Berita

Simulasi
Investasi

Investasi Syariah Sebagai Way of Life

Investasi Syariah Sebagai Way of Life

Hari Raya Idul Fitri merupakan hari kemenangan bagi seluruh umat Muslim setelah satu bulan penuh menuai rahmat menjalankan ibadah puasa. Selama melaksanakan ibadah puasa, bukan berarti masyarakat lantas melepaskan seluruh hiruk-pikuk kegiatan sehari-hari selama sebulan penuh.  Bekerja merupakan hal yang tak dapat ditinggalkan, termasuk pula berinvestasi.

Bagi yang ingin berinvestasi, tak perlu ragu memulainya sekarang. Bagi investor yang ingin berinvestasi berbasis kaidah Islami, maka pilihan produk investasi tersebut sudah banyak tersedia dan memang layak untuk dijadikan pertimbangan. Salah satunya adalah reksa dana Syariah.

Produk Reksa Dana Syariah tak ubahnya produk Reksa Dana lainnya. Hanya saja, produk Reksa Dana ini mengandung unsur ekonomi Islam yang sistem pengelolaannya diatur sesuai dengan fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI).

Per akhir 2014, AUM Reksa Dana Syariah di Indonesia mencapai Rp. 11,77 triliun (dengan rata-rata pertumbuhan 23% per tahun dalam 5 tahun terakhir). Total AUM industri Reksa Dana sendiri di Indonesia mencapai Rp. 241 triliun pada akhir tahun 2014 (rata-rata pertumbuhan 8% per tahun dalam 5 tahun terakhir).

investasi syariah 1

investasi syariah 2

Kebijakan investasi Reksa Dana Syariah adalah hanya berinvestasi pada perusahaan dengan kategori halal. Halal yang dimaksud adalah perusahaan tersebut tidak memproduksi atau menjual sesuatu yang haram menurut hukum Islam, seperti menjual daging haram, minuman keras, bisnis hiburan maksiat/judi, tidak bersifat mudarat (misalnya rokok), tidak boleh investasi pada portofolio yang yang bersifat riba (adanya bunga), perdagangan yang tidak disertai penyerahan barang, perdagangan dengan penawaran dan permintaan palsu, jual beli mengandung ketidakpastian dan spekulatif, atau transaksi suap

Di dalam pemilihan instrumen Reksa Dana Syariah, Manajer Investasi menganut prinsip Syariah yakni hanya membeli instrumen investasi yang termasuk dalam Daftar Efek Syariah (DES) yang disusun oleh Dewan Pengawas Syariah (DPS). DES sendiri diperbaharui oleh DPS setiap 6 bulan sekali. Selain itu di dalam pengelolaannya, DPS juga turut mengawasi Manajer Investasi guna memastikan dan mengarahkan agar pengelolaan Reksa Dana tersebut sesuai dengan prinsip Syariah yaitu jujur, berkeadilan dan bermanfaat bagi sesama.

Danareksa Investment Management (DIM) menyediakan sarana investasi bagi investor yang ingin berinvestasi sesuai dengan keyakinannya, yakni Danareksa Indeks Syariah (DINAR) sebagai Reksa Dana indeks saham Syariah.

Danareksa Indeks Syariah (DINAR) adalah satu-satunya Reksa Dana Indeks berbasis Syariah yang ada di Indonesia. Portofolio DINAR diciptakan dan dikelola sedemikian rupa untuk mengikuti secara penuh (tracking) dari Jakarta Islamic Index (JII) sebagai acuannya.

Sedikit catatan, JII sendiri adalah indeks saham Syariah pertama di Indonesia yang merupakan hasil kerjasama Danareksa Investment Management (DIM) dengan Bursa Efek Indonesia (BEI). Pada awal peluncurannya, pemilihan saham yang masuk dalam kriteria Syariah melibatkan pihak Dewan Pengawas Syariah dari DIM. Jumlah saham di dalam JII adalah 30 saham.

Rekomendasi DINAR

Sebagai sebuah Reksa Dana Indeks, Danareksa Indeks Syariah (DINAR) dapat direkomendasikan bagi investor konservatif yang tidak ingin investasinya jatuh lebih dalam dari pasar ketika pasar koreksi, dan juga sudah cukup happy ketika portofolionya naik sesuai kenaikan pasar. Sangat cocok bagi investor dengan filosofi investasi “Buy the market, not the stock”.

Danareksa Indeks Syariah (DINAR) juga direkomendasikan sebagai langkah diversifikasi investasi. Bagi investor yang sudah berinvestasi sesuai saham-saham pilihannya, DINAR dapat digunakan sebagai penyeimbang portofolio karena pergerakan DINAR adalah “netral” sesuai dengan pasar.

John Bogle, pendiri Vanguard Inc. – manajer investasi pertama pencipta Reksa Dana indeks (index fund), pernah berkata, “Secara umum, index fund berpotensi untuk outperform dibandingkan lain Reksa Dana konvensional lainnya.” Mungkin ada benarnya?

Kinerja DINAR

Kinerja DINAR memang tampak kompetitif dibandingkan dengan indeks lainnya. Dengan tidak hadirnya saham sektor perbankan/keuangan dalam produk ini dan terutama dalam kondisi pasar saham yang fluktuatif akhir-akhir ini, DINAR tampak jelas justru lebih bertahan atau defensive (data per tanggal 30 Juni 2015).

investasi syariah 3

Kesimpulan 

Dapat disimpulkan Danareksa Indeks Syariah (DINAR) memiliki kelebihan:

  • Transparency: Sebagai Reksa Dana yang pergerakan sahamnya transparan mengikuti sebuah indeks.
  • Peace of mind: Investor tidak perlu merasa risau apakah produk ini akan berkinerja jauh di atas indeks atau mendadak jatuh di bawah indeksnya.
  • Defensiveness: Relatif lebih defensive ketika pasar bergejolak koreksi.
  • Faith-based investing: Sebagai sarana untuk berinvestasi sesuai dengan keyakinan.
  • The one and only: Satu-satunya Reksa Dana Indeks berbasis saham Syariah yang ada di Indonesia.

Berinvestasi pada Danareksa Indeks Syariah (DINAR)  juga membantu perwujudan amal bagi investor, dimana Reksa Dana tersebut menyisihkan sebagian dari pendapatannya untuk pengembangan pendidikan bagi lapisan masyarakat yang membutuhkannya.

Apakah Reksa Dana Syariah terbatas hanya untuk umat Muslim saja? Jawabnya, tidak. Pada dasarnya prinsip Syariah itu bukan ”keyakinan sebuah agama” melainkan ”sistem ekonomi” yang bersifat universal yang mengedepankan prinsip kejujuran, keadilan dan manfaat bagi sesama terlepas apapun keyakinan maupun latar belakangnya. Oleh karena itu, produk Reksa Dana Syariah, selain populer di Malaysia, juga sudah berkembang pesat hingga ke negara-negara maju lainnya seperti Inggris, Perancis, Amerika Serikat, termasuk Hongkong dan Korea Selatan. Bahkan di Inggris sudah ada acuan FTSE Shariah Global Equity Index dan di Amerika Serikat juga sudah ada Dow Jones Islamic Market Index.

Akhir kata, selamat berinvestasi melalui Reksa Dana Syariah. Jadikanlah prinsip Syariah sebagai way of life yang dapat memberikan manfaat dalam hidup bagi semuanya.

DISCLAIMER :
INVESTASI MELALUI REKSA DANA MENGANDUNG RISIKO. CALON PEMODAL WAJIB MEMBACA DAN MEMAHAMI PROSPEKTUS SEBELUM MEMUTUSKAN UNTUK BERINVESTASI MELALUI REKSA DANA. KINERJA MASA LALU TIDAK MENCERMINKAN MASA DATANG.

14 Agustus 2015
Simulasi
Investasi
DISCLAIMER COPYRIGHT 2012 Danareksa All Rights RESERVED|
PT Danareksa Investment Management terdaftar dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Republik Indonesia | DISCLAIMER