Berita

Simulasi
Investasi

Pasar Obligasi Global : Searching For Yield

Pasar Obligasi Global : Searching For Yield

Seperti yang sudah diulas sebelumnya, saat ini perekonomian global masih was-was dengan kondisi yang kurang pasti. Ekonomi AS memang tumbuh, namun tidak setinggi yang diharapkan. China sendiri melambat. Jepang masih stagnan. Eropa masih berjuang keluar dari keterpurukan masalah ekonomi dan pengangguran. Harga komoditi cenderung turun. Bursa saham global bereaksi negatif pula sebagai akibatnya.

Di tengah uncertainty, investor otomatis mencari instrumen safe haven - yang notabene adalah instrumen yang dijamin pemerintah alias obligasi pemerintah atau surat utang negara.

Di sisi lain, negara-negara Eropa dan Jepang juga mulai berlomba-lomba menurunkan suku bunga dan terus melakukan program buyback atas obligasi pemerintahannya. Dikombinasikan dengan para investor global yang juga giat membeli obligasi negara sebagai safe haven, tidak mengherankan fenomena ini akhirnya mendorong yield dari obligasi negara menjadi negatif, khususnya di negara-negara kawasan Euro dan Jepang, sebagai mana grafik dibawah:

reksadana_danareksa_article_obligasi searching for yield 1

Dengan situasi di mana yield cenderung turun, investor obligasi global otomatis mencari obligasi negara-negara lain yang masih atraktif. Alhasil, yield obligasi negara-negara lain juga mengalami penurunan, termasuk Indonesia. Berdasarkan informasi dari Kementerian Keuangan RI, kepemilikan asing atas Surat Utang Negara (SUN) RI hingga minggu pertama Februari 2016 mencapai hampir Rp. 500 T atau 39,3%. Kepemilikan asing ini meningkat dibandingkan akhir Desember 2015 lalu sebesar 38,2%.

Arus investor global yang memburu SUN akhirnya mendorong yield SUN bergeser turun sebagaimana grafik dibawah ini:

reksadana_danareksa_article_obligasi searching for yield 2

Mengapa SUN RI turut menjadi incaran investor global? Indonesia saat ini dipandang sebagai salah satu Emerging Markets yang diperhitungkan untuk 2016. Hal ini diperkuat dengan sebuah artikel yang diterbitkan 9 Feb 2016 lalu oleh TheStreet.com bertajuk: “Where Should You Invest in Southeast Asia? Go For Indonesia” (http://www.thestreet.com/story/13451744/1/whereshould-you-invest-in-southeast-asia-go-for-indonesia.html).

Artikel tersebut mengulas kenaikan pengeluaran pemerintah RI untuk pembangunan infrastruktur (jalan tol, pelabuhan, jembatan, dll.) akan menjadi kunci penting menguatnya ekonomi RI ke depan nanti. Kemampuan pemerintah menjaga inflasi dan suku bunga yang stabil menjadi faktor yang sangat krusial juga.

Karena SUN didenominasikan dalam Rupiah, investor global yang masuk ke Indonesia untuk membeli SUN otomatis menukarkan uangnya ke dalam Rupiah juga yang berarti permintaan Rupiah meningkat. Hal ini terbukti dari terapresiasinya mata uang Rupiah saat ini di kisaran level Rp. 13.480,- ; menguat dibandingkan sejak akhir tahun 2015 dari level Rp. 13.800,-.

reksadana_danareksa_article_obligasi searching for yield 3

Fenomena di atas tentu saja berdampak positif bagi portofolio investasi obligasi, khususnya Reksa Dana berbasis pendapatan tetap. Hal ini terbukti pada kinerja salah satu flagship produk Reksa Dana Pendapatan Tetap dari Danareksa Investment Management (DIM), yakni Danareksa Melati Pendapatan Utama

Dikombinasikan dengan pengelolaan yang kuat, Danareksa Melati Pendapatan Utama mampu memberikan kinerja yang lebih solid dibandingkan kompetitor sejenis, sebagaimana tabel dibawah:

reksadana_danareksa_article_obligasi searching for yield 4

Akhir kata, kondisi saat ini dimana investor global yang mencari-cari better yield dapat menjadi momentum yang tepat bagi investor lokal untuk turut serta menikmatinya melalui investasi dalam Reksa Dana Pendapatan Tetap. Kondisi ketidakpastian ekonomi global ini mungkin tidak akan selesai dalam waktu singkat. Tren searching for yield oleh investor global juga mungkin masih akan berlangsung lebih lama, yang otomatis diharapkan dapat terus memberikan implikasi positif bagi pasar SUN Indonesia dan Reksa Dana Pendapatan Tetap.

REKSA DANA… YA DANAREKSA

Perhatian:
• Publikasi ini bukan merupakan suatu bentuk tawaran untuk menjual atau membeli efek atau derivatifnya yang termuat dalam publikasi ini. Isi dari publikasi ini bukan merupakan nasehat investasi kepada pihak manapun. Rekomendasi yang termuat dalam publikasi ini belum tentu sesuai untuk setiap calon investor. Meskipun seluruh  informasi yang termuat dalam publikasi ini diperoleh dari sumber yang kami percaya, namun kami tidak menjamin keakuratan dan kelengkapannya. Pendapat dan rekomendasi yang termuat dalam publikasi ini berlaku terbatas pada tanggal pembuatan dan setiap saat dapat berubah dan diubah oleh PT Danareksa Investment Management (“DIM”) tanpa pemberitahuan sebelumya. DIM tidak berkewajiban memperbaharui atau menambahi informasi yang termuat dalam publikasi ini. Publikasi ini ditujukan sebagai informasi dan tidak bertujuan untuk membentuk suatu dasar keputusan investasi. Investor harus menetapkan sendiri setiap keputusan sesuai dengan kebutuhan dan strategi investasi dengan mempertimbangkan masalah hukum, pajak dan akuntasi. DIM maupun setiap karyawan dan afiliasinya tidak bertanggung jawab terhadap setiap keputusan investasi yang diambil oleh investor.
• Hak milik atas bentuk dan isi presentasi ini sepenuhnya dilindungi oleh peraturan perundangan yang berlaku di Indonesia khususnya tentang hak cipta bagi kemanfaatan DIM. Tidak diperkenankan seorangpun melakukan fotokopi, menyalin, mereproduksi baik secara manual maupun elektronik atau dengan cara apapun sebagian atau seluruhnya yang dapat berakibat dokumen ini digandakan dan digunakan baik untuk tujuan ekonomis atau tujuan lainnya tanpa ada persetujuan terlebih dahulu dari DIM. Investasi melalui Reksa Dana mengandung risiko. Calon Pemodal wajib membaca dan memahami Prospektus sebelum memutuskan untuk berinvestasi melalui Reksa Dana.  Kinerja masa lalu tidak mencerminkan kinerja masa datang. Reksa Dana adalah produk pasar  modal dan BUKAN merupakan produk perbankan; BUKAN  merupakan bagian dari simpanan pihak ketiga yang terikat pada jangka waktu tertentu serta TIDAK termasuk objek dalam program penjaminan pemerintah.
12 Februari 2016
Simulasi
Investasi
DISCLAIMER COPYRIGHT 2012 Danareksa All Rights RESERVED|
PT Danareksa Investment Management terdaftar dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Republik Indonesia | DISCLAIMER