Berita

Simulasi
Investasi

MARKET RECOVERY - ON TRACK

MARKET RECOVERY - ON TRACK

Topik pasar modal hingga hari ini mungkin masih seputar topik yang sama: pergerakan Harga Saham Gabungan (IHSG) dalam beberapa minggu terakhir ini. Dari rekor tertinggi di level 5.523 di penutupan 7 April 2015, dan akhirnya ditutup 30 April 2015 di level 5.086 atau turun -2,69% sejak awal tahun 2015. Level ini merupakan level terendah sepanjang tahun 2015 ini.

Seperti yang sudah diperkirakan sebelumnya, fenomena ini lebih seperti kepanikan sesaat saja. IHSG rebound dan kembali melejit pada penutupan 18 Mei 2015 di level 5.237, atau sudah recover 3% dalam waktu kurang dari 3 minggu saja, sebagaimana grafik di bawah ini.

market recovery

Dari diskusi-diskusi sebelumnya, investor selalu direkomendasikan agar jangan redeem ketika pasar sedang turun. Apalagi ketika fundamental ekonomi tetap sehat, maka tidak ada alasan untuk panic-redeem, karena biasanya market akan recover dalam waktu singkat – dan memang terbukti demikian adanya.

Justru ketika pasar sedang turun, investor disarankan untuk masuk secara bertahap agar memperoleh unit lebih banyak ketika harga sedang murah sehingga pada akhirnya akan memiliki unit dengan harga rata-rata lebih murah (cost averaging).

Sebagai contoh sampel penelitian adalah Danareksa Mawar Konsumer 10, dimana disimulasikan seorang investor melakukan subscribe ketika IHSG sedang turun seperti situasi di atas:

market recovery 1

Perhatikan bahwa ketika pasar sedang turun dan dengan harga NAB/Unit yang lebih murah, investor akan memperoleh jumlah Unit Penyertaan (UP) yang lebih banyak. Harga rata-rata NAB/unit yang dibayar juga menjadi lebih murah karena secara rata-rata dihitung menurun (averaging down).

Industri Reksa Dana

Bagaimana dengan industri Reksa Dana sendiri? Sedikit informasi bahwa secara nasional, dana kelolaan industri Reksa Dana masih tumbuh sepanjang 2015, dan yang terpenting masih mencatat pertumbuhan positif jumlah Unit Penyertaan (UP) di penutupan April 2015 ini ketika IHSG sedang terkoreksi:

market recovery 3

Nilai total dana kelolaan dari Maret – April 2015 kurang lebih sama, namun jumlah UP bertambah 8 miliar unit. Dari pertambahan UP sebesar 8 miliar ini, 2,4 miliar berasal dari pertumbuhan UP Reksa Dana saham.

Hal ini adalah bukti yang menunjukkan bahwa para investor Indonesia sudah mulai “melek investasi” dan paham pentingnya strategi untuk subscribe ketika pasar sedang turun. Ketika para investor asing berlomba-lomba keluar dari pasar saham, investor Reksa Dana domestik justru berbondong-bondong masuk di harga bottom. Ketika pasar sedang recover seperti saat ini, merekalah yang akan menikmati hasilnya. Bagi investor yang tidak ikut, sangat disayangkan “ketinggalan kereta”.

Memang betul, berinvestasi itu perlu sabar berstrategi. Mengutip anekdot salah seorang manajer investasi di pasar: “Berinvestasi itu ibarat perlombaan berebut donat. Yang sabar akan memperoleh donatnya. Yang tidak sabar hanya dapat lubang tengahnya (alias tidak dapat apa-apa).”

REKSA DANA… YA DANAREKSA

DISCLAIMER :
INVESTASI MELALUI REKSA DANA MENGANDUNG RISIKO. CALON PEMODAL WAJIB MEMBACA DAN MEMAHAMI PROSPEKTUS SEBELUM MEMUTUSKAN UNTUK BERINVESTASI MELALUI REKSA DANA. KINERJA MASA LALU TIDAK MENCERMINKAN MASA DATANG.

19 Mei 2015
Simulasi
Investasi
DISCLAIMER COPYRIGHT 2012 Danareksa All Rights RESERVED|
PT Danareksa Investment Management terdaftar dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Republik Indonesia | DISCLAIMER