Berita

Simulasi
Investasi

Market Oversold = Buying Opportunity

Market Oversold = Buying Opportunity

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sudah mengalami tekanan jual dalam sebulan terakhir ini. Pada penutupan pertengahan bulan ini tanggal 16 Mei 2016, IHSG ditutup di level 4.731 atau turun -1,91% dibandingkan bulan sebelumnya, atau -9,48% dibandingkan 12 bulan sebelumnya.

Baca juga:

Penurunan ini secara garis besar merupakan koreksi teknikal akibat respon investor global akan beberapa hal. Pertama, kabar dari Amerika Serikat bahwa bank sentral (Fed) ada kemungkinan menaikkan kembali suku bunga mereka dalam waktu dekat. Sebenarnya hal ini berarti positif karena berarti ekonomi negara mereka yang membaik, namun kenaikan suku bunga Fed dikhawatirkan berimbas pada Rupiah Indonesia. Kedua, kenyataan bahwa ekonomi China yang masih belum sepenuhnya membaik. Selain itu dari sisi domestik, para pelaku pasar masih menunggu keputusan BI terkait benchmark suku bunga yang akan digunakan.

Bagaimana investor Indonesia harus bersikap atas konsolidasi pasar IHSG ini? Menurut pandangan kami, sebaiknya investor tetap tenang dan melihat situasi ini secara lebih luas.

Jadi Bagaimana Strategi Investasi Untuk Ke Depan?

Hingga saat ini, masih banyak investor yang masih berusaha market-timing di dalam berinvestasi dengan memanfaatkan pergerakan pasar. Dalam beberapa kasus, market-timing memang dapat memberikan return yang memuaskan. Namun riset membuktikan bahwa market-timing mustahil dilakukan secara konsisten dalam jangka panjang.

Oleh karena itu, pertama, direkomendasikan strategi berinvestasi secara regular dan disiplin, yang biasa disebut Dollar Cost Averaging. Dengan melakukan strategi Dollar Cost Averaging, maka investor akan memiliki horizon investasi jangka panjang dan keputusan untuk tetap berinvestasi tidak harus terpengaruh apakah saat itu pasar sedang naik atau turun.

Dollar Cost Averaging memberikan win-win solution bagi investor. Ketika market naik, maka nilai portofolionya berarti akan bertambah. Dan ketika market turun, maka investor berarti akan membeli di harga lebih murah.

Kedua, melakukan diversifikasi pada portofolio dengan investasi pada sektor yang lebih defensif. Salah satu sektor yang defensif adalah sektor konsumsi. Secara sederhana, dapat dikonsepsikan bahwa manusia akan terus berkonsumsi terlepas apakah saat itu market sedang naik atau turun.

Khususnya untuk Indonesia, secara demografis, jumlah penduduk yang besar menjadi modal utama bagi ketahanan dan pertumbuhan konsumsi yang tinggi. Hal ini terbukti di saat krisis keuangan global tahun 2008, dimana fundamental ekonomi Indonesia tetap kokoh dan terhindar dari imbas krisis berkat ketahanan sektor konsumsi domestik.

Salah satu produk dimana investor dapat berpartisipasi pada sektor konsumsi nasional adalah Danareksa Mawar Konsumer 10. Data menunjukkan, semenjak peluncurannya di Februari 2011, Danareksa Mawar Konsumer 10 memberikan hasil yang lebih kompetitif dibandingkan IHSG. Ketika terjadi koreksi IHSG pada satu satu tahun terakhir ini sebesar -9,48%, Danareksa Mawar Konsumer 10 relatif lebih defensif (hanya -3,15%) sampai pertengahan Mei kemarin seperti dalam grafik di bawah ini:

reksadana danareksa artikel market oversold = buying opportunity 1

Ketiga, memanfaatkan momentum koreksi ini sebagai buying opportunity. Sangat direkomendasikan bagi para investor untuk segera berinvestasi saat ini di saat market sedang turun. Likuidasi yang tinggi serta valuasi pasar yang murah sangat berpotensi untuk mendorong IHSG rebound kembali. Bagi investor yang ingin mendapatkan potensi hasil investasi yang kompetitif ke depannya, sekaranglah saat yang tepat untuk kembali ke market.

Warren Buffett, pakar investasi dari Amerika Serikat yang sudah tidak asing lagi dan Chairman dari perusahaan Berkshire Hathaway, Inc., menulis surat kepada para pemegang sahamnya di tahun 2004 dengan mengatakan: “Be Fearful When Others Are Greedy and Greedy When Others Are Fearful.” Tampaknya memang sekaranglah saatnya bagi investor untuk “greedy”.

Perhatian:
• Publikasi ini bukan merupakan suatu bentuk tawaran untuk menjual atau membeli efek atau derivatifnya yang termuat dalam publikasi ini. Isi dari publikasi ini bukan merupakan nasehat investasi kepada pihak manapun. Rekomendasi yang termuat dalam publikasi ini belum tentu sesuai untuk setiap calon investor. Meskipun seluruh  informasi yang termuat dalam publikasi ini diperoleh dari sumber yang kami percaya, namun kami tidak menjamin keakuratan dan kelengkapannya. Pendapat dan rekomendasi yang termuat dalam publikasi ini berlaku terbatas pada tanggal pembuatan dan setiap saat dapat berubah dan diubah oleh PT Danareksa Investment Management (“DIM”) tanpa pemberitahuan sebelumya. DIM tidak berkewajiban memperbaharui atau menambahi informasi yang termuat dalam publikasi ini. Publikasi ini ditujukan sebagai informasi dan tidak bertujuan untuk membentuk suatu dasar keputusan investasi. Investor harus menetapkan sendiri setiap keputusan sesuai dengan kebutuhan dan strategi investasi dengan mempertimbangkan masalah hukum, pajak dan akuntasi. DIM maupun setiap karyawan dan afiliasinya tidak bertanggung jawab terhadap setiap keputusan investasi yang diambil oleh investor.
• Hak milik atas bentuk dan isi presentasi ini sepenuhnya dilindungi oleh peraturan perundangan yang berlaku di Indonesia khususnya tentang hak cipta bagi kemanfaatan DIM. Tidak diperkenankan seorangpun melakukan fotokopi, menyalin, mereproduksi baik secara manual maupun elektronik atau dengan cara apapun sebagian atau seluruhnya yang dapat berakibat dokumen ini digandakan dan digunakan baik untuk tujuan ekonomis atau tujuan lainnya tanpa ada persetujuan terlebih dahulu dari DIM. Investasi melalui Reksa Dana mengandung risiko. Calon Pemodal wajib membaca dan memahami Prospektus sebelum memutuskan untuk berinvestasi melalui Reksa Dana.  Kinerja masa lalu tidak mencerminkan kinerja masa datang. Reksa Dana adalah produk pasar  modal dan BUKAN merupakan produk perbankan; BUKAN  merupakan bagian dari simpanan pihak ketiga yang terikat pada jangka waktu tertentu serta TIDAK termasuk objek dalam program penjaminan pemerintah.
20 Mei 2016
Simulasi
Investasi
DISCLAIMER COPYRIGHT 2012 Danareksa All Rights RESERVED|
PT Danareksa Investment Management terdaftar dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Republik Indonesia | DISCLAIMER