Berita

Simulasi
Investasi

Momentum Pertumbuhan Kelas Menengah Indonesia

Momentum Pertumbuhan Kelas Menengah Indonesia

Tahun 2015 sudah ditutup dengan penurunan IHSG -12,13% dibandingkan penutupan tahun 2014 sebelumnya. Pelemahan ekonomi China serta masih belum pulihnya ekonomi kawasan Euro menjadi salah satu pemicu pelemahan bursa kawasan Asia. Di sisi lain, pemulihan ekonomi Amerika yang sudah on-track mendorong pula menguatnya mata uang USD terhadap mata uang dunia lainnya.

Akan tetapi, tahun 2016 ini seharusnya bisa menjadi tahun pemulihan. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi akan ditutup di atas level 5.000 di akhir 2016 nanti. Langkah langkah pemerintah dengan menelurkan beberapa jilid paket kebijakan ekonomi menjelang akhir tahun 2015 semestinya mulai memberikan dampak positif di tahun 2016. Inflasi juga terkendali selama 2015 di level 3,35% yoy. Geliat fokus pembangunan pemerintah di bidang infrastruktur juga akan menciptakan lapangan kerja lebih. Ditambah pula dengan penurunan harga BBM di awal Januari 2016 ini yang seharusnya mampu mendongkrak daya beli masyarakat secara keseluruhan.

Sektor konsumsi sendiri secara historis menyumbang hampir dua per tiga pertumbuhan dari PDB Indonesia. Pertumbuhan kelas menengah Indonesia merupakan main-driver kuatnya sektor konsumsi ini. Sektor konsumsi ini, yang dimotori oleh pertumbuhan kelas menengah, masih tetap memiliki peluang sebagai kontributor ekonomi Indonesia yang terbesar dalam jangka panjang. Kementerian Keuangan Republik Indonesia memprediksi adanya pertumbuhan kelas menengah sebesar 64% (di tahun 2012 berjumlah 41,6 juta jiwa dan 2020 berjumlah 68,2 juta jiwa).

pertumbuhan kelas 1

Kuatnya sektor konsumsi juga tercermin dari IHSG. Grafik di bawah adalah pertumbuhan pemulihan IHSG dibandingkan sub-sektor lainnya di akhir 2008 (ketika saat itu IHSG turun lebih dari 50%). Hingga akhir 2015 kemarin, tampak bahwa sektor konsumsi merupakan sub-sektor yang paling solid pertumbuhannya.

pertumbuhan kelas 2

Melihat kondisi di atas, tentunya ini berarti terbuka peluang untuk berinvestasi pada kegiatan ekonomi yang terkait dengan kelompok konsumer ini agar tidak ketinggalan momentum. Danareksa Investment Management (DIM) telah lama memahami peluang investasi ini dan memasarkan produk Reksa Dana Saham yang berorientasi di sektor konsumsi, yakni Danareksa Mawar Konsumer 10 yang diluncurkan pada bulan Februari 2011. Produk Danareksa Mawar Konsumer 10 adalah Reksa Dana Saham dengan fokus investasi pada saham-saham yang terkait dengan sektor konsumsi.

Dari sisi kinerja, Danareksa Mawar Konsumer 10 juga membukukan kinerja yang lebih baik dibandingkan dengan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sebagai acuannya:

pertumbuhan kelas 3

Dalam jangka pendek, pasar modal memang masih akan berfluktuatif. Akan tetapi dengan pengelolaan portofolio yang berorientasi pada sektor konsumsi dan strategi pemilihan saham secara selektif (selective buying), serta didukung oleh riset fundamental ekonomi yang mendalam, maka produk Danareksa Mawar Konsumer 10 ini dapat direkomendasi menjadi pilihan alternatif investasi guna mendorong imbal hasil portofolio Reksa Dana secara keseluruhan agar lebih optimal. 

Reksa Dana… Ya Danareksa

Perhatian:

• Publikasi ini bukan merupakan suatu bentuk tawaran untuk menjual atau membeli efek atau derivatifnya yang termuat dalam publikasi ini. Isi dari publikasi ini bukan merupakan nasehat investasi kepada pihak manapun. Rekomendasi yang termuat dalam publikasi ini belum tentu sesuai untuk setiap calon investor. Meskipun seluruh  informasi yang termuat dalam publikasi ini diperoleh dari sumber yang kami percaya, namun kami tidak menjamin keakuratan dan kelengkapannya. Pendapat dan rekomendasi yang termuat dalam publikasi ini berlaku terbatas pada tanggal pembuatan dan setiap saat dapat berubah dan diubah oleh PT Danareksa Investment Management (“DIM”) tanpa pemberitahuan sebelumya. DIM tidak berkewajiban memperbaharui atau menambahi informasi yang termuat dalam publikasi ini. Publikasi ini ditujukan sebagai informasi dan tidak bertujuan untuk membentuk suatu dasar keputusan investasi. Investor harus menetapkan sendiri setiap keputusan sesuai dengan kebutuhan dan strategi investasi dengan mempertimbangkan masalah hukum, pajak dan akuntasi. DIM maupun setiap karyawan dan afiliasinya tidak bertanggung jawab terhadap setiap keputusan investasi yang diambil oleh investor.
• Hak milik atas bentuk dan isi presentasi ini sepenuhnya dilindungi oleh peraturan perundangan yang berlaku di Indonesia khususnya tentang hak cipta bagi kemanfaatan DIM. Tidak diperkenankan seorangpun melakukan fotokopi, menyalin, mereproduksi baik secara manual maupun elektronik atau dengan cara apapun sebagian atau seluruhnya yang dapat berakibat dokumen ini digandakan dan digunakan baik untuk tujuan ekonomis atau tujuan lainnya tanpa ada persetujuan terlebih dahulu dari DIM. Investasi melalui Reksa Dana mengandung risiko. Calon Pemodal wajib membaca dan memahami Prospektus sebelum memutuskan untuk berinvestasi melalui Reksa Dana.  Kinerja masa lalu tidak mencerminkan kinerja masa datang. Reksa Dana adalah produk pasar  modal dan BUKAN merupakan produk perbankan; BUKAN  merupakan bagian dari simpanan pihak ketiga yang terikat pada jangka waktu tertentu serta TIDAK termasuk objek dalam program penjaminan pemerintah.
06 Januari 2016
Simulasi
Investasi
DISCLAIMER COPYRIGHT 2012 Danareksa All Rights RESERVED|
PT Danareksa Investment Management terdaftar dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Republik Indonesia | DISCLAIMER