Berita

Simulasi
Investasi

DIM dan IP Luncurkan EBA Danareksa Indonesia Power PLN 1 – Piutang Usaha (EBA DIPP1)

DIM dan IP Luncurkan EBA Danareksa Indonesia Power PLN 1 – Piutang Usaha (EBA DIPP1)

PT Danareksa Investment Management (“DIM”) bekerja sama dengan PT Indonesia Power (“IP”), meluncurkan sekuritisasi Efek Beragun Aset (EBA) dengan nama EBA Danareksa Indonesia Power PLN1-Piutang Usaha (EBA DIPP1) dengan nilai penawaran tahap pertama sebesar Rp4 triliun dengan rating idAAA dari PEFINDO. Aset dasar yang disekuritisasi adalah aset keuangan berupa piutang penjualan ketenagalistrikan PLTU Suralaya 1-4.

EBA DIPP1 ini resmi dicatatkan Perdana pada tanggal 20 September 2017 di Bursa Efek Indonesia (“BEI”) dan langsung diresmikan oleh Darmin Nasution selaku Menteri Kordinator Perekonomian Republik Indonesia, dan  disaksikan secara langsung oleh Rini Soemarno selaku Menteri BUMN, Hoesen selaku Kepala Eksekutif Pengawas Bidang Pasar Modal Otoritas Jasa Keuangan, Sofyan Basir selaku Direktur Utama PLN, Tito Soelistyo selaku Direktur Utama BEI dan beberapa pejabat lainnya.

IMG_6109-(2)

Baca juga:

Adapun pihak-pihak yang terlibat atas peluncuran produk KIK EBA ini yaitu DIM sebagai Manajer Investasi, Bank BRI sebagai Bank Kustodian, Danareksa Sekuritas sebagai Lead Arranger, serta Bahana Sekuritas, BNI Sekuritas, Mandiri Sekuritas, dan BCA Sekuritas sebagai Selling Agents (,) dan juga Para Profesi Penunjang yang seluruhnya berperanan dalam mengupayakan pendalaman investasi melalui penerbitan instrumen pendanaan baru berbasis piutang di pasar modal.

Penawaran atau masa bookbuilding telah berlangsung mulai 4 - 11 September 2017 di mana hasil bookbuilding KIK-EBA ini mendapat sambutan positif dari investor. Dukungan OJK, BEI, dan para investor dari perusahaan perbankan BUMN maupun nasional, dana pensiun, asuransi, dan asset management, juga menjadikan EBA DIPP-1 sebagai salah satu produk investasi yang diminati. Hasil bookbuilding tersebut mengalami kelebihan permintaan (oversubscribed) hingga 2,7x yaitu mencapai Rp10,05 triliun dari target Rp4 triliun (terdiri dari penawaran umum EBA Kelas A Rp3,688 triliun dan penawaran terbatas EBA Kelas B Rp312 miliar).

Dari sisi investor, investasi pada EBA memberikan return yang kompetitif dengan arus kas tetap, menjadi alternatif investasi pada instrumen keuangan serta kebutuhan pengembalian pokok yang cepat terutama dengan struktur amortisasi pokok. Untuk negara, prestasi penerbitan sekuritisasi EBA DIPP1 ini merupakan bukti barometer keberterimaan pasar modal investor di Indonesia.

 

20 September 2017
 
Simulasi
Investasi
DISCLAIMER COPYRIGHT 2012 Danareksa All Rights RESERVED | DISCLAIMER