Berita

Simulasi
Investasi

Global Markets : Momentum on Expectation

Global Markets : Momentum on Expectation

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak positif sepanjang Maret 2016. Pada penutupan di akhir bulan tersebut IHSG ditutup pada level 4.845 atau naik dari pentutupan bulan lalu di level 4.770. Sepanjang tahun 2016 ini, IHSG sudah bergerak positif sebesar 5,49%. Kendati demikian, level IHSG masih sekitar -12,20% year on year dibandingkan periode yang sama 2015.

Baca juga:

reksadana danareksa artikel global markets momentum on expectation 1

Di Asia, ekonomi China nampaknya diperkirakan mulai menunjukkan tanda-tanda perbaikan. Hal ini ditunjukkan dengan Purchasing Manager Index (PMI) di level 50,2 atau naik dari 49 di bulan sebelumnya. Angka indeks PMI di atas 50 dianggap sebagai indikator ekspansif. Angka pertumbuhan ekonomi sendiri China sepanjang tahun 2015 adalah sebesar 6,9% sesuai dengan ekspektasi. Pelemahan ekonomi ini merupakan yang terburuk semenjak tahun 2009. 

Namun Jepang, dalam surveinya (yang biasa disebut Tankan Survey) oleh Bank of Japan menunjukkan level of confidence para pelaku bisnis yang kurang menggembirakan. Hal ini disebabkan karena penurunan permintaan ekspor dari bisnis otomotif yang pada akhirnya bisa berdampak pada sektor otomotif negara tersebut. Bisnis Toyota dan Honda, sebagai produsen otomotif terbesar di dunia, diperkirakan akan terdampak sebagai akibatnya.

Di Amerika Serikat, Fed kembali mengeluarkan pernyataan bahwa Fed tetap membuka peluang kenaikan suku bunga di pertengahan tahun ini apabila perbaikan ekonomi dan tingkat penyerapan tenaga kerja terus membaik. Pemerintah Amerika Serikat sendiri mentargetkan tingkat inflasi 2% di negara tersebut sepanjang tahun 2016 ini. Inflasi AS hingga akhir Februari kemarin masih di level 1,3% atau masih dibawah target 2%. Ekonomi AS sendiri tumbuh 2,4% sepanjang 2015.

Kawasan Eropa masih bergelut dengan situasi ekonomi yang belum membaik banyak. Survei terakhir bulan Februari 2016 oleh Komisi Eropa menunjukkan tingkat level of confidence pelaku bisnis yang masih lesu. Badan pemeringkat kredit global Standard & Poor’s bahkan juga merevisi tingkat pertumbuhan kawasan Eropa menjadi hanya 1,5% tahun ini (revisi dari prediksi sebelumnya 1,8%). Para ekonom memperkirakan dengan pertumbuhan yang masih melambat ini, maka European Central Bank (ECB) akan tetap menjalankan langkah stimulus ekonomi.

Harga minyak mentah akhir pekan ini menguat di posisi di level USD 38 per barel, bahkan sempat menyentuh level USD 40 per barel dibandingkan bulan lalu yang hanya berkutat di level USD 34 per barel. Akan tetapi, para ahli memperkirakan secara fundamental mungkin belum akan terangkat secara signifikan yang disebabkan stok persediaan minyak global masih tinggi.

Inflasi

Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan terjadi deflasi sebesar 0,19% sepanjang Maret 2016. Tingkat inflasi tahun kalender (Januari–Maret) 2016 sebesar 0,62% dan tingkat inflasi tahun ke tahun (Maret 2016 terhadap Maret 2015) sebesar 4,45%.

Tingkat inflasi yang terkendali ini seharusnya masih memberikan ruang bagi BI untuk dapat menurunkan kembali suku bunga kembali. Saat ini suku bunga BI rate di level 6,75%. Situasi inflasi yang terkendali serta potensi ruang penurunan suku bunga kembali semustinya menjadi momentum yang tepat untuk overweight pada Reksa Dana Pendapatan Tetap.

REKSA DANA… YA DANAREKSA

Perhatian:
• Publikasi ini bukan merupakan suatu bentuk tawaran untuk menjual atau membeli efek atau derivatifnya yang termuat dalam publikasi ini. Isi dari publikasi ini bukan merupakan nasehat investasi kepada pihak manapun. Rekomendasi yang termuat dalam publikasi ini belum tentu sesuai untuk setiap calon investor. Meskipun seluruh  informasi yang termuat dalam publikasi ini diperoleh dari sumber yang kami percaya, namun kami tidak menjamin keakuratan dan kelengkapannya. Pendapat dan rekomendasi yang termuat dalam publikasi ini berlaku terbatas pada tanggal pembuatan dan setiap saat dapat berubah dan diubah oleh PT Danareksa Investment Management (“DIM”) tanpa pemberitahuan sebelumya. DIM tidak berkewajiban memperbaharui atau menambahi informasi yang termuat dalam publikasi ini. Publikasi ini ditujukan sebagai informasi dan tidak bertujuan untuk membentuk suatu dasar keputusan investasi. Investor harus menetapkan sendiri setiap keputusan sesuai dengan kebutuhan dan strategi investasi dengan mempertimbangkan masalah hukum, pajak dan akuntasi. DIM maupun setiap karyawan dan afiliasinya tidak bertanggung jawab terhadap setiap keputusan investasi yang diambil oleh investor.
• Hak milik atas bentuk dan isi presentasi ini sepenuhnya dilindungi oleh peraturan perundangan yang berlaku di Indonesia khususnya tentang hak cipta bagi kemanfaatan DIM. Tidak diperkenankan seorangpun melakukan fotokopi, menyalin, mereproduksi baik secara manual maupun elektronik atau dengan cara apapun sebagian atau seluruhnya yang dapat berakibat dokumen ini digandakan dan digunakan baik untuk tujuan ekonomis atau tujuan lainnya tanpa ada persetujuan terlebih dahulu dari DIM. Investasi melalui Reksa Dana mengandung risiko. Calon Pemodal wajib membaca dan memahami Prospektus sebelum memutuskan untuk berinvestasi melalui Reksa Dana.  Kinerja masa lalu tidak mencerminkan kinerja masa datang. Reksa Dana adalah produk pasar  modal dan BUKAN merupakan produk perbankan; BUKAN  merupakan bagian dari simpanan pihak ketiga yang terikat pada jangka waktu tertentu serta TIDAK termasuk objek dalam program penjaminan pemerintah.
01 April 2016
Simulasi
Investasi
DISCLAIMER COPYRIGHT 2012 Danareksa All Rights RESERVED|
PT Danareksa Investment Management terdaftar dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Republik Indonesia | DISCLAIMER