Berita

Simulasi
Investasi

The Bear is Roaring: What To Do?

The Bear is Roaring: What To Do?

Dalam satu tahun terakhir ini, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tampaknya sedang memasuki masa bear market. Di akhir 2014, IHSG ditutup di level 5226; namun pada penutupan 20 Agustus 2015 kemarin, IHSG ditutup di level 4441 atau sudah turun sekitar 15% sepanjang tahun 2015 ini.

bear roaring 1

Volatilitas pasar memang membuat investor pening. Berita-berita serta gosip yang beredar sering kali justru menambah kebingungan investor akan apa yang terjadi dengan investasinya. Apa yang sebaiknya investor lakukan?

Satu hal yang pasti, investor sebaiknya tetap tenang. Jangan sampai menjadi panik sehingga memutuskan keluar dari market. Ingatlah kembali segala rencana yang telah disusun untuk pernikahan, pendidikan anak, pembelian properti, maupun pensiun. Jangan sampai rencana-rencana tersebut gagal terwujud karena keputusan yang tergesa-gesa.

Danareksa Investment Management (DIM) telah lama menyadari bahwa investasi adalah sebuah siklus dimana ada saatnya pasar di atas dan sebaliknya ada kalanya di bawah. Sebagai pengelola investasi yang telah mengalami berbagai siklus investasi, DIM sudah siap mengantisipasi dengan merekomendasikan berbagai strategi serta perangkat investasi bagi investor untuk berbagai kondisi pasar:

1. Dollar Cost Averaging (DCA): All Weather Strategy

Strategi ini dilakukan investor dengan menginvestasikan dananya dalam jumlah yang sama secara berkala dan disiplin (terlepas dari kondisi market yang ada). Strategi ini memberikan keuntungan: ketika pasar sedang bearish (seperti saat ini), investor memperoleh unit investasi lebih banyak karena valuasi yang murah; dan ketika pasar sedang bullish, nilai portofolio investor otomatis akan bertambah.

DIM menyediakan kemudahan investasi berkala ini melalui fasilitas Investasiku Masa Depanku (IMD). Bekerjasama dengan platform AutoCollection dari Bank Central Asia (BCA), fasilitas ini akan secara otomatis mendebet langsung rekening tabungan investor pada BCA setiap bulannya untuk diinvestasikan pada produk Reksa Dana yang dikelola oleh DIM sesuai kebutuhan investor. Dengan manfaat IMD, investor tidak perlu lagi menerka timing kapan saatnya masuk berinvestasi. IMD akan melakukan proses investasi secara otomatis untuk kepentingan investor.

2. Money Market Fund: Re-allocate Your Portfolio

Reksa Dana Pasar Uang – yang berinvestasi pada instrumen pasar uang, dapat menjadi pilihan powerful di dalam situasi pasar yang kurang bersahabat. Investor dapat mengurangi eksposur dalam ekuitas dan mengalokasikannya sementara ke dalam Reksa Dana Pasar Uang.

DIM menyadari pentingnya manfaat Reksa Dana Pasar Uang dengan menyediakan produk Danareksa Seruni Pasar Uang II. Investor dapat melakukan profit-taking terlebih dahulu dan menyimpannya di dalam Danareksa Seruni Pasar Uang II sebelum berinvestasi kembali ke pasar. Selain itu, investor konservatif dapat juga memanfaatkan Danareksa Seruni Pasar Uang II ini untuk tempat singgah sejenak (depository sementara) sebelum switching kembali ke pasar perlahan-lahan, terutama ketika pasar sedang dalam ketidakpastian seperti saat ini.

3. Index Fund: Buy the Market, Not the Stock

Bagi investor yang agresif, pasar saham yang sedang turun justru akan dilihat sebagai opportunity untuk masuk. Keputusan ini tidaklah salah, bahkan sering ditunggu-tunggu. Namun yang menjadi pertanyaan, saham manakah yang akan naik? Patut dipahami bahwa walaupun ketika pasar sedang bullish, tidak semua saham akan naik bersamaan. Masih akan tetap ada saham yang turun di tengah hijaunya indeks terkait. Kesalahan memilih saham justru akan membuat nilai investasi turun ketika saham lainnya sedang naik.

Untuk itulah, DIM merekomendasikan investasi pada Reksa Dana Indeks (index fund) melalui Danareksa Indeks Syariah (DINAR). Sebagai sebuah Reksa Dana Indeks, DINAR memberikan peace of mind kepada investor: ketika pasar saham naik, investor memiliki kepastian bahwa nilai portofolionya juga akan ikut naik. Dan ketika pasar saham turun, investor juga tidak perlu risau nilai portofolionya bakal turun jauh lebih dalam dari indeksnya. Selain itu, DINAR merupakan satu-satunya Reksa Dana Indeks sekaligus berbasis Syariah yang ada di Indonesia.

4. Dollar-based fund: Riding with the Dollar

Terkadang ada juga investor yang memiliki dana dalam Dollar Amerika. Sayangnya, tidak banyak produk investasi dalam Dollar yang tersedia di pasar Indonesia. Harga obligasi Dollar pemerintah RI yang ada mungkin juga kurang terjangkau bagi investor individu pada umumnya mengingat minimum harga pembelian yang tinggi (minimum $100.000).

DIM memahami kepentingan investor dalam Dollar dengan menyediakan Danareksa Melati Premium Dollar. Dengan yield obligasi Dollar RI yang lebih atraktif dibandingkan regional (contoh: 10-yr USD-bond RI di 4,75% vs. Filipina di 3,3% - Bloomberg), maka Danareksa Melati Premium Dollar yang berinvestasi pada obligasi Dollar RI jelas memberikan potensi gain menarik saat ini. Ditambah dengan penguatan mata uang Dollar secara global, investor juga memiliki potensi ekstra currency gain ketika mengkonversikan hasil profitnya ke Rupiah.

5. Stay Invested: Long-term

Ingatlah kembali bagi investor untuk tetap tenang dan stay. Melakukan realokasi investasi tentu saja boleh dilakukan, namun tindakan redemption total dan keluar dari pasar sebaiknya tidak dianjurkan agar nanti tidak “ketinggalan kereta” ketika pasar berbalik rebound seperti tahun 2009 dimana IHSG rebound 86% dan dilanjutkan kenaikan tahun 2010 sebesar 46%.

bear roaring 2

Berinvestasi untuk long-term berarti membutuhkan perangkat investasi untuk long-term pula. Berinvestasi untuk long-term juga berarti berinvestasi pada kekuatan ekonomi negara tersebut.

Untuk itu, DIM merekomendasikan Danareksa Mawar Rotasi Sektor Strategis (MaRSS) serta Danareksa Mawar Konsumer 10. Kedua produk ini mengkapitalisasi kekuatan ekonomi Indonesia sebagai negara yang masih aktif membangun infrastruktur serta kekuatan sektor konsumsinya sebagai penyumbang terbesar PDB. Dalam jangka panjang, kedua kekuatan ekonomi inilah yang menjadi pendorong terbesar pertumbuhan ekonomi Indonesia. Otomatis, ekposur terhadap kedua area ini dapat menjadi potensi investasi yang sangat besar untuk jangka panjang.

Bear market bukanlah masa gelap. Bear market tidak dapat dihindari, namun dapat diantisipasi dengan strategi dan perangkat yang tepat. Teorinya ibarat bertemu bear ketika di hutan: tetap tenang dan jalan mundur perlahan tanpa melakukan gerakan mendadak. Keputusan panik untuk lari tunggang-langgang justru dapat menciptakan situasi yang parah. Strategi yang sama direkomendasikan pula bagi investor ketika bertemu bear di market seperti saat ini: stay calm and stay invested.

REKSA DANA… YA DANAREKSA

DISCLAIMER :
INVESTASI MELALUI REKSA DANA MENGANDUNG RISIKO. CALON PEMODAL WAJIB MEMBACA DAN MEMAHAMI PROSPEKTUS SEBELUM MEMUTUSKAN UNTUK BERINVESTASI MELALUI REKSA DANA. KINERJA MASA LALU TIDAK MENCERMINKAN MASA DATANG.

21 Agustus 2015
Simulasi
Investasi
DISCLAIMER COPYRIGHT 2012 Danareksa All Rights RESERVED|
PT Danareksa Investment Management terdaftar dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Republik Indonesia | DISCLAIMER