Berita

Simulasi
Investasi

Mengukur Kinerja Reksa Dana

Mengukur Kinerja Reksa Dana

PRESTASI = SHARPE RATIO 

Sebagai investor ketika memilih sebuah investasi Reksa Dana, sering kali memiliki kriteria yang berbeda-beda. Kinerja atau return Reksa Dana adalah indikator yang paling banyak digunakan secara umum. Akan tetapi, pemilihan berdasarkan kinerja saja sering kali kurang tepat. Mengapa? Karena seleksi hanya berdasarkan angka kinerja saja tanpa melihat lebih jauh akan fluktuasi Reksa Dana yang bersangkutan (yang dinyatakan oleh standar deviasi), justru bisa mendorong pemilihan produk yang kurang sesuai dengan profil risikonya. Angka return yang tinggi namun dengan standar deviasi yang tinggi juga menunjukkan berarti produk Reksa Dana tersebut sesungguhnya berisiko tinggi. 

Kemudian munculah indikator Sharpe Ratio (SR) yang diciptakan oleh William Sharpe dan menghantarkannya menerima Hadiah Nobel bidang ekonomi tahun 1990 atas penciptaan formula indikator tersebut.

SR sendiri menghitung seberapa besar kelebihan imbal hasil (excess return) dari instrumen investasi yang bersangkutan dibandingkan dengan investasi bebas risiko (risk-free) atas setiap risiko yang diambil (catatan: instrumen yang dinyatakan risk-free biasanya adalah Surat Utang Negara). Semakin tinggi angka SR, semakin baik. Jadi misalnya jika sebuah Reksa Dana saham memiliki angka SR sebesar 0,23 maka dapat diinterpretasikan bahwa atas setiap 1% risiko yang diambil investor, maka produk tersebut memberikan tambahan imbal hasil 0,23%.

Apabila pasar modal sedang bearish, maka angka SR menjadi minus. Ketika seluruh instrumen investasi memberikan angka SR negatif, otomatis interpretasi Sharpe Ratio menjadi kebalikannya; semakin kecil angka negatifnya, semakin baik.

Untuk contoh lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel dibawah ini:

mengukur rd 1

Tabel SR di atas adalah data per akhir tahun 2015. Karena pasar saham mengalami penurunan selama 2015, maka tidak mengherankan jika angka SR di investasi saham pun menjadi negatif pula. Patut diingat kembali bahwa semakin kecil angka negatifnya, semakin baik.

Dalam contoh tabel di atas, produk Reksa Dana saham Danareksa Mawar Konsumer 10 memiliki angka SR terbaik dengan -0,59 (minus terkecil), dimana SR dari IHSG adalah -1,04. Bahkan rata-rata SR dari Reksa Dana saham nasional (yang dinyatakan oleh Infovesta Equity Fund Index) masih memiliki SR -1,04.

Untuk SR selama 3 tahun juga menunjukkan hal yang sama. Danareksa Mawar Konsumer 10 memiliki angka SR yang lebih baik dibandingkan IHSG maupun Infovesta Equity Fund Index.

 

KONSISTENSI = INFORMATION RATIO

SR akhirnya menjadi indikator yang paling banyak digunakan oleh investor global. Tetapi kadang-kadang indikator SR sendiri memiliki kelemahan yakni ketika pasar modal berfluktuasi tajam sehingga tercipta situasi dimana ada angka SR yang positif dan ada yang negatif, sehingga interpretasi perbandingan angka indikator SR tersebut menjadi membingungkan. 

Akhirnya banyak investor mulai menggunakan indikator lain selain SR agar lebih obyektif. Investor menyadari bahwa mengandalkan SR saja tidak cukup. Konsistensi pengelolaan kinerja dari sebuah Reksa Dana juga dirasakan perlu. Atas dasar itulah, akhirnya muncul indikator baru yang disebut Information Ratio (IR).

Secara definisi, IR adalah indikator yang menunjukkan seberapa jauh konsistensi manajer investasi dalam upaya mengalahkan indeks. Dalam beberapa argumentasi, IR diunggulkan sebagai indikator yang menunjukkan seberapa besar pengelolaan aktif dari manajer investasi yang dikontribusikan secara konsisten di dalam pengelolaan investasi. Sedangkan di sisi lain, Sharpe Ratio (SR) sendiri tidak menangkap konsistensi kerja manajer investasinya sehingga ada potensi bahwa angka SR yang tinggi bisa saja karena pergerakan pasar yang sedang bullish sementara manajer investasinya sendiri pasif.

Infovesta sendiri mendefinisikan IR sebagai rasio yang mengukur konsistensi dari Reksa Dana untuk menghasilkan return yang berbeda dari benchmark yang menjadi acuan. Semakin besar Information Ratio (IR) menunjukkan bahwa Reksa Dana tersebut mampu secara stabil mengalahkan benchmark.

Contoh IR dapat dilihat pada tabel di bawah ini:

mengukur rd 2

Tabel IR di atas adalah data per akhir tahun 2015. IHSG tidak memiliki angka IR karena IHSG sendiri merupakan sebuah acuan (benchmark). Danareksa Mawar Konsumer 10 kembali menujukkan IR yang paling tinggi; berarti kinerjanya mampu selalu mengalahkan kinerja IHSG dan rata-rata Reksa Dana saham lain di industri ini dengan konsistensi yang sangat tinggi baik untuk periode 1 tahun maupun 3 tahun.

Dari informasi di atas, dapat disimpulkan pemilihan produk investasi Reksa Dana memang dapat berdasarkan beberapa kriteria. Selain pengukuran dari sisi return dan Sharpe Ratio (SR) yang sudah cukup umum, ada baiknya juga jika konsistensi performa dari Reksa Dana tersebut di dalam mengalahkan acuan – yang dinyatakan dalam bentuk indikator Information Ratio (IR) – dapat dipertimbangkan.

REKSA DANA… YA DANAREKSA 

Perhatian:

• Publikasi ini bukan merupakan suatu bentuk tawaran untuk menjual atau membeli efek atau derivatifnya yang termuat dalam publikasi ini. Isi dari publikasi ini bukan merupakan nasehat investasi kepada pihak manapun. Rekomendasi yang termuat dalam publikasi ini belum tentu sesuai untuk setiap calon investor. Meskipun seluruh  informasi yang termuat dalam publikasi ini diperoleh dari sumber yang kami percaya, namun kami tidak menjamin keakuratan dan kelengkapannya. Pendapat dan rekomendasi yang termuat dalam publikasi ini berlaku terbatas pada tanggal pembuatan dan setiap saat dapat berubah dan diubah oleh PT Danareksa Investment Management (“DIM”) tanpa pemberitahuan sebelumya. DIM tidak berkewajiban memperbaharui atau menambahi informasi yang termuat dalam publikasi ini. Publikasi ini ditujukan sebagai informasi dan tidak bertujuan untuk membentuk suatu dasar keputusan investasi. Investor harus menetapkan sendiri setiap keputusan sesuai dengan kebutuhan dan strategi investasi dengan mempertimbangkan masalah hukum, pajak dan akuntasi. DIM maupun setiap karyawan dan afiliasinya tidak bertanggung jawab terhadap setiap keputusan investasi yang diambil oleh investor.
• Hak milik atas bentuk dan isi presentasi ini sepenuhnya dilindungi oleh peraturan perundangan yang berlaku di Indonesia khususnya tentang hak cipta bagi kemanfaatan DIM. Tidak diperkenankan seorangpun melakukan fotokopi, menyalin, mereproduksi baik secara manual maupun elektronik atau dengan cara apapun sebagian atau seluruhnya yang dapat berakibat dokumen ini digandakan dan digunakan baik untuk tujuan ekonomis atau tujuan lainnya tanpa ada persetujuan terlebih dahulu dari DIM. Investasi melalui Reksa Dana mengandung risiko. Calon Pemodal wajib membaca dan memahami Prospektus sebelum memutuskan untuk berinvestasi melalui Reksa Dana.  Kinerja masa lalu tidak mencerminkan kinerja masa datang. Reksa Dana adalah produk pasar  modal dan BUKAN merupakan produk perbankan; BUKAN  merupakan bagian dari simpanan pihak ketiga yang terikat pada jangka waktu tertentu serta TIDAK termasuk objek dalam program penjaminan pemerintah.
11 Januari 2016
Simulasi
Investasi
DISCLAIMER COPYRIGHT 2012 Danareksa All Rights RESERVED|
PT Danareksa Investment Management terdaftar dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Republik Indonesia | DISCLAIMER