Berita

Simulasi
Investasi

Letter From CEO: Merdeka Investasi Merdeka Finansial

Letter From CEO: Merdeka Investasi Merdeka Finansial

Nasabah Yang Saya Hormati

Kemarin kita merayakan HUT Kemerdekaan yang ke-75. Tentunya kali ini terasa spesial karena dirayakan dengan kondisi yang berbeda, yaitu di tengah Pandemi Covid-19. 75 tahun yang lalu para pendiri bangsa memutuskan dengan satu hati dan pikiran untuk membentuk bangsa yang mandiri dalam suatu negara kesatuan yang kita banggakan yaitu INDONESIA. Sejak itu, satu persatu perangkat kenegaraan dibentuk, dan kita mulai meniti hidup kita menjadi bangsa yang besar.

Dalam kurun waktu 75 tahun ini, banyak hal yang sudah dicapai. Ekonomi sudah mencapai lebih dari $1 triliun atau rata-rata riil tumbuh sebesar 6% per tahun selama 18 tahun terakhir. Baru-baru ini, World Bank menaikkan “kelas” Indonesia sebagai negara berpenghasilan menengah atas (upper middle income) - status yang menegaskan perbaikan di pendapatan per kapita Indonesia.

Kategori ini disematkan pada negara-negara berpenghasilan per kapita antara $4.046 dan $12.535. Di atas kategori ini adalah negara berpenghasilan tinggi (high income) atau memiliki penghasilan per kapita di atas $12.535.

Pertumbuhan dan perbaikan yang baik ini akan tetapi mengalami perlambatan di tengah-tengah terjadinya krisis kesehatan dan ekonomi saat ini, namun secara relatif, posisi Indonesia masih lebih baik dari sebagian negara-negara di dunia yang mengalami kontraksi ekonomi yang lebih dalam. Pada Q1 2020, Indonesia masih mencatat pertumbuhan 2,97% dan Q2 2020 mencatat penurunan 5,32%.

Upper Middle Income

Bagaimana prospek kita mencapai penghasilan di atas $12.535? Salah satunya adalah dengan melakukan investasi, baik di tingkat pemerintah maupun individu. Investasi adalah aktifitas untuk mengembangkan kekayaan melalui berbagai instrument. Instrumen keuangan adalah salah satu contoh untuk memberikan peluang bagi uang yang kita hasilkan berkembang lebih baik.

Dengan kata lain, investasi memberikan kesempatan kepada kita untuk merdeka secara keuangan. Merdeka keuangan artinya kita memiliki dana yang cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, bebas hutang yang memberatkan, memiliki tabungan untuk kebutuhan masa depan, dan bisa memiliki waktu lebih banyak untuk menikmati hidup dan mencapai kebahagian bersama keluarga. 

Investasi tentunya harus didasari berbagai pertimbangan termasuk variasi imbal hasil, risiko, preferensi geografis, jangka waktu, dan lain-lain. Investasi di reksadana tentunya memberikan tambahan keunggulan dari sisi diversifikasi sehingga risiko yang mengikut dapat diperkecil. Dalam konteks ini, investasi pada perekonomian yang memiliki potensi pertumbuhan yang baik dan berkelanjutan seperti di Indonesia, tentunya menjadi pertimbangan yang penting.

Situasi pandemi ini telah membuat berbagai harga aset keuangan terkoreksi cukup dalam sehingga kesempatan untuk kembali berinvestasi di harga yang lebih rendah dari awal tahun menjadi terbuka. Pada pasar saham misalnya, sejak awal kuartal 3 ini, IHSG sudah naik sebesar 7%, dan yang menarik, kenaikan ini didorong oleh partisipasi investor ritel yang sangat tinggi ditengah-tengah absennya investor asing. 

Apakah prospek berinvestasi di reksadana masih cukup baik?

Saya rasa demikian. Pergerakan saham di Indonesia masih cukup jauh dari nilai tertingginya di tahun ini. Secara rata-rata, harga-harga saham terlikuid dalam indeks LQ45 masih 24% lebih rendah dari nilai tertingginya di tahun ini.

Imbal hasil obligasi pemerintah juga masih relatif lebih tinggi di tingkat 7% atau lebih baik dari tingkat inflasi saat ini. Dalam jangka pendek, fluktuasi tentunya akan tetap terjadi karena krisis kesehatannya belum berakhir, dan aktifitas ekonomi belum pulih sepenuhnya.

Pembatasan-pembatasan berkegiatan tentunya akan memperburuk kondisi ekonomi dan tentunya, pasar keuangan. Namun demikian proses penemuan dan produksi vaksin masih terus berjalan, dan akan tetap menjadi fokus pemerintah.

Investasi juga memerlukan kesabaran dan kemampuan melihat peluang, terutama untuk masuk di harga yang lebih baik. Saat ini, pemulihan harga saham dan obligasi di Indonesia belum secepat perkembangan di negara lainnya walaupun secara ekonomi dampak Covid di Indonesia tidak lebih buruk.

Kami melihat ini adalah momentum yang baik untuk mengakumulasi instrumen jangka panjang, seperti saham dan obligasi, atau melalui reksadana terkait. Jangan lupa juga, sisihkan dana untuk kebutuhan jangka pendek melalui reksadana pasar uang yang saat ini dapat dicairkan hanya dalam waktu 1 hari saja.

 Indeks SahamIndeks Obligasi

Selamat merayakan Hari Kemerdekaan. Selamat menyambut kemerdekan keuangan anda.

Marsangap P. Tamba

 

18 Agustus 2020
Simulasi
Investasi
DISCLAIMER COPYRIGHT 2012 Danareksa All Rights RESERVED|
PT Danareksa Investment Management terdaftar dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Republik Indonesia | DISCLAIMER