Berita

Simulasi
Investasi

Global Markets: Hangin’ There!

Global Markets: Hangin’ There!

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak relatif merata sepanjang November 2015. Pada penutupan di akhir bulan tersebut IHSG ditutup pada level 4.446 atau turun 0,2% dibandingkan penutupan bulan Oktober. Kendati demikian, sepanjang tahun 2015 ini IHSG masih sekitar minus -13% (YTD).

hangin 1

Ekonomi Indonesia pada kuartal III-2015 hanya tumbuh sebesar 4,73%, bahkan sampai akhir tahun 2015 diproyeksikan realisasinya hanya 4,8%. Sementara itu, tahun depan pertumbuhan ekonomi dalam APBN 2016 diasumsikan tumbuh 5,3%. Tahun ini pertumbuhan ekonomi Indonesia di bawah negara tetangga seperti Malaysia hingga Filipina.

Di sisi global, mata uang China Yuan dimasukkan ke dalam mata uang IMF sebagai mata uang internasional, yang biasa disebut SDR (Special Drawing Rights). SDR sendiri sudah ada empat mata uang lain sebelumnya, yakni US Dollar, Euro, Poundsterling, dan Yen Jepang. Di tengah euforia menyambut Yuan yang masuk dalam mata uang elit dunia, indeks manufaktur China (Purchasing Manager Index - PMI) terus berkontraksi dan berada di posisi terendah dalam tiga tahun terakhir.

Berdasarkan data per November 2015, hal tersebut semakin menegaskan bahwa kondisi perekonomian negara tersebut memang mengalami pelemahan. China merupakan salah satu kunci perekonomian global, dan investor terus memantau indeks manufaktur negara tersebut.

Dari data statistik yang di rilis pemerintah China diketahui indeks manufaktur PMI negara ini turun menjadi 49,6 pada November 2015. Level tersebut lebih rendah dari perkiraan para analis yang memprediksi indeks manufaktur China bisa berada di atas 50. Indeks tersebut turun dalam empat bulan berturut-turut dan berada di posisi terendah setelah Agustus 2012. Indeks dibawah 50 diindikasikan sektor manufaktor yang berkontraksi.

Pemerintah China menyatakan pelemahan indeks manufaktur disebabkan oleh turunnya permintaan pasar domestik dan ekspor. Selain itu, rendahnya harga komoditas juga turut menyumbang pelemahan indeks manufaktur.

Hingga saat ini China menjadi produsen terbesar berbagai barang untuk kemudian diekspor ke negara lain. Perlambatan indeks manufaktur tak hanya mengindikasikan melemahnya perekonomian negara itu sendiri, melainkan juga mecerminkan perekonomian global.

Pertumbuhan ekonomi China mencapai 7,3% pada tahun lalu dan berada di posisi terendah sejak 1990. Pertumbuhan China ini ternyata masih kalah dibandingkan dengan India, yang tumbuh 7,4% per tahun pada akhir kuartal III 2015 ini.

Inflasi

Sepanjang November 2015 terjadi inflasi sebesar 0,21%. Angka ini merupakan inflasi terendah dalam 5 tahun terakhir.

Tingkat inflasi tahunan year on year (November 2015 terhadap November 2014) sebesar 4,89%. Sementara itu tingkat inflasi tahun kalender YTD (Januari–November) 2015 sebesar 2,37%. Dengan demikian, target inflasi pemerintah tahun 2015 sebesar 4% ± 1% sepertinya akan tercapai.

DISCLAIMER :
INVESTASI MELALUI REKSA DANA MENGANDUNG RISIKO. CALON PEMODAL WAJIB MEMBACA DAN MEMAHAMI PROSPEKTUS SEBELUM MEMUTUSKAN UNTUK BERINVESTASI MELALUI REKSA DANA. KINERJA MASA LALU TIDAK MENCERMINKAN MASA DATANG. 

02 Desember 2015
Simulasi
Investasi
DISCLAIMER COPYRIGHT 2012 Danareksa All Rights RESERVED|
PT Danareksa Investment Management terdaftar dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Republik Indonesia | DISCLAIMER