Berita

Simulasi
Investasi

Prinsip-Prinsip Dasar Ekonomi Islam (Bagian 2)

Prinsip-Prinsip Dasar Ekonomi Islam (Bagian 2)

Menyikapi Konsep Kelangkaan

Dengan konsep Ar-Razaq, maka penyikapan konsep kelangkaan sumberdaya menjadi berbeda dengan ekonomi konvensional. Secara umum, kelangkaan sumberdaya ini dibagi menjadi 2, yaitu:

  1. Absoulute scarcity (kelangkaan absolut), yaitu kelangkaan sumberdaya akibat keterbatasan jumlah sumberdaya yang dimiliki.
  2. Relative scarcity (kelangkaan relatif), yaitu kelangkaan yang terjadi akibat keterbatasan “human knowledge” (pengetahuan yang dimiliki manusia) dan atau “unjust system” (ketidakadilan sistem), bukan karena keterbatasan jumlah sumberdaya yang ada.

Jaminan rezeki dari Allah SWT selama manusia mau berikhtiar menunjukan tidak adanya absolute scarcity. Pada dasarnya Allah SWT menciptakan langit, bumi beserta seluruh isinya untuk kepentingan kehidupan manusia. Dengan konsepsi ini, maka dari sisi jumlah, sumberdaya yang ada menjadi tidak terbatas. Kalaupun ada sumberdaya yang dapat habis seperti sumber energi yang tidak terbarukan, maka sumberdaya alternatif akan selalu ada sehingga manusia tidak perlu khawatir akan kehilangan sumberdaya. Tinggal bagaimana manusia mengoptimalkan potensinya dalam mengelola sumberdaya yang ada, dan mamanfaatkan sumberdaya yang ada sesuai dengan tuntunan Allah SWT dan Rasul-Nya.

Yang seringkali terjadi adalah ketamakan manusia dalam mengelola sumber daya sehingga menimbulkan beragam persoalan kerusakan lingkungan alam dan lingkungan sosial yang semakin parah, yang mengancam keberlanjutan usaha manusia di masa depan. Hal ini diperparah dengan ketidakadilan sistem ekonomi dimana akses dan distribusi sumberdaya ini tidak merata. Sebagian manusia mendapatkan privelage (keistimewaan) lebih besar dibandingkan kelompok manusia yang lain sehingga memunculkan adanya kemiskinan dan kesenjangan ekonomi. Akibatnya, sebagian manusia tidak mampu memenuhi kebutuhan hidupnya dengan layak sehingga keberadaan sumberdaya menjadi hal yang langka bagi mereka. Inilah yang dimaksud dengan relative scarcity yang diakui dalam ilmu ekonomi Islam.

Untuk meminimalisir terjadinya kelangkaan relatif dan ketidakadilan dalam pengelolaan sumberdaya, maka ajaran Islam hadir memberikan tuntunan yang bersifat komprehensif kepada seluruh manusia. Al-Quran dan Sunnah, sebagai sumber hukum tertinggi, telah menggariskan prinsip-prinsip ekonomi yang akan melahirkan keadilan dan kemaslahatan  bagi kehidupan manusia.

Komprehensivitas Ajaran Islam

Ajaran Islam adalah ajaran yang bersifat komprehensif (syumuliyah). Ia mencakup seluruh bidang kehidupan termasuk ekonomi. Al-Quran dan Sunnah banyak mengandung pedoman dan petunjuk yang dapat digunakan manusia dalam kegiatan ekonomi. Jika melihat Gambar 1, maka ajaran Islam pada dasarnya terbagi menjadi tiga aspek, yaitu akidah, syariah dan akhlak. Meski demikian, ketiga aspek tersebut adalah satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan. Antara akidah, syariah dan akhlak saling berhubungan dan saling terkait satu sama lain.

Syariah sendiri terbagi atas ibadah dan mu’amalah. Mu’amalah kemudian terdiri  atas aspek-aspek yang berhubungan dengan kehidupan sosial masyarakat, seperti ekonomi, politik dan lain-lain. Dengan konsepsi ini, maka ekonomi pada dasarnya adalah bagian integral dari ajaran Islam. Ekonomi bukanlah bagian terpisah dari agama, sehingga nilai-nilai agama menjadi sumber rujukan dalam membangun ilmu dan sistem ekonomi Islam.

Komprehensivitas Ajaran Islam

Lalu, bagaimana konsep Islam terhadap sistem ekonomi yang membawa kebaikan bagi umat manusia?

Nantikan penjelasannya pada edisi berikutnya.

16 Juli 2018
Simulasi
Investasi
DISCLAIMER COPYRIGHT 2012 Danareksa All Rights RESERVED|
PT Danareksa Investment Management terdaftar dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Republik Indonesia | DISCLAIMER