Berita

Simulasi
Investasi

Ulasan Pasar 1 Oktober 2018

Ulasan Pasar 1 Oktober 2018

Zona Amerika

  • Sesuai ekspektasi, the Fed kembali menaikkan suku bunga acuan untuk ketiga kalinya di tahun 2018 sebesar 25 bps sehingga suku bunga acuan berada di level 2%-2.25%. FOMC memprediksi bahwa akan terdapat kenaikan suku bunga sekali lagi di tahun ini, sedangkan 3 kali di tahun 2019. Pertumbuhan ekonomi di tahun 2018 diperkirakan tumbuh 3.1% yoy sedangkan tahun 2019 diproyeksikan tumbuh 2.5% yoy.

  • Data final pertumbuhan ekonomi kuartal II-2018 tumbuh 4.2% yoy tertinggi sejak Q3-2014. Pertumbuhan didukung oleh kenaikan belanja konsumsi dan kenaikan investasi.

  • Data ketenagakerjaan bulan September akan dirilis tanggal 5 Oktober yaitu berupa penambahan nonfarm payroll yang diprediksi bertambah 188.000 vs penambahan di bulan Agustus sebesar 201.000. Tingkat pengangguran di bulan September diprediksi menurun dari 3.9% menjadi 3.8%.

Zona Indonesia

  • Bank Indonesia sesuai prediksi kembali menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 bps, sehingga suku bunga acuan menjadi 5.75%. Outlook perekonomian oleh Bank Indonesia

    • Defisit transaksi berjalan diproyeksikan tidak akan sampai 3% terhadap PDB di tahun 2018, sedangkan tahun depan diproyeksikan berada di level 2.5% atas PDB

    • Ekonomi akan tumbuh di bawah 5.2% di tahun 2018

    • Inflasi akan berada di bawah 3.5% yoy di tahun 2018

  • Inflasi bulan September akan dirilis pekan depan diprediksi akan mengalami peningkatan inflasi sebesar 0.05% mom vs -0.05% bulan Agustus

     1 Oktober

  • Cadangan devisa bulan September juga akan dirilis pekan ini, diproyeksikan akan kembali menurun sebagai bentuk intervensi nilai tukar rupiah atas dollar.

Market View:

Pada minggu lalu  IHSG menguat 0,32% WoW ke level 5,976, outlook dari the Fed terkait inflasi AS yang cenderung stabil di masa mendatang (kenaikan suku bunga di tahun depan tidak seagresif perkiraan pasar) serta kenaikan suku bunga oleh Bank Indonesia (ekspektasi nilai tukar rupiah akan menjadi lebih stabil) merupakan faktor-faktor penguatan IHSG selama sepekan ini. Asing mencatat pembelian bersih sebesar USD  108.08  juta selama sepekan (outflow YTD: USD 3.68milyar). Pada minggu lalu, hanya sektor industri dasar dan perdagangan yang mencatat return negatif masing-masing sebesar -0.3% dan -0.37%. Sedangkan sektor infrastruktur mencatatkan penguatan tertinggi selama sepekan ini yaitu sebesar 1.2% WoW.

Pada tanggal 28 September 2018, yield benchmark SUN 5 tahun (FR0063), 10 tahun (FR0064), SUN 15 tahun (FR0065) dan 20 tahun (FR0075) ditutup turun ke level 7.98%, 7.95%, 8.31% dan 8.51%.

Untuk INDON 10 tahun (INDON 28), yield bergerak turun di level 4.39% dan yield US Treasury 10 tahun flat di 3.06% (dibandingkan dengan posisi per 21 September 2018 yaitu 4,46% dan 3,06%). Premi resiko Indonesia yang terefleksikan dalam CDS 5 tahun turun ke level 130.1bps. Rupiah ditutup melemah 0.58%  WoW pada level 14.903

Kepemilikan asing pada pasar SUN per tanggal 27 September 2018 tercatat sebesar IDR 849.43 Triliun atau  sebesar 36.82% dari total outstanding-nya, meningkat dibandingkan posisi per tanggal 21 September 2018 yaitu sebesar IDR 840.58 Triliun (36.77% dari total outstanding-nya).

Meski suku bunga acuan AS potensi naik di bulan Desember 2018, nampaknya hal ini telah diprediksi oleh investor. Sehingga risiko global relatif mereda, hal ini tercermin pula dari posisi pembelian investor asing baik di pasar saham maupun pasar obligasi Indonesia masing-masing sebesar Rp 1.6 Tn dan Rp 9 Tn selama sepekan ini. Kami melihat pasar modal Indonesia masih memiliki potensi penguatan selama sepekan ini karena data inflasi bulan September cenderung terkendali. Pasar cenderung mengalami koreksi ketika neraca perdagangan bulan September dirilis (15 Oktober) akibat potensi masih terjadinya defisit sehingga defisit transakasi berjalan atas PDB masih bisa berada di level 3%.

Tetaplah berinvestasi!

Market Data

JCI Indonesia IDR 10yr (%) Indonesia USD 10yr (10%) US Treasury 10yr (%) USD/IDR
5.976 7,95 4,39 3,06  14.903

Economic Data

Indonesia CPI (%YoY) Indonesia CPI (%MoM) 7 Day Reverse Repo (%)
3,2  -0,05  5,75

*Data per akhir minggu.

Perhatian:

• Publikasi ini bukan merupakan suatu bentuk tawaran untuk menjual atau membeli efek atau derivatifnya yang termuat dalam publikasi ini. Isi dari publikasi ini bukan merupakan nasehat investasi kepada pihak manapun. Rekomendasi yang termuat dalam publikasi ini belum tentu sesuai untuk setiap calon investor. Meskipun seluruh  informasi yang termuat dalam publikasi ini diperoleh dari sumber yang kami percaya, namun kami tidak menjamin keakuratan dan kelengkapannya. Pendapat dan rekomendasi yang termuat dalam publikasi ini berlaku terbatas pada tanggal pembuatan dan setiap saat dapat berubah dan diubah oleh PT Danareksa Investment Management (“DIM”) tanpa pemberitahuan sebelumya. DIM tidak berkewajiban memperbaharui atau menambahi informasi yang termuat dalam publikasi ini. Publikasi ini ditujukan sebagai informasi dan tidak bertujuan untuk membentuk suatu dasar keputusan investasi. Investor harus menetapkan sendiri setiap keputusan sesuai dengan kebutuhan dan strategi investasi dengan mempertimbangkan masalah hukum, pajak dan akuntasi. DIM maupun setiap karyawan dan afiliasinya tidak bertanggung jawab terhadap setiap keputusan investasi yang diambil oleh investor.

• Hak milik atas bentuk dan isi presentasi ini sepenuhnya dilindungi oleh peraturan perundangan yang berlaku di Indonesia khususnya tentang hak cipta bagi kemanfaatan DIM. Tidak diperkenankan seorangpun melakukan fotokopi, menyalin, mereproduksi baik secara manual maupun elektronik atau dengan cara apapun sebagian atau seluruhnya yang dapat berakibat dokumen ini digandakan dan digunakan baik untuk tujuan ekonomis atau tujuan lainnya tanpa ada persetujuan terlebih dahulu dari DIM. Investasi melalui Reksa Dana mengandung risiko. Calon Pemodal wajib membaca dan memahami Prospektus sebelum memutuskan untuk berinvestasi melalui Reksa Dana.  Kinerja masa lalu tidak mencerminkan kinerja masa datang. Reksa Dana adalah produk pasar  modal dan BUKAN merupakan produk perbankan; BUKAN  merupakan bagian dari simpanan pihak ketiga yang terikat pada jangka waktu tertentu serta TIDAK termasuk objek dalam program penjaminan pemerintah.

 

01 Oktober 2018
Simulasi
Investasi
DISCLAIMER COPYRIGHT 2012 Danareksa All Rights RESERVED|
PT Danareksa Investment Management terdaftar dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Republik Indonesia | DISCLAIMER