Berita

Simulasi
Investasi

INVESTASI SYARIAH SEBAGAI WAY OF LIFE

INVESTASI SYARIAH SEBAGAI WAY OF LIFE

Ramadhan merupakan bulan penuh  berkah. Seluruh umat Muslim yakin hadirnya bulan suci ini menjadi sarana yang tepat untuk memperbaiki diri dan menuai rahmat selama satu bulan penuh untuk menyambut hari kemenangan. 

Meski begitu, bukan berarti masyarakat lantas melepaskan seluruh hiruk-pikuk kegiatan sehari-hari selama sebulan penuh.  Bekerja merupakan hal yang tak dapat ditinggalkan, termasuk berinvestasi.

Bagi yang ingin berinvestasi, tak perlu ragu memulainya sekarang. Bagi investor yang ingin berinvestasi berbasis kaidah Islami, maka pilihan produk investasi tersebut sudah banyak tersedia dan memang layak untuk dijadikan pertimbangan. Salah satunya adalah reksa dana Syariah.

Produk reksa dana Syariah tak ubahnya produk reksa dana lainnya. Hanya saja, produk reksa dana ini mengandung unsur ekonomi Islam yang sistem pengelolaannya diatur sesuai dengan fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI).

Data dari Bapepam-LK hingga akhir bulan Juni 2013 mencatat dana kelolaan reksa dana Syariah mencapai Rp 9,3 triliun, naik pesat dibandingkan setahun sebelumnya sebesar Rp 3,8 triliun. Nilai di akhir Juni ini baru mencerminkan 4,8% terhadap total dana kelolaan produk reksa dana yang mencapai Rp 195,3 triliun pada akhir periode yang sama.

Kebijakan investasi reksa dana Syariah adalah hanya berinvestasi pada perusahaan dengan kategori halal. Halal yang dimaksud adalah perusahaan tersebut tidak memproduksi atau menjual sesuatu yang haram menurut hukum Islam, seperti menjual daging babi, minuman keras, bisnis hiburan maksiat/judi, tidak bersifat mudarat (misalnya rokok), tidak boleh investasi pada portofolio yang yang bersifat riba (adanya bunga), perdagangan yang tidak disertai penyerahan barang, perdagangan dengan penawaran dan permintaan palsu, jual beli mengandung ketidakpastian dan spekulatif, atau transaksi suap.

Di dalam pemilihan instrumen reksa dana Syariah, Manajer Investasi menganut prinsip Syariah yakni hanya membeli instrumen investasi yang termasuk dalam Daftar Efek Syariah (DES) yang disusun oleh Dewan Pengawas Syariah (DPS). DES sendiri diperbaharui oleh DPS setiap 6 bulan sekali. Selain itu di dalam pengelolaannya, DPS juga turut mengawasi Manajer Investasi guna memastikan dan mengarahkan agar pengelolaan reksa dana tersebut sesuai dengan prinsip Syariah yaitu jujur, berkeadilan dan bermanfaat bagi sesama.

Danareksa Investment Management menyediakan sarana investasi bagi investor yang ingin berinvestasi sesuai dengan keyakinannya, yakni Danareksa Indeks Syariah (reksa dana indeks saham) dan Danareksa Syariah Berimbang (reksa dana campuran).

Berinvestasi pada Danareksa Indeks Syariah maupun Danareksa Syariah Berimbang juga membantu perwujudan amal bagi investor, dimana kedua reksa dana tersebut menyisihkan sebagian dari pendapatannya untuk pengembangan pendidikan bagi lapisan masyarakat yang membutuhkannya.

Apakah reksa dana Syariah terbatas hanya untuk umat Muslim saja? Jawabnya, tidak. Pada dasarnya prinsip Syariah itu bukan ”keyakinan sebuah agama” melainkan ”sistem ekonomi” yang bersifat universal yang mengedepankan prinsip kejujuran, keadilan dan manfaat bagi sesama terlepas apapun keyakinan maupun latar belakangnya. Oleh karena itu, produk reksa dana Syariah, selain populer di Malaysia, juga sudah berkembang pesat hingga ke negara-negara maju lainnya seperti Inggris, Perancis, Amerika Serikat, termasuk Hongkong dan Korea Selatan. Bahkan di Inggris sudah ada acuan FTSE Global Islamic Index dan di Amerika Serikat juga sudah ada Dow Jones Islamic Market Index.

Akhir kata, selamat berinvestasi melalui reksa dana Syariah. Jadikanlah prinsip Syariah sebagai way of life yang dapat memberikan manfaat dalam hidup bagi semuanya.

10 Juli 2013
Simulasi
Investasi
DISCLAIMER COPYRIGHT 2012 Danareksa All Rights RESERVED|
PT Danareksa Investment Management terdaftar dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Republik Indonesia | DISCLAIMER