Berita

Simulasi
Investasi

Rotasi Sektor : Strategi Investasi Berdasarkan Siklus Bisnis

Rotasi Sektor : Strategi Investasi Berdasarkan Siklus Bisnis

Siklus Bisnis (Business Cycle)

Ekonomi sebuah negara merupakan proses bisnis yang sangat dinamis. Pada satu periode, mungkin bergerak naik dan di periode berikutnya bisa pula sebaliknya. Proses naik turun inilah yang menjadikan pergerakan ekonomi atau bisnis merupakan sebuah siklus. Selayaknya sebuah siklus, sudah tentu ada titik yang di atas, ada pula yang di bawah. Dengan kata lain, di dalam siklus ekonomi, akan ada sektor bisnis yang bergerak naik dan ada pula yang bergerak turun. Tidak ada situasi dimana semua sektor bisnis berada di atas atau di bawah secara bersamaan.

Gambar dibawah merupakan ilustrasi peluang kinerja berbagai sektor industri berdasarkan siklus bisnis :

rotasi sektor

Seorang investor sudah tentu ingin agar investasinya berada pada sektor yang turut bergerak naik ketika siklus bisnis sedang memuncak (ekspansi). Atau ketika siklus bisnis sedang menurun (resesi), paling tidak ia berinvestasi pada sektor industri yang paling defensif.

Investasi Rotasi Sektor

Seperti yang dijelaskan sebelumnya, sektor industri bergerak mengikuti siklus bisnis dan sektor tertentu mungkin akan berkinerja cemerlang pada titik siklus tertentu - begitu pula sebaliknya.

Rotasi sektor merupakan strategi investasi dimana investor dapat berinvestasi pada sektor industri yang diprediksi akan berkinerja kuat selama periode tertentu sesuai dengan siklus ekonomi saat itu. Sejalan dengan waktu, investor nantinya akan mulai berpindah atau “berotasi” keluar dari satu sektor industri ke industri yang lainnya yang dianggap lebih berprospek sesuai dengan fase siklus ekonomi saat itu serta outlook ke depannya nanti. Tergantung dari prediksi atas outlook-nya, investor tersebut akan menambah porsi (overweight) pada sektor yang dipercaya akan outperform dan mengurangi porsi (underweight) pada sektor yang dipercaya akan underperform.

Seorang investor yang memiliki dana lebih dan waktu luang yang besar mungkin dapat melakukan rotasi sektor investasinya seorang diri. Akan tetapi, investor kebanyakan pada umumnya memiliki kendala pada waktu yang tersedia serta akses informasi yang cepat dan akurat. Apabila tetap dipaksakan untuk dilakukan secara mandiri, mungkin akan menyita waktu serta biaya yang tidak sedikit.

Solusi yang paling tepat tentunya adalah investasi pada portofolio yang dikelola oleh pengelola profesional yang memang memiliki waktu, akses, serta skill untuk menerapkan strategi rotasi sektor atas portofolio yang dikelola.

Danareksa Mawar Rotasi Sektor Strategis (MaRSS)

Danareksa Investment Management (DIM) sudah lama memahami pentingnya strategi investasi rotasi sektor ini. Reksa Dana MaRSS mengelola portofolio investasi dengan berotasi pada sektor-sektor bisnis dalam Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sehingga memberikan kesempatan kepada investor untuk berinvestasi pada sektor yang lebih berprospek sesuai dengan siklus bisnis ekonomi yang sedang berjalan.

Hulbert Financial Digest, sebuah media publikasi investasi di Amerika Serikat, melakukan penelitian kinerja sebanyak 500 Reksa Dana di Amerika Serikat pada tahun 2013 dan memberikan kesimpulan :

rotasi sektor 1

Kesimpulan penelitian ini mungkin ada benarnya mengingat bahwa manajer investasi rotasi sektor memang memiliki fleksibilitas untuk mengelola portofolionya secara aktif dan tidak hanya mengikuti pergerakan indeks pasar saja.

Sejak peluncurannya di tahun 2012, Danareksa Mawar Rotasi Sektor Strategis (MaRSS) memang memberikan kinerja yang kompetitif, baik terhadap produk sejenis maupun terhadap IHSG, sebagaimana tabel dibawah :

rotasi sektor 2

Strategi investasi untuk memperoleh hasil yang optimal dapat dilakukan bermacam-macam cara. Strategi rotasi sektor merupakan salah satu alternatif yang dapat dilakukan dimana investor dapat memposisikan portofolionya dan berinvestasi pada sektor bisnis sesuai dengan pemahaman serta pandangannya terhadap siklus ekonomi ke depan.

REKSA DANA… YA DANAREKSA

DISCLAIMER :
INVESTASI MELALUI REKSA DANA MENGANDUNG RISIKO. CALON PEMODAL WAJIB MEMBACA DAN MEMAHAMI PROSPEKTUS SEBELUM MEMUTUSKAN UNTUK BERINVESTASI MELALUI REKSA DANA. KINERJA MASA LALU TIDAK MENCERMINKAN MASA DATANG.

08 April 2015
Simulasi
Investasi
DISCLAIMER COPYRIGHT 2012 Danareksa All Rights RESERVED|
PT Danareksa Investment Management terdaftar dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Republik Indonesia | DISCLAIMER