Berita

Simulasi
Investasi

Ke Mana IHSG Akhir 2015?

Ke Mana IHSG Akhir 2015?

Hingga hari ini, masih banyak teman-teman investor yang mungkin bertanya, kira-kira Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih berprospek atau tidak sampai akhir 2015 ini? Bagaimana prediksi kinerjanya di akhir tahun? Di level berapa?

Tentu saja, harapan yang timbul di benak para investor adalah IHSG masih berkinerja positif. Apalagi dengan susunan para menteri dan presiden terpilih Joko Widodo yang baru menjalankan roda pemerintahan secara resmi 6 bulan terakhir, sangat besar harapan para pelaku pasar agar tim pemerintah yang baru ini dapat berkontribusi positif pada pasar modal.

Secara umum di Indonesia, data historis menunjukkan bahwa IHSG masih berkinerja positif selama tahun periode Pemilu berlangsung maupun 12 bulan sesudahnya. Selama masa Pemilu, kegiatan kampanye yang gegap-gempita mendorong tingkat konsumsi yang tinggi akan makanan, minuman, percetakan, jasa konsultasi, media, angkutan, dll. Tidak mengherankan selama masa Pemilu di Indonesia, IHSG menunjukkan kenaikan positif karena peristiwa Pemilu memang memberikan kontribusi positif secara ekonomis dan finansial.

Periode satu tahun setelah Presiden dan Wakil Presiden terpilih secara resmi, data historis IHSG juga menunjukkan periode yang positif. Dari sisi dalam negeri, hal ini disebabkan karena para pelaku pasar menaruh harapan yang besar bagi Presiden yang terpilih untuk dapat menjalankan roda pembangunan yang baru yang dapat memberikan nilai positif bagi ekonomi. Apalagi jika susunan kabinet menteri yang baru dianggap bisa diterima pasar, maka harapan kenaikan kinerja pasar modal juga semakin besar.

kemana ihsg 1

Dari grafik IHSG di atas, selama 10 tahun terakhir hingga akhir 2014, pasar modal selalu bereaksi positif di saat periode Pemilu dan masih disusul untuk 12 bulan berikutnya. Selama periode 2004 – 2014 tersebut, IHSG rata-rata memberikan kinerja lebih dari 20% per tahun.

Untuk lebih jelasnya, mari kita lihat masing-masing periode Pemilu dibawah ini.

Pemilu 2004

Pemilihan Umum 2004 adalah pemilu pertama dimana rakyat memilih Presiden secara langsung dan cara pemilihannya benar-benar berbeda dari Pemilu sebelumnya. Pada pemilu ini, rakyat dapat memilih langsung pasangan Presiden dan Wakil Presiden sebagai satu kesatuan (tidak dipilih secara terpisah).

kemana ihsg 2

Pemilu 2004 saat itu dianggap sebagai Pemilu yang paling demokratis karena dipilih langsung oleh rakyat. Pasangan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Jusuf Kalla terpilih sebagai Presiden dan Wakil Presiden.

21 Oktober 2004, SBY mengumumkan menteri-menteri pilihannya dalam susunan Kabinet Bersatu. Terpilihnya Sri Mulyani sebagai Menteri Negara Perencanaan Pembangunan Nasional yang kemudian berlanjut diangkat sebagai Menteri Keuangan (1 tahun kemudian menggantikan Jusuf Anwar) ditanggapi oleh pasar sebagai langkah positif dari SBY. Secara umum, figur SBY maupun tim kabinetnya saat itu dianggap bisa diterima pasar dan IHSG merespon dengan kinerja positif +44,56% dan menutup tahun 2004 di level 1000,23 (dari level 691,89 di akhir 2003 sebelumnya).

Pemilu 2009

Pada Pemilu 2009 ini, sosok SBY yang dianggap cukup berhasil pada periode sebelumnya – kembali memenangkan putaran Pilpres 2009 ini sebagai Presiden bersama pasangannya Wakil Presiden Boedhiono.

kemana ihsg 3

Saat itu dampak dari situasi global sangat terasa. Amerika Serikat dan Eropa masih bergulat dengan krisis keuangan mereka karena dampak dari krisis subprime. Beruntung kondisi keuangan Indonesia saat itu relatif lebih sehat dibandingkan negara-negara maju lainnya. Kepemimpinan SBY yang sudah teruji pada periode sebelumnya juga dianggap sebagai safe-bet untuk roda pemerintah periode 5 tahun berikutnya.

Ditambah IHSG yang sudah terjun bebas -50,64% di tahun 2008 sebelumnya juga sudah dalam posisi valuasi rendah sehingga para investor segera memburu saham-saham IHSG dan mendorong pulih IHSG hingga meroket +86,98%.

Pasar global memuji Indonesia sebagai emerging market yang sangat menjanjikan saat itu. Sentimen positif ini terus berlanjut hingga tahun berikutnya.

Pemilu 2014 dan Ekspektasi 2015

Pemilihan umum 2014 dimenangi oleh pasangan Joko Widodo dan Jusuf Kalla menggantikan Susilo Bambang Yudhoyono yang telah menjabat sebagai Presiden selama 2 periode berturut-turut.

Sosok Joko Widodo sendiri (atau yang lebih dikenal dengan sapaan Jokowi) dianggap sebagai “sosok baru” dan berbekal pengalaman menjabat sebagai Walikota Solo dan Gubernur Jakarta sebelumnya, figur Jokowi diharapkan dapat membawa perubahan bagi Indonesia ke arah yang lebih baik lagi.

Pengumuman kabinet Presiden Jokowi yang dikenal sebagai Kabinet Kerja - yang diumumkan tanggal 26 Oktober 2014, secara umum dianggap bisa diterima oleh pasar. Agenda pembangunan dengan fokus pada pembangunan infrastruktur serta perampingan birokrasi ditanggapi positif oleh pasar. Harapan pasar ini juga tercermin oleh kinerja yang positif oleh IHSG di akhir penutupan tahun 2014 sebesar +22,29%.

kemana ihsg 4

Kondisi 2015 memang berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Potensi kenaikan suku bunga Fed di Amerika Serikat serta pelemahan mata uang Rupiah terhadap USD membayangi kondisi finansial dalam negeri. Tantangan lain adalah perbaikan infrastruktur, pengentasan kemiskinan, serta peningkatan ekspor yang lebih signifikan.

Beruntung fundamental Indonesia masih kuat secara keseluruhan. Cadangan devisa terus meningkat sampai di level USD 115 milyar per akhir Februari 2015 (cadangan devisa RI tidak pernah dibawah USD 100 milyar sejak tahun 2011). Defisit transaksi berjalan juga diperkirakan akan membaik turun dibawah 3% dari PDB di akhir 2015. Inflasi yang cukup terkendali serta penurunan harga minyak global juga menyumbang peningkatan daya beli masyarakat sehingga tingkat populasi kelas menengah pun juga diperkirakan masih akan terus tumbuh.

Secara valuasi P/E, IHSG saat ini di kisaran 15x (pasar regional juga berada pada level yang mirip). Mungkin ada yang mengatakan valuasi saat ini sudah tidak terlalu murah. Namun patut diingat bahwa salah satu ciri khas sebuah negara emerging market yang sedang giat membangun adalah memiliki angka valuasi yang cenderung tinggi. Hal ini disebabkan karena kegiatan roda pembangunan yang cepat memberikan harapan/ekspektasi bahwa hasil dari pembangunan tersebut akan memberikan manfaat lebih besar di masa mendatang.

Tantangan di 2015 memang tidak mudah. Pasar terbuka ASEAN 2015 juga membuat tantangan semakin besar. Tugas pembangunan yang dipikul oleh pemerintahan baru Jokowi tidaklah ringan. Namun di segala tantangan yang ada, didukung oleh agenda pemerintah yang baru dan kondisi fundamental yang masih kuat, semestinya ekonomi negara RI masih tetap tumbuh. Bank Dunia memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia paling tidak masih di kisaran yang sama 5,1% seperti tahun 2014.

Riset ekonomi oleh Danareksa Research Institute (DRI) juga melihat bahwa pasar modal masih tetap berpeluang untuk tumbuh positif. Di tengah tugas dan tantangan berat tahun 2015, namun dengan perhitungan kekuatan fundamental ekonomi negara RI serta harapan yang kuat akan fokus kerja pemerintahan baru, diproyeksikan bahwa IHSG paling tidak masih berpeluang ditutup di level 5900-an di akhir tahun 2015 atau memberikan kinerja realistis sebesar +13% sepanjang tahun 2015.

REKSA DANA… YA DANAREKSA

DISCLAIMER :
INVESTASI MELALUI REKSA DANA MENGANDUNG RISIKO. CALON PEMODAL WAJIB MEMBACA DAN MEMAHAMI PROSPEKTUS SEBELUM MEMUTUSKAN UNTUK BERINVESTASI MELALUI REKSA DANA. KINERJA MASA LALU TIDAK MENCERMINKAN MASA DATANG.

31 Maret 2015
Simulasi
Investasi
DISCLAIMER COPYRIGHT 2012 Danareksa All Rights RESERVED|
PT Danareksa Investment Management terdaftar dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Republik Indonesia | DISCLAIMER