Berita

Simulasi
Investasi

Looking Strong Over Horizon

Looking Strong Over Horizon

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tampak sudah rebound kembali dari sejak keterpurukannya di akhir April 2015. Per 19 Mei 2015, IHSG ditutup di level 5.269, atau sudah pulih 3,60% sepanjang bulan Mei 2015 ini.

Pemulihan pasar saham tentu saja diikuti dengan pemulihan kinerja Reksa Dana saham. Namun yang menarik adalah, tingkat pemulihan satu produk Reksa Dana saham dengan lainnya berbeda-beda, tergantung dari isi portofolio maupun strategi pengelolaan. Tidak jarang ada beberapa produk Reksa Dana saham yang pulih lebih cepat daripada IHSG itu sendiri.

Salah satunya adalah Danareksa Mawar Rotasi Sektor Strategis (MaRSS). Produk Reksa Dana saham ini diluncurkan oleh Danareksa Investment Management (DIM) di bulan September 2012. Keunikan dari produk ini adalah strategi pengelolaannya yang memungkinkan fokus portofolio ini untuk rebalancing dan berotasi secara cepat pada sektor bisnis yang memiliki prospek cerah ke depan.

Sebagai negara yang masih giat membangun, Indonesia sangat fokus pada pembangunan fisik sarana dan pra-sarana. Hal ini tampak pada pembangunan konstruksi jalan raya, gedung-gedung pencakar langit, perumahan, pelabuhan, dan sebagainya di berbagai tempat. Pembangunan sarana dan pra-sarana memang sudah menjadi agenda utama pemerintah RI sejak dulu.

Proses pembangunan yang aktif inilah yang menjadi salah satu inspirasi investasi dari MaRSS. Pembangunan sarana dan pra-sarana akan menciptakan efek multiplier atau efek imbas pada sektor pembangunan lainnya. Misalnya, pembangunan pelabuhan akan membantu distribusi barang dan jasa secara merata dan efisien sehingga tidak menimbulkan biaya siluman.

Hilangnya biaya siluman akan menciptakan stabilitas harga, dan stabilitas harga akan menciptakan inflasi yang terkendali. Inflasi yang terkendali akan mengurangi tekanan kenaikan suku bunga sehingga berdampak positif bagi sektor perbankan serta sektor konsumsi. Begitu seterusnya efek bergulir.

Pendapat di atas mungkin ada benarnya. Hal ini terbukti dari kontribusi return dari IHSG yang didominasi oleh sektor konstruksi, perbankan, dan konsumsi dalam 1 tahun terakhir ini sebagaimana grafik di bawah:

Looking strong 1

Sedikit pelurusan persepsi definisi konstruksi vs. infrastruktur dalam IHSG. Emiten-emiten yang aktif dalam pembangunan fisik dikategorikan dalam sektor konstruksi (misalnya kontraktor, developer perumahan, dll). Sedangkan emiten-emiten yang aktif dalam pembangunan non-fisik lebih banyak termasuk dalam sektor infrastruktur (misalnya operator telekomunikasi, operator jalan tol, penyedia transportasi, kebutuhan utility, dll.)

Manajer investasi MaRSS menyadari sektor-sektor seperti konstruksi, perbankan, dan konsumsi inilah yang menjadi salah satu kunci sukses pembangunan RI. Oleh karena itu, MaRSS secara aktif berinvestasi dalam sektor-sektor tersebut maupun yang terkait di dalam pengelolaan portofolionya.

Strategi pengelolaan ini pula yang mendukung MaRSS mencapai kinerja yang kompetitif dibandingkan dengan IHSG, sebagaimana tabel di bawah:

Looking strong 2

What Goes Down, Must Come Up

Bagaimana pergerakan MaRSS terkait koreksi pasar dalam dua minggu terakhir ini? Ketika IHSG ditutup rendah di akhir April 2015, MaRSS termasuk salah satu Reksa Dana saham yang turut terimbas negatif.

Looking strong 3

Memasuki bulan Mei 2015 ketika IHSG rebound, MaRSS justru rebound lebih tinggi dibandingkan IHSG.

Looking strong 4

Salah satu kunci driver mengapa MaRSS rebound lebih tinggi adalah karena emiten-emiten dalam sektor konstruksi, perbankan, atau konsumer mayoritas adalah saham-saham berkapitalisasi besar (big-cap). Ketika pasar mengalami panic-selling, para investor biasanya akan menjual terlebih dahulu saham-saham yang likuid untuk dikonversikan menjadi uang; dan saham-saham yang likuid biasanya adalah saham-saham big-cap. Oleh karena itu, saham-saham big-cap biasanya akan turun dalam terlebih dahulu dalam situasi tersebut.

Begitu pula sebaliknya ketika pasar technical-rebound, maka investor akan terlebih dahulu mengejar kembali saham-saham big-cap tersebut yang sudah di harga bottom. Otomatis saham-saham big-cap akan rebound lebih cepat. Dengan kata lain, investasi pada MaRSS juga secara tidak langsung berinvestasi pada saham-saham big-cap.

Looking strong 5

Kapan frekwensi review dan rebalancing investasi MaRSS dilakukan? Review dan rebalancing pada portfolio dilakukan setiap bulan. Mengapa setiap bulan? Karena setiap bulan akan ada rilis data-data makro ekonomi (inflasi, account deficit, dll.) dan berdasarkan data-data itulah review dan rebalancing dilakukan.

Namun tidak tertutup kemungkinan apabila ada economic-event yang khusus (misalnya perubahan suku bunga mendadak), maka review dan rebalancing dapat dilakukan jika memang dipandang perlu.

Strategi pengelolaan MaRSS yang unik dan kinerja yang kompetitif mendorong badan riset dan penyedia informasi Reksa Dana nasional – Infovesta menganugerahkan 4-bintang dalam halaman situsnya:

Looking strong 6

(Catatan: Morningstar belum memberikan scoring bintang pada MaRSS karena syarat Morningstar untuk scoring adalah produk tersebut harus sudah berusia diatas 3 tahun. MaRSS sendiri baru diluncurkan bulan September 2012).

Di akhir kata, MaRSS merupakan salah satu produk yang unik dan direkomendasikan dalam portofolio investasi. Selain membantu menciptakan exposure pada saham-saham big-cap, MaRSS juga memberikan kenyamanan bagi investor di dalam rebalancing serta rotasi fokus pada prospective sector secara otomatis.

REKSA DANA… YA DANAREKSA

DISCLAIMER :
INVESTASI MELALUI REKSA DANA MENGANDUNG RISIKO. CALON PEMODAL WAJIB MEMBACA DAN MEMAHAMI PROSPEKTUS SEBELUM MEMUTUSKAN UNTUK BERINVESTASI MELALUI REKSA DANA. KINERJA MASA LALU TIDAK MENCERMINKAN MASA DATANG.

20 Mei 2015
Simulasi
Investasi
DISCLAIMER COPYRIGHT 2012 Danareksa All Rights RESERVED|
PT Danareksa Investment Management terdaftar dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Republik Indonesia | DISCLAIMER