Berita

Simulasi
Investasi

Strategi Memaksimalkan THR : 40%-40%-20%.

Strategi Memaksimalkan THR : 40%-40%-20%.

Alhamdulilah, sebentar lagi bulan Ramadhan yang ditunggu-tunggu seluruh umat Muslim di dunia akan datang. Bulan yang penuh Rahmat ini diyakini akan memberikan banyak manfaat dan kebahagiaan bagi yang melaksanakannya, bahkan umat non muslim pun dapat turut merasakan kebahagiaan tersebut.

Baca juga:

Di bulan suci Ramadhan tanpa disadari kebutuhan maupun tingkat konsumsi relatif akan cenderung meningkat. Banyak yang belum menyadari bahwa di bulan puasa ini justru terjadi pengeluaran yang lebih tinggi dibanding bulan yang lain. Mulai dari makanan, pakaian dan barang yang tidak penting pun pasti akan dibeli, Benarkan?. Sekedar mengingatkan, ada pengeluaran yang besar juga loh selain pengeluaran diatas, seperti misalnya biaya sekolah anak yang akan mendaftar di sekolah baru.

Bulan puasa juga erat kaitannya dengan Hari Raya Idul Fitri atau yang biasa disebut dengan Lebaran dan tentunya juga dekat dengan yang namanya Tunjangan Hari Raya atau THR. Selain mengejar pahala, mungkin sebagian besar dari kita juga sudah terbayang-bayang mendapatkan rejeki tambahan alias THR tersebut, ayo ngaku?.

Di bulan puasa mengeluarkan uang dalam jumlah yang besar untuk konsumtif bukan hal yang aneh, selain itu juga kita mengeluarkan anggaran Infaq, sadaqah dan amal dari sebagian pendapatan Kita.

Tetapi jika kita tidak jeli terhadap penggunaan uang THR, justru kita akan jebol kantong kita, kartu kredit akan sampai dengan limit maksimal apalagi perlu diingat hari Raya Idul Fitri alias Lebaran tahun ini jatuh pada awal bulan, artinya gajian bulan Juli masih jauh tanggalnya, sedihkan?.

Terus bagaimana kita dapat memenuhi kebutuhan kita sampai Akhir Juli, kalau di bulan Ramadhan hingga menjelang lebaran kita tidak mengkontrol pengeluaran, menahan diri untuk membeli sesuatu yang tidak penting. Gawat loh.

Berikut beberapa tips agar ibadah puasa dapat berjalan lancar, pada saat merayakan hari raya hati dan jiwa kembali suci, serta pada saat selesai lebaran sampai waktunya gajian di bulan Juli uang untuk pengeluaran sehari-hari masih mencukupi sehingga tidak perlu menambah hutang.

Utamakan yang perlu.

Waktu ngabuburit yang paling enak dimana? Tentunya di restoran atau di mall dapat menjawab pertanyaan tersebut. Pertanyaan kedua, tempat/toko mana yang biasanya Anda datangi pertama kali? Umumnya toko busana dan aksesori. Betul kan?. Itu sebabnya, selama bulan puasa, pembelian baju dan aksesoris di pusat perbelanjaan bisa meningkat dibandingkan bulan-bulan biasa!

Apakah itu berarti kita tidak boleh untuk membeli baju atau sepatu baru?. Tentu saja boleh, tetapi tetap harus dikontrol, terlebih jika Anda termasuk orang yang konsumtif.

Bagaimana caranya agar pengeluaran untuk belanja busana dan aksesoris dapat dikontrol?

1. Bedakan antara "Keinginan" dan "Kebutuhan". Ketika Anda melihat baju bagus di toko dan Anda tertarik untuk membeli, coba tanya kepada diri Anda sendiri, apakah Anda betul-betul memerlukannya? Kalau ya, beli saja. Tapi kalau tidak, ya, mungkin saja dalam hal ini Anda cuma "lapar mata". Karenanya, dulukan membeli barang-barang yang diperlukan. Baru kemudian, bila ada uang tersisa silakan membeli barang-barang yang Anda inginkan.

2. Kalaupun Anda perlu membeli busana dan aksesori, sebaiknya fokuskan pada busana dan aksesori yang memang Anda perlukan dalam waktu dekat. Misalnya, busana dan aksesori yang akan Anda pakai saat Hari Raya. Kalau untuk keperluan tahun depan, toh bisa nanti saja, kan?.

Strategi 40%-40%-20%.

Nah untuk anda yang memikirkan masa depan, misalnya untuk mempersiapkan dana pendidikan anak, berikut strategi yang patut dicoba:

1. Setelah mendapatkan THR, sisihkan maksimal 40% untuk dana pendidikan, pastinya kurang tetapi setidaknya meringankan beban kita kedepannya. Anda bisa menggunakan Reksa Dana untuk menyimpan atau mengumpulkan dana pendidikan anak.

2. Maksimal 40% lagi untuk biaya kebutuhan lebaran, bukan kebutuhan puasa. Kenapa?. Biasanya perusahaan akan membagikan THR antara dua minggu sampai satu minggu sebelum lebaran tiba dan kebutuhan akan puasa sudah tercover oleh gaji pada bulan Juni.

3. Nah sisanya yang 20% untuk memenuhi kebutuhan setelah lebaran hingga gajian bulan Juli.

Maunya Makan Banyak.

Bagaimana dengan makanan?. Banyak orang mengira bahwa ketika bulan puasa, pembelian bahan makanan jadi berkurang. Kenyataannya tidak, karena jumlah makanan yang diperlukan sebetulnya sama dengan hari biasa. Hanya waktu makannya yang beda. Justru, saat bulan puasa, ada dorongan untuk menambah menu dengan nafsu akan makan banyak akan melalap semua makanan yang tersedia, terutama saat berbuka. Umumnya orang di Indonesia menyiapkan menu buka puasa dengan dua atau tiga macam menu. Contoh, kolak ubi pisang, lontong gorengan, dan sop buah dll.

Yang perlu disadari, memasuki bulan puasa, harga-harga bahan makanan umumnya mulai merambat naik (sekarang saja sudah terjadi). Kesimpulannya, pengeluaran rupiah untuk pembelian bahan makanan selama bulan puasa tidak berkurang. Malah mungkin meningkat.

Wah, kalau uangnya ada sih tidak apa-apa. Tapi bagaimana kalau dana Anda terbatas? Bagaimana mengatur anggarannya? Ada beberapa hal yang dapat Anda lakukan.

1. Sajikan menu yang lebih sedikit ketika berbuka puasa. Memang, itu tergantung dari jumlah anggota keluarga Anda. Tapi daripada Anda menyajikan 3 atau 4 menu yang berbeda ketika berbuka, kenapa Anda tidak menyajikan 1 atau 2 menu saja? Toh untuk berbuka tidak harus makan sekenyang-kenyangnya. Masih ada waktu saat makan malam.

2. Ketika membeli bahan makanan, usahakan untuk tetap mengedepankan semua unsur empat sehat lima sempurna. Dengan demikian, uang yang Anda keluarkan untuk membeli bahan makanan jadi lebih bermanfaat karena mengandung semua unsur gizi yang diperlukan tubuh.

3. Untuk menyiasati harga-harga yang naik, cobalah mencari tempat-tempat yang punya harga lebih murah. Umumnya dapat Anda temukan di tempat-tempat belanja yang sedang promo atau datangi bazaar kebutuhan pokok.

Selamat menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadhan, semoga kita semua mendapatkan berkah dan rahmat serta pahala yang berlipat ganda. AMIN YRA.

 

Penulis : R.G Andriyanto, CFP. QWP. AEPP. (Direct Sales Unit Head - DIM).

03 Juni 2016
Simulasi
Investasi
DISCLAIMER COPYRIGHT 2012 Danareksa All Rights RESERVED|
PT Danareksa Investment Management terdaftar dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Republik Indonesia | DISCLAIMER