Berita

Simulasi
Investasi

Ulasan Pasar 1 Februari 2016

Ulasan Pasar 1 Februari 2016

The Fed memutuskan untuk tidak menaikkan suku bunga acuannya di bulan Januari. Komite akan terus memperhatikan perekonomian global dan perkembangan finansial. Berdasarkan pernyataan resmi the Fed, inflasi 2% akan sulit dicapai pada jangka pendek karena penurunan harga energi, namun di jangka menengah akan tercapai dengan membaiknya pasar tenaga kerja dan recovery dari harga energi. GDP di 4Q tumbuh sebesar 0.7%YoY sehingga di tahun 2015 perekonomian tumbuh sebesar 2.4%YoY. Data ketenagakerjaan bulan Januari akan dirilis pada tanggal 5 Februari di mana tingkat pengangguran yang diestimasi mencapai 5% serta  penambahan nonfarm payroll sebesar 190.000.

Inflasi zona Eropa di bulan Januari 2016 tumbuh sebesar 0.4% secara tahunan sesuai estimasi.

Data manufaktur Cina bulan Januari telah dirilis, Caixin Manufacturing PMI tercatat sebesar 48.4 vs estimasi 48.1 sedangkan Manufacturing PMI tercatat di level 49.4 vs estimasi 49.6. Namun terdapat sentimen positif dari zona Asia setelah Bank Of Japan menetapkan suku bunga negatif sebesar 0.1% sehingga berdampak positif pada negara-negara berkembang yang memberikan imbal hasil yang lebih tinggi (foreign inflow).

market watch 01Feb2016

Bank Indonesia (BI) memastikan bahwa inflasi di bulan Januari tidak akan sampai 1%MoM. Untuk tahun 2016, diprediksi inflasi akan berada di rentang 4% plus minus 1%. BI juga mengatakan bahwa kesempatan untuk melakukan pelonggaran moneter kembali terbuka, namun hal ini tergantung dari stabilitas sistem keuangan dan stabilitas ekonomi makro.

Pada minggu ini akan dirilis data inflasi bulan Januari (1 Februari) dan data GDP 4Q (5 Februari) yang dieskpektasi oleh konsensus sebesar 4.8%YoY.

Market View:

Kestabilan harga komoditas minyak dan keputusan Bank Sentral Jepang (BOJ) untuk memangkas suku bunga menjadi -0.1% memberikan sentimen positif pada pasar uang dan modal Indonesia. Rupiah juga tercatat mengalami penguatan sebesar 0.5% ke level 13,778. Untuk pasar saham, IHSG mengalami penguatan sebesar 3.55% sepekan terakhir dan ditutup di level 4.615. Hampir semua sektor mengalami kenaikan, terutama yang paling signifikan terjadi pada sektor aneka industri (+7.5%) dan konsumsi (+7.2%). Untuk pertama kalinya juga, pekan lalu menjadi pekan pertama dimana terjadi arus dana asing masuk di tahun 2016 sebesar USD114.9 Juta.

Keputusan BOJ menerapkan kebijakan suku bunga negatif juga memberikan stimulus investor asing untuk masuk ke pasar obligasi dengan yield yang menarik seperti Indonesia (spread imbal hasil yang lebar). Selain itu, pasar obligasi dalam negeri juga dikuatkan dengan keputusan pemeringkat rating Moody's mempertahankan outlook "stabil" pada risiko kredit Indonesia. Yield SUN 10 tahun (FR0056) tercatat turun ke level 8.27%. Setali tiga uang, yield INDON 10 tahun (INDON 26) juga bergerak turun ke level 4.51% seiring dengan turunnya yield US Treasury 10 tahun ke level 1.9% per akhir minggu kemarin.

Kepemilikan asing pada pasar SUN per tanggal 28 Januari 2016 tercatat sebesar Rp576.6 Triliun atau sebesar 38.8% dari total outstanding. Posisi ini naik dibandingkan posisi per tanggal 22 Januari 2016 sebesar Rp566.9 Triliun atau 38.3% dari total outstanding.

Dengan bank sentral pada tiga ekonomi raksasa: Jepang, Uni Eropa dan Cina menerapkan kebijakan moneter longgar untuk memacu ekonomi mereka, Indonesia sebagai salah satu partner dagang tentunya bisa mendapatkan dampak positifnya. Selain itu, kami juga melihat kemungkinan The Fed menaikkan suku bunga semakin sulit dikarenakan penguatan mata uang USD relatif terhadap negara partner bisnis akan semakin menjauhkan negaranya mencapai target inflasi. Dengan ini, kami melihat bahwa Indonesia baik dari pasar saham maupun pasar obligasi domestik akan semakin menarik di mata investor asing dikarenakan imbal hasil yang lebar dan juga pasar saham yang masih memberikan Return On Equity terbesar di Asia.

Selamat berinvestasi!

DISCLAIMER :
INVESTASI MELALUI REKSA DANA MENGANDUNG RISIKO. CALON PEMODAL WAJIB MEMBACA DAN MEMAHAMI PROSPEKTUS SEBELUM MEMUTUSKAN UNTUK BERINVESTASI MELALUI REKSA DANA. KINERJA MASA LALU TIDAK MENCERMINKAN MASA DATANG.

01 Februari 2016
Simulasi
Investasi
DISCLAIMER COPYRIGHT 2012 Danareksa All Rights RESERVED|
PT Danareksa Investment Management terdaftar dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Republik Indonesia | DISCLAIMER