Berita

Simulasi
Investasi

Konsolidasi Pasar

Konsolidasi Pasar

Jakarta, 12 Juni 2013- Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami tekanan jual dalam 2 hari terakhir ini. Berdasarkan data penutupan per tanggal 11 Juni 2013, IHSG ditutup di level 4609 atau turun -3,50% dibandingkan penutupan sehari sebelumnya.

Zulfa Hendri, Direktur Utama PT Danareksa Investment Management menyampaikan “Mengingat fundamental ekonomi Indonesia yang tidak berubah, penurunan IHSG ini dapat dikatakan karena faktor teknikal. Kenaikan IHSG menembus 5000 yang lebih cepat dari dugaan para pengamat tentu saja memberikan kesempatan bagi para investor untuk profit-taking”.

Patut diingat kembali bahwa konsolidasi di pasar modal ini bukan disebabkan perubahan fundamental ekonomi Indonesia, namun karena faktor teknikal dan diperkirakan pasar akan rebound kembali dalam waktu singkat. Posisi primadona Indonesia sebagai target investasi global, baik di pasar saham maupun obligasi, semenjak awal tahun 2013 ini tentu saja di sisi lain membawa risiko akan menjadi target profit-taking pula ketika naik sudah cukup tinggi. Valuasi pasar saham dan obligasi yang sudah lebih murah dan masih besarnya likuiditas pasar diharapkan akan mendorong para investor untuk masuk kembali dalam waktu yang tidak lama lagi.

Menghadapi Konsolidasi Pasar seperti ini, Zulfa Hendri memberikan saran 2 langkah yang dapat dilakukan, yaitu :

Langkah pertama: Jangan Panik.

Konsolidasi pasar ketika indeks sudah tinggi adalah hal yang normal.

Langkah kedua: Tentukan keputusan investasi.

Bagi investor yang belum masuk, inilah saatnya untuk masuk (time to buy). Bagi investor risk-averse, direkomendasikan agar masuk berinvestasi secara bertahap (dollar cost averaging).

Bagi investor yang sudah masuk terlanjur masuk, diharapkan untuk tetap tenang dan stay. Tindakan redemption tidak dianjurkan agar nanti tidak “ketinggalan kereta” ketika pasar berbalik rebound. Bahkan direkomendasikan untuk masuk top-up secara bertahap, agar average cost yang ada menjadi lebih murah.

Bagi investor yang sudah profit-taking, boleh investasi kembali ke pasar secara bertahap, atau menempatkan hasil profit-taking tersebut sementara waktu di reksa dana pasar uang (sebagai depository sementara) sambil menunggu untuk masuk kembali.

12 Juni 2013
Simulasi
Investasi
DISCLAIMER COPYRIGHT 2012 Danareksa All Rights RESERVED | DISCLAIMER