Berita

Simulasi
Investasi

Tetap Tenang Di Tengah Konsolidasi Pasar

Tetap Tenang Di Tengah Konsolidasi Pasar

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami tekanan jual dalam beberapa minggu terakhir ini. Berdasarkan data penutupan per tanggal 28 Juni 2015, IHSG ditutup di level 4.923 atau turun -5,81% sepanjang tahun 2015 ini.

Tekanan konsolidasi akhir-akhir ini tidak hanya dialami IHSG, namun juga regional Asia lainnya. Sebagai contoh, Shenzhen Composite Index di China pada penutupan Jumat 26 Juni 2015 kemarin mengalami penurunan satu hari sebesar -7,9%. Sepanjang tahun 2015 ini, indeks tersebut sudah turun lebih dari -30%.

Faktor penurunan regional saat ini sepertinya lebih banyak didominasi sentimen headline dari eksternal. Berita terhangat bukan datang dari Fed, namun dari Yunani. Tampaknya, Yunani kembali bergelut dengan masalah hutangnya yang masih jauh dari selesai. Akhir bulan Juni ini, Yunani sesungguhnya wajib untuk membayar hutang IMF yang akan jatuh tempo sebesar €1,5 milyar (total hutang Yunani sendiri terhadap IMF sebesar €9,7 milyar per tahun ini).

Yunani menyatakan tidak memiliki dana untuk membayar dan memohon IMF untuk melakukan restrukturisasi atas hutangnya yang akan jatuh tempo besok ini. Negara-negara Uni Eropa yang tergabung dalam IMF tidak berkeberatan dengan proposal restrukturisasi hutang ini, namun harus disertai syarat langkah-langkah penghematan (austerity) yang wajib dilakukan Yunani, antara lain pemangkasan pengeluaran pemerintah yang berarti pengurangan gaji pegawai negeri atau bahkan pemutusan hubungan kerja. Rakyat Yunani sepertinya tidak menyetujui usulan tersebut yang diekspresikan dengan berbagai demonstrasi di jalan beberapa hari terakhir ini.

Berita terakhir menyatakan bahwa Yunani akan melakukan referendum untuk menyatakan sikapnya dan keputusan apa yang akan diambil. Situasi wait and see inilah yang menyebabkan sentimen kurang baik oleh investor global sehingga mereka mengambil langkah-langkah pengamanan atas investasi global mereka.

Kembali ke dalam negeri, ekonomi dalam negeri sendiri sesungguhnya masih solid. Cadangan devisa masih di atas US$110 milyar, termasuk tertinggi dalam sejarah. Inflasi per akhir Mei tercatat 7,15% yoy karena antisipasi siklus Hari Raya Idul Fitri yang bertepatan dengan mulainya tahun ajaran baru sekolah. Pemerintah memperhitungkan bahwa setelah siklus ini lewat, maka menjelang akhir tahun inflasi akan kembali melandai. Itulah sebabnya pemerintah memprediksi target inflasi akhir tahun 2015 masih di kisaran 4-5%. Hal ini juga diperkuat oleh keputusan terakhir BI untuk mempertahankan suku bunga di 7,5%.

tetap tenang

Rekomendasi Bagi Investor

Bagi investor diharapkan untuk tetap tenang dan yang pasti tidak direkomendasi untuk redemption, apalagi berusaha menerka timing pasar. Tindakan redemption tidak dianjurkan agar nanti tidak “ketinggalan kereta” ketika pasar berbalik rebound. Tindakan market-timing juga justru malah akan memperbesar risiko investasi.

Bagi investor yang sudah profit-taking, boleh investasi kembali ke pasar secara bertahap, atau menempatkan hasil profit-taking tersebut sementara waktu di Reksa Dana Pasar Uang (sebagai depository sementara) sambil menunggu untuk masuk kembali.

Dari sisi teori investasi, penurunan IHSG dibawah level psikologis 5.000 sesungguhnya bisa menjadi kesempatan untuk masuk kembali. Namun sebaiknya dilakukan secara bertahap (Dollar Cost Averaging). Danareksa Investment Management (DIM) telah menyediakan kemudahan investasi bertahap melalui fasilitas Investasiku Masa Depanku (IMD). Bekerjasama dengan platform Autocollection dari Bank Central Asia (BCA), fasilitas ini akan secara otomatis mendebet langsung rekening tabungan investor pada BCA setiap bulannya untuk diinvestasikan pada produk Reksa Dana yang dikelola oleh DIM sesuai kebutuhan investor. Dengan manfaat IMD, investor tidak perlu lagi menerka timing kapan saatnya masuk berinvestasi. IMD akan melakukan proses investasi secara otomatis untuk kepentingan investor.

Bagi investor yang ingin kembali ke pasar bertahap, pemilihan jenis Reksa Dana yang defensif patut pula untuk dipertimbangkan. Sebagai contoh adalah salah satu Reksa Dana saham andalan DIM, yakni Danareksa Mawar Konsumer 10.

Produk Danareksa Mawar Konsumer 10 berfokus pada kekuatan ekonomi Indonesia, yakni sektor konsumsi. Hal ini ditopang pada kekuatan eko-demografis Indonesia yakni sektor konsumsi yang menyumbang lebih dari 50% pertumbuhan ekonomi nasional dan didukung oleh pertumbuhan kelas menengah yang pesat.

Kekuatan fundamental tersebut tertuang pada kinerja produk Danareksa Mawar Konsumer 10 yang cukup defensif, bahkan lebih kompetitif dibandingkan dengan IHSG sendiri dan kompetitor sejenis:

tetap tenang 1

Akhir kata, naik turunnya pasar modal adalah sebuah siklus yang lazim dalam sebuah perekonomian. Yang terpenting, investor sebaiknya tetap tenang dan meninjau kembali tujuan serta target investasinya.

REKSA DANA… YA DANAREKSA

DISCLAIMER :
INVESTASI MELALUI REKSA DANA MENGANDUNG RISIKO. CALON PEMODAL WAJIB MEMBACA DAN MEMAHAMI PROSPEKTUS SEBELUM MEMUTUSKAN UNTUK BERINVESTASI MELALUI REKSA DANA. KINERJA MASA LALU TIDAK MENCERMINKAN MASA DATANG.

29 Juni 2015
Simulasi
Investasi
DISCLAIMER COPYRIGHT 2012 Danareksa All Rights RESERVED|
PT Danareksa Investment Management terdaftar dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Republik Indonesia | DISCLAIMER