Berita

Simulasi
Investasi

Suku Bunga Turun Lagi : How Low Can You Go?

Suku Bunga Turun Lagi : How Low Can You Go?

BI menurunkan suku bunga acuan, LPS menurunkan suku bunga penjaminan.

Sesuai ekspektasi analis, pada tanggal 22 September 2016, Bank Indonesia (BI)  menurunkan suku bunga acuan 7 days reverse repo rate sebesar 25 basis poin menjadi 5%. Deposit facility dan Lending facility juga diturunkan sebesar 25 basis poin masing-masing menjadi 4,25% dan 5,75%. Penurunan suku bunga ini didasari oleh beberapa faktor, antara lain :

  1. Prospek pelemahan ekonomi global dan pertumbuhan perdagangan global yang masih lesu
  2. Ekonomi domestik yang masih ekspansi, walaupun lebih lambat dari ekspektasi.

Selain 2 (dua) faktor tersebut di atas, terdapat pertimbangan  lain, yaitu tingkat inflasi terjaga, nilai tukar rupiah yang stabil, serta terkendalinya current account deficit (CAD).

Sebelumnya, Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) telah menurunkan tingkat bunga penjaminan Rupiah sebesar 50 basis poin yang berlaku efektif mulai tanggal 15 September 2016. Dan diperkirakan tingkat bunga penjaminan LPS akan kembali turun seiring dengan penurunan suku bunga acuan.

Prospek inflasi dan suku bunga ke depan : How Low Can You Go ?

Seperti diketahui bersama bahwa tingkat suku bunga sangat tergantung pada laju inflasi di dalam negeri.  Hal ini dikarenakan BI menganut inflation targeting framework, yang artinya BI akan menaikkan bunga bila ekspektasi inflasi cenderung meningkat, dan atau sebaliknya.

Dalam siaran pers, BI mengatakan bahwa inflasi berada pada level yang rendah dan diperkirakan akan berada pada kisaran sasaran inflasi 2016, yaitu 4±1%. Lebih lanjut, Gubernur BI menyatakan bahwa relaksasi moneter akan tetap dapat bisa dilakukan sampai dengan kuartal I-2017. Bank Indonesia meyakini pelonggaran kebijakan moneter dan makroprudensial yang telah dilakukan dapat meningkatkan pertumbuhan kredit guna mendorong pertumbuhan ekonomi ke depan.

Danareksa Research Institute (DRI) sendiri memperkirakan inflasi pada akhir tahun 2016 akan terjaga disekitar 3,0% - 3,3% bahkan berpotensi dibawah 3,0%, dan 3,1% - 3,4% untuk 2017. Perkiraan tersebut didasari oleh :

  1. Harga komoditas di pasar global yang relatif stabil di angka USD 40-50 per barel.
  2. Adanya upaya serius pemerintah untuk mengendalikan inflasi di angka rendah.
  3. Kecilnya peluang adanya faktor yang mendorong kenaikan inflasi yang signifikan, baik dari domsetik maupun global.

Lebih lanjut DRI mengatakan apabila inflasi bisa ditekan pada kisaran 3%, maka suku bunga 7-day (reverse) repo diperkirakan bisa turun ke sekitar 4,75% pada akhir tahun 2016 dan menjadi 4,25% pada akhir tahun 2017.

Dengan prospek penurunan inflasi dan suku bunga ke depan, maka dapat diperkirakan tingkat suku bunga simpanan (tabungan dan deposito) juga akan menurun. Oleh karena itu, diperlukan produk alternatif untuk mengoptimalkan imbal hasil dana darurat.

Reksa Dana Pasar Uang dapat menjadi solusi untuk menjawab kebutuhan tersebut. Seperti diketahui bersama bahwa Reksa Dana Pasar Uang memiliki kebijakan investasi 100 persen pada instrumen pasar uang (deposito atau obligasi) yang jatuh temponya kurang dari 1 tahun. Jadi meskipun suku bunga simpanan turun, namun imbal hasil pasar uang masih akan dapat terjaga dengan potensi kenaikan dari harga obligasi.

Danareksa Seruni Pasar Uang II untuk Optimalisasi Dana Darurat.

DANAREKSA SERUNI PASAR UANG II memiliki strategi investasi yang memfokuskan pada obligasi korporasi yang memberikan imbal hasil menarik untuk menghasilkan imbal hasil yang optimal. Strategi investasi DANAREKSA SERUNI PASAR UANG II dengan menjaga porsi obligasi korporasi di level 80 - 100%, dengan tetap menjaga kas untuk likuiditas. Pengelolaan portofolio dilakukan secara aktif dengan monitor secara harian, dan memperhatikan perkembangan ekonomi serta kondisi pasar obligasi Indonesia. Performa portofolio akan dikaji secara mingguan, dan bulanan oleh tim pengelola investasi. Komite Investasi pun akan mengkaji secara periodik selama tiga bulan sekali.

Dengan strategi investasi dan pengelolaan portofolio tersebut, Danareksa Seruni Pasar Uang II mampu memberikan kinerja yang lebih baik dibandingkan rata-rata kinerja ReksaDana Pasar Uang, seperti yang terlihat pada tabel di bawah ini :

reksadana danareksa news flash suku bunga turun lagi how low can you go

Jadi tunggu apalagi, optimalkan imbal hasil dana darurat Anda melalui investasi pada Danareksa Seruni Pasar Uang II.

Perhatian:
• Publikasi ini bukan merupakan suatu bentuk tawaran untuk menjual atau membeli efek atau derivatifnya yang termuat dalam publikasi ini. Isi dari publikasi ini bukan merupakan nasehat investasi kepada pihak manapun. Rekomendasi yang termuat dalam publikasi ini belum tentu sesuai untuk setiap calon investor. Meskipun seluruh  informasi yang termuat dalam publikasi ini diperoleh dari sumber yang kami percaya, namun kami tidak menjamin keakuratan dan kelengkapannya. Pendapat dan rekomendasi yang termuat dalam publikasi ini berlaku terbatas pada tanggal pembuatan dan setiap saat dapat berubah dan diubah oleh PT Danareksa Investment Management (“DIM”) tanpa pemberitahuan sebelumya. DIM tidak berkewajiban memperbaharui atau menambahi informasi yang termuat dalam publikasi ini. Publikasi ini ditujukan sebagai informasi dan tidak bertujuan untuk membentuk suatu dasar keputusan investasi. Investor harus menetapkan sendiri setiap keputusan sesuai dengan kebutuhan dan strategi investasi dengan mempertimbangkan masalah hukum, pajak dan akuntasi. DIM maupun setiap karyawan dan afiliasinya tidak bertanggung jawab terhadap setiap keputusan investasi yang diambil oleh investor.
• Hak milik atas bentuk dan isi presentasi ini sepenuhnya dilindungi oleh peraturan perundangan yang berlaku di Indonesia khususnya tentang hak cipta bagi kemanfaatan DIM. Tidak diperkenankan seorangpun melakukan fotokopi, menyalin, mereproduksi baik secara manual maupun elektronik atau dengan cara apapun sebagian atau seluruhnya yang dapat berakibat dokumen ini digandakan dan digunakan baik untuk tujuan ekonomis atau tujuan lainnya tanpa ada persetujuan terlebih dahulu dari DIM. Investasi melalui Reksa Dana mengandung risiko. Calon Pemodal wajib membaca dan memahami Prospektus sebelum memutuskan untuk berinvestasi melalui Reksa Dana.  Kinerja masa lalu tidak mencerminkan kinerja masa datang. Reksa Dana adalah produk pasar  modal dan BUKAN merupakan produk perbankan; BUKAN  merupakan bagian dari simpanan pihak ketiga yang terikat pada jangka waktu tertentu serta TIDAK termasuk objek dalam program penjaminan pemerintah.
03 Oktober 2016
Simulasi
Investasi
DISCLAIMER COPYRIGHT 2012 Danareksa All Rights RESERVED | DISCLAIMER