. Di sisi lain, ia tetap memberikan sinyal akan adanya kenaikan suku bunga apabila data-data ekonomi AS ke depan terus mengkonfirmasi penguatan ekonomi negaranya. Keputusan dari Janet Yellen tersebut diambil di tengah ketidakpastian hasil referendum Brexit di bulan yang sama.

Kawasan Eropa dikejutkan dengan keputusan Inggris untuk keluar dari Uni Eropa (UE) berdasarkan hasil pengumuman referendum 24 Juni 2016 dengan hasil 52% “Exit” dan 48% “Stay”. Dengan demikian, Inggris menjadi negara pertama Eropa yang menyatakan lepas dari UE dan memiliki waktu dua tahun masa transisi sebelum benar-benar lepas. Perdana Menteri David Cameron mengumumkan pengunduran dirinya sesaat setelah hasil referendum diumumkan.

Banyak pengamat ekonomi yang belum dapat memastikan dampak apa yang akan terjadi pada dunia keuangan dan perdagangan dunia mengingat Inggris merupakan salah satu negara pusat keuangan dan ekonomi secara global. Yang pasti akan diberlakukan tarif perdagangan antara Inggris dengan Eropa walaupun seharusnya bisa diselesaikan bilateral. Perusahaan perusahaan di Inggris juga akan menghitung ulang pengeluaran modal investasinya ke depan. Masalah sumber daya manusia juga akan menjadi masalah utama lainnya yang akan disorot.

Tanggal 28 Juni 2016, Indonesia mengesahkan Undang-Undang Tax Amnesty (Pengampunan Pajak) dimana undang-undang tersebut akan memberikan tarif pengampunan bagi wajib pajak Indonesia yang melaporkan atau repatriasi dana mereka yang tersimpan di luar negeri, berlaku mulai 1 Juli 2016.

Adapun tarif pengampunan pajak yang disahkan undang-undang tersebut adalah sebagai berikut:

reksadana danareksa artikel global markets expect the unexpected 2

Kabar pengesahan Undang-Undang Tax Amnesty tersebut tampaknya direspon baik oleh investor global. Pada hari tersebut, Rupiah menguat menjadi Rp. 13.100,- terhadap USD. Demikian pula imbal hasil (yield) SUN 10 tahun turun dari 8,375% pa menjadi 7,634% pa.

Inflasi

Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan terjadi inflasi sebesar 0,66% sepanjang Juni 2016. Tingkat inflasi tahun kalender (Januari–Jun) 2016 sebesar 1,06% dan tingkat inflasi Year on Year (Jun 2016 terhadap Jun 2015) sebesar 3,45%.

Tingkat inflasi yang terkendali ini seharusnya masih memberikan ruang bagi Bank Indonesia (BI) untuk dapat menurunkan kembali suku bunga kembali. Target inflasi 2016 oleh BI adalah 4% (±1%). Saat ini suku bunga BI rate di level 6,50%.

Perhatian:
• Publikasi ini bukan merupakan suatu bentuk tawaran untuk menjual atau membeli efek atau derivatifnya yang termuat dalam publikasi ini. Isi dari publikasi ini bukan merupakan nasehat investasi kepada pihak manapun. Rekomendasi yang termuat dalam publikasi ini belum tentu sesuai untuk setiap calon investor. Meskipun seluruh  informasi yang termuat dalam publikasi ini diperoleh dari sumber yang kami percaya, namun kami tidak menjamin keakuratan dan kelengkapannya. Pendapat dan rekomendasi yang termuat dalam publikasi ini berlaku terbatas pada tanggal pembuatan dan setiap saat dapat berubah dan diubah oleh PT Danareksa Investment Management (“DIM”) tanpa pemberitahuan sebelumya. DIM tidak berkewajiban memperbaharui atau menambahi informasi yang termuat dalam publikasi ini. Publikasi ini ditujukan sebagai informasi dan tidak bertujuan untuk membentuk suatu dasar keputusan investasi. Investor harus menetapkan sendiri setiap keputusan sesuai dengan kebutuhan dan strategi investasi dengan mempertimbangkan masalah hukum, pajak dan akuntasi. DIM maupun setiap karyawan dan afiliasinya tidak bertanggung jawab terhadap setiap keputusan investasi yang diambil oleh investor.
• Hak milik atas bentuk dan isi presentasi ini sepenuhnya dilindungi oleh peraturan perundangan yang berlaku di Indonesia khususnya tentang hak cipta bagi kemanfaatan DIM. Tidak diperkenankan seorangpun melakukan fotokopi, menyalin, mereproduksi baik secara manual maupun elektronik atau dengan cara apapun sebagian atau seluruhnya yang dapat berakibat dokumen ini digandakan dan digunakan baik untuk tujuan ekonomis atau tujuan lainnya tanpa ada persetujuan terlebih dahulu dari DIM. Investasi melalui Reksa Dana mengandung risiko. Calon Pemodal wajib membaca dan memahami Prospektus sebelum memutuskan untuk berinvestasi melalui Reksa Dana.  Kinerja masa lalu tidak mencerminkan kinerja masa datang. Reksa Dana adalah produk pasar  modal dan BUKAN merupakan produk perbankan; BUKAN  merupakan bagian dari simpanan pihak ketiga yang terikat pada jangka waktu tertentu serta TIDAK termasuk objek dalam program penjaminan pemerintah.
01 Juli 2016
Simulasi
Investasi
DISCLAIMER COPYRIGHT 2012 Danareksa All Rights RESERVED|
PT Danareksa Investment Management terdaftar dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Republik Indonesia | DISCLAIMER