Berita

Simulasi
Investasi

Menjaring Momentum di Tengah Konsolidasi Pasar Modal

Menjaring Momentum di Tengah Konsolidasi Pasar Modal

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami tekanan jual dalam 2 hari terakhir ini. Berdasarkan data penutupan per tanggal 27 April 2015, IHSG ditutup di level 5.245 atau turun -3,49% dibandingkan penutupan sehari sebelumnya. Secara keseluruhan, IHSG masih berkinerja positif sekitar 0,36% sejak awal tahun 2015.

Mengingat fundamental ekonomi Indonesia yang tidak berubah, penurunan IHSG ini dapat dikatakan sebagai fenomena konsolidasi pasar. Kenaikan IHSG menembus mencapai rekor tertinggi di level 5.523 di penutupan 7 April 2015 tentu saja memberikan kesempatan bagi para investor untuk profit-taking.

Para pemain asing yang mendominasi pasar saham tampak beramai-ramai mengambil untung dan menunggu sejenak. Dari informasi yang ada, transaksi net sell dana asing di pasar saham pada penutupan 27 April 2015 mencapai lebih dari Rp. 2 Trilliun.

menjaring 1

Tekanan jual IHSG ini juga terasa di pasar obligasi. Yield curve dari obligasi pemerintah per tanggal 28 April 2015 tampak bergeser naik dibandingkan bulan lalu (yield curve naik berarti harga obligasi turun). Profit-taking tampaknya tidak hanya terjadi di pasar saham, namun juga pasar obligasi. Yield yang dianggap masih atraktif dari obligasi Indonesia mendorong dana asing masuk sejak awal tahun ini, dan pada satu titik tentu saja akan mendorong mereka untuk profit-taking ketika dirasa sudah untung. Berdasarkan data per 17 April 2015, kepemilikan asing atas obligasi Indonesia lebih dari Rp. 505 Triliun (atau 38% dari total Rp. 1.319 Triliun).

menjaring 2

Ada yang menyebutkan bahwa penurunan indeks ini sebagai cermin bahwa ekonomi Indonesia sedang mengalami penurunan. Sesungguhnya tidak tepat juga. Memang, pertumbuhan ekonomi di kuartal I 2015 ini diperkirakan dibawah 5% per tahun (ekspektasi di level 5%). Namun hal ini disebabkan karena APBN-P (Perubahan) 2015 baru disahkan bulan Februari 2015 kemarin, sehingga tentu saja penyerapannya hingga Maret 2015 masih akan rendah.

Mulai semester II nanti, seharusnya geliat ekonomi mulai terasa. Hal ini karena penyerapan APBN-P sudah mulai meningkat dan juga efek dari aktivitas Pilkada 2015 yang sudah dilakukan serentak sejak April ini.

Diperkirakan bahwa konsolidasi di pasar modal ini tidak akan berlangsung lama dan pasar akan technical rebound kembali. Posisi primadona Indonesia sebagai target investasi global, baik di pasar saham maupun obligasi, semenjak awal tahun 2015 ini tentu saja di sisi lain membawa risiko akan menjadi target profit-taking pula ketika naik sudah cukup tinggi. Likuiditas yang besar dari profit-taking, ditambah valuasi pasar modal yang sudah lebih murah tentu saja akan dapat mendorong para investor untuk masuk kembali dalam waktu yang tidak lama lagi.

Jadi Apa Yang Harus Dilakukan?

Langkah pertama: Jangan Panik.

Konsolidasi pasar ketika indeks sudah tinggi adalah hal yang normal. Sekedar informasi, P/E IHSG setelah koreksi saat ini di level 15x, sudah termasuk average dibandingkan regional.

Langkah kedua: Tentukan keputusan investasi.

1. Bagi investor yang belum masuk, inilah saatnya untuk masuk (time to buy).

2. Bagi investor risk-averse, direkomendasikan agar masuk secara bertahap (Dollar Cost Averaging).

3. Bagi investor yang sudah masuk terlanjur masuk, diharapkan untuk tetap tenang dan stay. Tindakan redemption tidak dianjurkan agar nanti tidak “ketinggalan kereta” ketika pasar berbalik rebound. Bahkan direkomendasikan untuk masuk top-up secara bertahap, agar average cost yang ada menjadi lebih murah.

4. Bagi investor yang sudah profit-taking, boleh investasi kembali ke pasar secara bertahap, atau menempatkan hasil profit-taking tersebut sementara waktu di Reksa Dana pasar uang (sebagai depository sementara) sambil menunggu untuk masuk kembali.

REKSA DANA… YA DANAREKSA

DISCLAIMER :
INVESTASI MELALUI REKSA DANA MENGANDUNG RISIKO. CALON PEMODAL WAJIB MEMBACA DAN MEMAHAMI PROSPEKTUS SEBELUM MEMUTUSKAN UNTUK BERINVESTASI MELALUI REKSA DANA. KINERJA MASA LALU TIDAK MENCERMINKAN MASA DATANG.

28 April 2015
Simulasi
Investasi
DISCLAIMER COPYRIGHT 2012 Danareksa All Rights RESERVED|
PT Danareksa Investment Management terdaftar dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Republik Indonesia | DISCLAIMER