Berita

Simulasi
Investasi

Global Markets: Markets Flattening

Global Markets: Markets Flattening

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak flat sepanjang Mei 2016. Pada penutupan di akhir bulan tersebut IHSG ditutup pada level 4.796 atau sedikit turun dari penutupan bulan lalu di sebesar -0,86%. Sepanjang tahun 2016 ini, IHSG sudah bergerak positif sebesar 4,44%. Kendati demikian, level IHSG masih sekitar -8,04% year on year dibandingkan periode yang sama tahun 2015.

reksadana danareksa artikel global markets flattening 1

Di Asia, ekonomi China nampaknya juga masih merata. Hal ini ditunjukkan dengan Purchasing Manager Index (PMI) di level 50,1 atau sama di bulan sebelumnya. Angka indeks PMI di atas 50 dianggap sebagai indikator ekspansif. Angka pertumbuhan ekonomi China sendiri sepanjang tahun 2015 adalah sebesar 6,9% sesuai dengan ekspektasi. Para ahli ekonomi mengatakan perbaikan angka PMI manufaktur ini disebabkan perbaikan sektor properti yang mendorong peningkatan semen dan bahan bangunan lainnya.

Amerika Serikat merevisi pertumbuhan ekonominya pada kuartal I 2016 dari 0,5% pa menjadi 0,8% pa. Hal ini menunjukkan bahwa perekonomian Amerika Serikat bergerak lebih baik dari perkiraan sebelumnya. Hal ini pula yang juga menyebabkan prediksi yang lebih tinggi atas perkiraan akan dinaikkannya suku bunga Fed di pertengahan tahun 2016 ini. Hal ini juga didukung oleh pidato Janet Yellen minggu lalu yang mengindikasikan kenaikan suku bunga dalam waktu dekat. Para ahli ekonomi Amerika juga mengatakan pengeluaran konsumsi rakyat di negara tersebut juga naik 1% dibandingkan bulan sebelumnya. Sekedar catatan, seperti halnya Indonesia - sektor konsumsi di Amerika Serikat adalah penyumbang lebih dari separuh aktifitas ekonomi di negara tersebut.

Kawasan Eropa masih bergelut dengan situasi ekonomi yang belum membaik banyak. Inflasi kawasan Eropa di bulan Mei 2016 sebesar -0,1% pa saja, atau sedikit membaik dari bulan sebelumnya yang sebesar -0,2% pa. Faktor penyebab deflasi adalah harga energi yang masih tergolong rendah.

Harga minyak mentah sepanjang Mei 2016 ini menguat dan bahkan sempat menyentuh USD 50 per barel setelah hanya berkutat di level USD 40-an per barel pada bulan sebelumnya. Kenaikan ini disebabkan adanya penurunan produksi minyak di Amerika Serikat, Kanada, serta Afrika. Akan tetapi, para ahli memperkirakan secara fundamental mungkin belum akan terangkat secara signifikan yang disebabkan stok persediaan minyak global masih tergolong tinggi serta masih belum pulihnya permintaan minyak dari China (sebagai negara konsumer minyak terbesar ke-2 dunia).

Inflasi

Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan terjadi inflasi sebesar 0,24% sepanjang Mei 2016. Tingkat inflasi tahun kalender (Januari–Mei) 2016 sebesar 0,40% dan tingkat inflasi Year on Year (Mei 2016 terhadap Mei 2015) sebesar 3,33%.

Tingkat inflasi yang terkendali ini seharusnya masih memberikan ruang bagi BI untuk dapat menurunkan kembali suku bunga kembali. Target inflasi 2016 oleh BI adalah 4% (±1%). Saat ini suku bunga BI rate di level 6,75%.

Reksa Dana… Ya Danareksa.

Perhatian:
• Publikasi ini bukan merupakan suatu bentuk tawaran untuk menjual atau membeli efek atau derivatifnya yang termuat dalam publikasi ini. Isi dari publikasi ini bukan merupakan nasehat investasi kepada pihak manapun. Rekomendasi yang termuat dalam publikasi ini belum tentu sesuai untuk setiap calon investor. Meskipun seluruh  informasi yang termuat dalam publikasi ini diperoleh dari sumber yang kami percaya, namun kami tidak menjamin keakuratan dan kelengkapannya. Pendapat dan rekomendasi yang termuat dalam publikasi ini berlaku terbatas pada tanggal pembuatan dan setiap saat dapat berubah dan diubah oleh PT Danareksa Investment Management (“DIM”) tanpa pemberitahuan sebelumya. DIM tidak berkewajiban memperbaharui atau menambahi informasi yang termuat dalam publikasi ini. Publikasi ini ditujukan sebagai informasi dan tidak bertujuan untuk membentuk suatu dasar keputusan investasi. Investor harus menetapkan sendiri setiap keputusan sesuai dengan kebutuhan dan strategi investasi dengan mempertimbangkan masalah hukum, pajak dan akuntasi. DIM maupun setiap karyawan dan afiliasinya tidak bertanggung jawab terhadap setiap keputusan investasi yang diambil oleh investor.
• Hak milik atas bentuk dan isi presentasi ini sepenuhnya dilindungi oleh peraturan perundangan yang berlaku di Indonesia khususnya tentang hak cipta bagi kemanfaatan DIM. Tidak diperkenankan seorangpun melakukan fotokopi, menyalin, mereproduksi baik secara manual maupun elektronik atau dengan cara apapun sebagian atau seluruhnya yang dapat berakibat dokumen ini digandakan dan digunakan baik untuk tujuan ekonomis atau tujuan lainnya tanpa ada persetujuan terlebih dahulu dari DIM. Investasi melalui Reksa Dana mengandung risiko. Calon Pemodal wajib membaca dan memahami Prospektus sebelum memutuskan untuk berinvestasi melalui Reksa Dana.  Kinerja masa lalu tidak mencerminkan kinerja masa datang. Reksa Dana adalah produk pasar  modal dan BUKAN merupakan produk perbankan; BUKAN  merupakan bagian dari simpanan pihak ketiga yang terikat pada jangka waktu tertentu serta TIDAK termasuk objek dalam program penjaminan pemerintah.
01 Juni 2016
Simulasi
Investasi
DISCLAIMER COPYRIGHT 2012 Danareksa All Rights RESERVED|
PT Danareksa Investment Management terdaftar dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Republik Indonesia | DISCLAIMER