Berita

Simulasi
Investasi

Ulasan Pasar 1 Juni 2015

Ulasan Pasar 1 Juni 2015

Dari dalam negeri, laju inflasi bulan Mei tercatat sebesar 0.5%mom/7.15%yoy, melebihi konsensus 0.4%mom/7.01%yoy. Sementara itu, data PMI manufacturing Indonesia versi HSBC di bulan May tercatat di level 47.1, melebihi bulan sebelumnya yang tercatat sebesar 46.7.

market watch 01 Juni 2015

Dari wilayah Eropa, isu mengenai perundingan Yunani dan IMF/EU terkait jatuh tempo hutang Yunani pada 5 Juni mendatang terus bergulir. Yunani diperkirakan akan mengalami default apabila tidak tercapai kesepakatan pada perundingan tersebut. Consumer confidence index zona Eropa tercatat di level -5.5, inline dengan konsensusnya. Sementara itu, dari wilayah Asia, data PMI manufacturing China tercatat sebesar 50.2, di bawah konsensus 50.3.

Data perekonomian Amerika Serikat pada minggu lalu diwarnai sentimen negatif. Data GDP annualized 1Q15 AS tercatat -0.7%qoq, lebih buruk dari konsensus 0.9%.  Data klaim pengangguran tercatat 282.000, melebihi konsensus 270.000. Data durable goods order juga menurun -0.5%, inline dengan konsensusnya. Sementara itu, data penjualan rumah baru tercatat 517.000, melebihi konsensus 508.000. Consumer confidence index juga meningkat dan tercatat di level 95.4, melebihi konsensus 95.

Market View: 

Pasar masih tertekan pada minggu lalu dengan posisi foreign investor yang tercatat net sell. Pasar akan bergerak sesuai perkembangan data  terutama sejak laporan pertumbuhan ekonomi yang melambat bulan lalu.

Laporan inflasi yang baru saja diumumkan menunjukkan inflasi naik ke atas perkiraan. Tercatat inflasi mom di level 0.50% dan tahunan di level 7.15%. Kenaikan ini didorong kenaikan bahan makanan.

Pasar bergerak melemah sepanjang minggu yang lalu. Pelemahan terjadi di pasar obligasi, pasar saham dan juga nilai tukar Rupiah. Hal ini diakibatnya minimnya sentimen positif untuk pasar baik dari data maupun kebijakan pemerintah.

Namun demikian, rencana penerapan aturan baru Loan to Value serta aturan Down Payment untuk kepemilikan property dan kendaraan bermotor diperkirakan terjadi bulan ini. Aturan ini diharapkan akan melonggarkan, sehingga bisa menstimulasi pertumbuhan ekonomi.

Kenaikan inflasi di bulan Juni ini memperkecil peluang untuk penurunan suku bunga dalam waktu dekat. Potensi penurunan suku bunga akan terjadi pada akhir tahun ini pada saat inflasi yoy tercatat rendah akibat high base pda tahun lalu.

Perbaikan outlook dari S&P terhadap peringkat hutang Indonesia dengan potensi perbaikan rating dalam 12 bulan, cukup membantu menahan sentimen negatif terhadap Indonesia. Meski demikian, potensi outlook untuk jangka panjang pendek masih akan diselingi perekonomian yang berkonsolidasi. Sehingga, kami juga memperkirakan investor akan bergerak sesuai dengan perkembangan data.

Di antara pasar regional Philipina mencatatkan penurunan terbesar pada minggu lalau setelah laporan GDP jauh di bawah ekspektasi. IHSG diperdagangkan 16.3x P/E ratio untuk tahun 2015, sejalan dengan valuasi pasar ASEAN rata-rata di level 15.6.x.

DISCLAIMER :
INVESTASI MELALUI REKSA DANA MENGANDUNG RISIKO. CALON PEMODAL WAJIB MEMBACA DAN MEMAHAMI PROSPEKTUS SEBELUM MEMUTUSKAN UNTUK BERINVESTASI MELALUI REKSA DANA. KINERJA MASA LALU TIDAK MENCERMINKAN MASA DATANG.

01 Juni 2015
Simulasi
Investasi
DISCLAIMER COPYRIGHT 2012 Danareksa All Rights RESERVED|
PT Danareksa Investment Management terdaftar dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Republik Indonesia | DISCLAIMER