Berita

Simulasi
Investasi

Reksa Dana Danareksa Syariah Berimbang : Produk Investasi Syariah Andalan DIM

Reksa Dana Danareksa Syariah Berimbang : Produk Investasi Syariah Andalan DIM

Bulan Ramadhan adalah saat yang tepat untuk memulai kebiasaan yang baik dan juga mengikis kebiasaan buruk. Salah satu aktivitas yang dianjurkan di bulan Ramadhan adalah memperbanyak bersedekah dan mengurangi berlebih-lebihan. Untuk dapat bersedekah secara berkesinambungan, tentu kita harus mempunyai cukup harta. Salah satu cara menjaga agar harta kita tetap cukup adalah dengan menabung dan menginvestasikannya sejak dini. Oleh sebab itu, bulan ini juga menjadi saat yang baik untuk mengenal produk-produk investasi khususnya investasi berbasis syariah. Untuk edisi kali ini, pengenalan produk yang akan dibahas adalah Reksa Dana Syariah yang tertua dan masih aktif selama 18 tahun di Indonesia yaitu Reksa Dana Danareksa Syariah Berimbang.

Reksa Dana Danareksa Syariah Berimbang

Reksa Dana Danareksa Syariah Berimbang merupakan salah satu produk unggulan dari PT. Danareksa Investment Management. Reksa Dana Campuran ini diluncurkan tahun 2000 dan merupakan salah satu Reksa Dana Campuran berbasis Syariah yang andal di Indonesia. Sejak peluncurannya, Reksa Dana Danareksa Syariah Berimbang menerima penghargaan sebagai Best Syariah Fund dari Majalah Infobank pada tahun 2011 sampai dengan tahun 2013.

Danareksa Syariah Berimbang bertujuan untuk mendapatkan pertumbuhan nilai investasi dalam jangka panjang dan memperoleh pendapatan yang berkelanjutan kepada pemodal yang hendak mengikuti Syariah Islam. Produk ini menjadi alternatif bagi investor untuk berinvestasi pada kedua instrumen efek berbasis syariah, yaitu Saham Syariah dan Surat Berharga Syariah Negara/Sukuk. Reksa Dana ini sesuai untuk investor yang memiliki profil risiko menengah dengan tujuan investasi jangka panjang.

Strategi Investasi Reksa Dana Danareksa Syariah Berimbang :

  1. Penetapan underlying asset sesuai dengan prinsip Syariah berdasarkan Daftar Efek Syariah (DES) yang diterbitkan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Proses screening dan monitoring aspek finansial dan kesyariahan emiten yang terdaftar pada DES dilakukan secara berkala oleh Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia (DSN MUI) dan OJK setiap 6 bulan dan akan diterbitkan pembaharuan DES setiap Bulan Juni dan Desember.
  2. Portofolio akan dikelola secara aktif dan dinamis untuk efek saham sedangkan untuk obligasi dikelola secara pasif dengan pemilihan obligasi yang dapat memberikan bagi hasil yang kompetitif untuk Reksa Dana. Kebijakan investasi untuk Reksa Dana Danareksa Syariah Berimbang ini adalah 25%-75% penempatan pada saham syariah dan 25%-75% pada Obligasi Syariah atau Pasar Uang.

Alokasi aset Danareksa Syariah Berimbang per April 2018 tercatat sebagai berikut :

Artikel Syariah 1Artikel Syariah 2

Sumber : PT Danareksa Investment Management. Data per 30 April 2018.

Keunggulan Reksa Dana Danareksa Syariah Berimbang

Kinerja Reksa Dana Danareksa Syariah Berimbang dalam kurun waktu 18 tahun sejak peluncurannya cukup membanggakan. Selain menjadi Best Syariah Fund tahun 2011-2013, Reksa Dana ini telah memiliki dana kelolaan sebesar Rp. 132,83 milyar, yang merefleksikan kepercayaan masyarakat pada Reksa Dana ini. Dengan minimal hanya Rp. 100.000, investor dapat mulai berinvestasi pada Reksa Dana Syariah ini.

Dari sisi return, fleksibilitas kebijakan investasi Danareksa Syariah Berimbang mampu memberikan ruang bagi manajer investasi untuk mengelola Reksa Dana ini hingga memberikan kinerja yang optimal dan risiko yang terkelola dengan baik. Kinerja yang baik ini dibuktikan dengan return Reksa Dana Danareksa Syariah Berimbang sejak akhir tahun 2008 yang lebih tinngi dibandingkan dengan rata-rata industrinya. Ketika rata-rata Reksa Dana Campuran memberikan return hingga 157,07 %, Danareksa Syariah Berimbang mampu memberikan return sebesar 209,77 %.

 

Artikel Syariah 3

Sumber : Infovesta. Periode:  31 Desember 2008 – 30 April 2018.

Prospek Danareksa Syariah Berimbang

Pertumbuhan ekonomi triwulan I tahun 2018 tercatat sebesar 5,06% atau naik secara year on year dibandingkan triwulan I tahun 2017 yang sebesar 5,01%. Gubernur BI memperkirakan bahwa target pertumbuhan ekonomi di tahun 2018 sebesar 5,1%-5,5% masih akan tetap konsisten.

Kestabilan nilai tukar menjadi faktor utama dalam meningkatkan sektor konsumsi rumah tangga dan pemerintah serta investasi yang masih diharapkan menjadi penopang utama pertumbuhan ekonomi nasional di tahun 2018. Salah satu upaya yang dilakukan BI dalam menjaga kestabilan nilai tukar adalah meningkatkan suku bunga acuan BI 7-Days Reverse Repo Rate (BI7-DRRR).

Peningkatan BI rate sebesar 25 bp menjadi 4,5% pada tanggal 17 Mei yang lalu akan berpotensi memberikan dampak pada peningkatan rate deposito dan obligasi yang diharapkan menarik kembali investor asing masuk ke Indonesia. Masuknya investor asing masuk ke dalam negeri diharapkan dapat menstabilkan kurs dollar terhadap rupiah yang dalam beberapa bulan terakhir ini berada pada kisaran angka Rp. 14.000. Kurs yang stabil dalam gilirannya akan dapat meningkatkan kinerja emiten saham sehingga pasar saham akan lebih prospektif di masa yang akan datang.

Peningkatan rate dari obligasi dan kinerja emiten saham akan memberikan dampak positif pada kinerja pasar obligasi maupun saham. Danareksa Syariah Berimbang berinvestasi pada kedua instrumen tersebut, dan diestimasikan akan lebih prospektif dan memberikan imbal hasil yang menarik bagi para investor. Oleh sebab itu, mari segera berinvestasi di instrumen investasi syariah ini sekarang juga di Danareksa Syariah Berimbang.

Tetaplah berinvestasi!

07 Juni 2018
Simulasi
Investasi
DISCLAIMER COPYRIGHT 2012 Danareksa All Rights RESERVED|
PT Danareksa Investment Management terdaftar dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Republik Indonesia | DISCLAIMER