Berita

Simulasi
Investasi

STRATEGI BERINVESTASI : SECARA LANGSUNG ATAU BERTAHAP?

STRATEGI BERINVESTASI : SECARA LANGSUNG ATAU BERTAHAP?

Pertanyaan diatas merupakan pertanyaan yang paling sering ditanyakan oleh investor di dalam berbagai kesempatan. Strategi mana yang lebih baik, berinvestasi sekaligus dalam satu kali investasi atau sebaiknya dilakukan bertahap?

Untuk lebih mengenali kedua strategi diatas lebih dekat, mari kita analisa masing-masing.

Berinvestasi Sekaligus, atau disebut juga lump-sum, adalah strategi berinvestasi dengan cara melakukan pembelian instrumen investasi satu kali saja di awal periode, dan kemudian “membiarkan” investasi tersebut naik dan turun mengikuti dinamika pasar, tanpa melakukan investasi tambahan (top-up) hingga periode investasi selesai.

Strategi ini dapat memberikan keuntungan berlipat-ganda ketika pembelian dilakukan tepat di saat pasar sedang dibawah (bottom) sehingga kenaikan pasar akan memberikan swing-up yang tinggi. Masalahnya, tidak ada yang pernah tahu secara pasti ketika melakukan pembelian, apakah saat itu pasar sudah bottom atau tidak.

Selain itu, strategi berinvestasi sekaligus membutuhkan persiapan dana awal yang relatif besar sehingga mungkin tidak mudah dilakukan oleh investor menengah pada umumnya.

Berinvestasi Bertahap, atau disebut juga dollar cost averaging, adalah strategi berinvestasi dengan cara melakukan pembelian instrumen investasi secara berkala dan teratur di tiap periode, terlepas apakah saat itu pasar sedang naik atau turun. Oleh karena itu, investor akan memperoleh harga rata-rata sampai periode investasi selesai.

Strategi ini lebih banyak direkomendasikan bagi kebanyakan investor karena investor tidak perlu memperhatikan faktor “timing”. Selain itu, dana investasi yang dibutuhkan tidak perlu harus tersedia dalam jumlah besar di awal periode. Berinvestasi secara bertahap juga akan membentuk karakter berinvestasi untuk tujuan jangka panjang (long-term).

Bagaimana kinerja masing-masing strategi jika dibandingkan satu sama lain?

Berikut ini dilakukan riset dengan menggunakan produk Danareksa Mawar sebagai sampel bahan kajian, dengan periode mulai akhir Desember 1997 – akhir Desember 2012, dengan jumlah bulan investasi adalah 192 bulan. Dengan demikian, diasumsikan bahwa Strategi Sekaligus berinvestasi 1 kali saja sebesar Rp. 192 juta di bulan Desember 1997. Sedangkan Strategi Bertahap diasumsikan berinvestasi secara teratur setiap bulannya sebesar Rp. 1 juta, sehingga total modal investasi sama-sama sebesar Rp. 192 juta.

Hasil kinerja dari kedua strategi tersebut adalah sebagai berikut:

Strategi investasi Investasi awal Top-up bulanan Nilai akhir Ann. return
Sekaligus 192 Juta - 1,25 Milyar 12.36%
Bertahap 1 Juta 1 Juta 952 Juta 10.46%

Danareksa Mawar (Des 1997 – Des 2012)

Seperti yang sudah diperkirakan, Strategi Sekaligus memang memberikan annualized return yang lebih tinggi daripada Strategi Bertahap. Namun yang menarik adalah, ternyata perbedaan kedua return tersebut tidak terpaut jauh.

Apakah Langkah Strategi Sekaligus Sepadan Dengan Risikonya?

Analisa lebih jauh dilakukan untuk melihat bagaimana dengan risiko yang timbul dari masing-masing strategi.

Hasil angka Standar Deviasi menunjukkan bahwa bagi Strategi Sekaligus, risiko yang harus diambil ternyata tidak sepadan dengan hasil yang diperoleh. Hal ini disebabkan karena nilai investasi tersebut 100% mengikuti fluktuasi pasar.

Sedangkan bagi Strategi Bertahap, dengan investasi teratur secara bulanan, harga yang diperoleh adalah harga rata-rata sehingga fluktuasi pasar dapat teredam.

Sampel pengujian dilakukan pada periode sepanjang tahun 2008 (selama 12 bulan), dengan hasil sebagai berikut:

Indeks

Apakah Berarti Kinerja Strategi Sekaligus Selalu Lebih Baik?

Ternyata tidak juga. Di saat bear market, ternyata Strategi Sekaligus justru berkinerja lebih buruk dibandingkan Strategi Bertahap.

Sampel pengujian dilakukan pada periode sepanjang tahun 2008 (selama 12 bulan), dengan hasil sebagai berikut:

 

Strategi investasi Investasi awal Top-up bulanan Nilai akhir Ann. return
Sekaligus 12 Juta - 5,68 Juta -52.62%
Bertahap 1 Juta 1 Juta 7,88 Juta -34.34%

 

Kesimpulan

Dalam jangka panjang dan kurun periode yang sama, Strategi Bertahap ternyata mampu memberikan return yang mendekati return dari Strategi Sekaligus, namun dengan risiko (standar deviasi) yang jauh lebih kecil. Oleh karena itu, Strategi Bertahap sangat direkomendasikan bagi investor pada umumnya untuk mencapai tujuan investasi jangka panjang.

DISCLAIMER :
INVESTASI MELALUI REKSA DANA MENGANDUNG RISIKO. CALON PEMODAL WAJIB MEMBACA DAN MEMAHAMI PROSPEKTUS SEBELUM MEMUTUSKAN UNTUK BERINVESTASI MELALUI REKSA DANA. KINERJA MASA LALU TIDAK MENCERMINKAN MASA DATANG.

29 Nopember 2013
Simulasi
Investasi
DISCLAIMER COPYRIGHT 2012 Danareksa All Rights RESERVED|
PT Danareksa Investment Management terdaftar dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Republik Indonesia | DISCLAIMER