Berita

Simulasi
Investasi

Ulasan Pasar 10 Agustus 2015

Ulasan Pasar 10 Agustus 2015

BPS mencatat pertumbuhan GDP sebesar 4.67% di kuartal kedua, melemah dibandingkan 4.72% di kuartal pertama tahun ini. Perlambatan terutama karena melemahnya investasi, terutama di sektor yang berkaitan dengan pertambangan (alat berat dan transportasi pendukung).

Data cadangan devisa juga mengalami penurunan sebesar USD480mn menjadi USD107.55bn di bulan Juli yang disebabkan oleh pengeluaran untuk pembayaran utang luar negeri Pemerintah serta penggunaan devisa dalam rangka stabilisasi nilai tukar Rupiah.

Data klaim pengangguran baru di AS tercatat 270 ribu, sedikit lebih baik dibanding ekspektasi yang sebesar 273 ribu. Data PMI manufacturing versi Markit tercatat di level 53.8, sesuai dengan ekspektasi. Data trade balance deficit mencapai USD43.84bn, sedikit melebihi ekspektasi konsensus yang sebesar USD43.00bn. 

market watch 10 agustus 2015

Di samping itu, harga minyak masih cenderung melemah menyusul produksi minyak AS yang relatif tinggi dan penguatan USD seiring rencana kenaikan suku bunga The Fed. Data non-farm payrolls AS menunjukkan penambahan 215 ribu pekerjaan, sementara ekspektasinya adalah 212 ribu. Pengangguran berada pada level 5,3% sesuai ekspektasi. Hal ini semakin meyakinkan investor bahwa AS akan segera menaikkan suku bunganya, kemungkinan di September mendatang.

Dari zona Eropa, Data PMI manufacturing versi Markit tercatat 52.4, sedikit di atas estimasi konsensus sebesar 52.2.

Market View: 

IHSG kembali ditutup melemah ke level 4,770.30 atau penurunan sebesar 0.67%wow di akhir minggu lalu. Pergerakan nilai tukar Rupiah hampir tidak berubah dan ditutup di level 13,541 (-0.01%wow). Pasar obligasi bergerak sedikit menguat terlihat dari posisi yield obligasi dengan tenor 10 tahun yang berada di level 8.45% (dari 8.57%).

Pasar saham masih berada dalam tekanan jual menyusul pesimisme terhadap  prospek Indonesia di mana GDP kuartal kedua hanya tumbuh 4.67%, dibanding pencapaian 4.72% di kuartal pertama. Sebagai tambahan, pasar memperkirakan target pencapaian GDP pemerintah masih terlalu tinggi dan akan sulit tercapai.

Kenaikan yield UST 10 tahun menjadi 2.22% terjadi seiring masih diragukannnya kembali rencana kenaikan suku bunga bank sentral Amerika Serikat pada tahun ini. Sementara bursa China mengalami penguatan pada pekan lalu dengan adanya spekulasi lembaga pemerintah yang diamanatkan untuk melakukan pembelian saham, China Securities Finance Corp, mencari akses tambahan USD 322bn.

Saat ini IHSG ditransaksikan dengan forward PE tahun 2015 sebesar 14.6x, sedikit lebih rendah dibandingkan rata-rata forward PE untuk top 5 ASEAN sebesar 14.7x. Seiring dengan keluarnya pencapaian kuartal dua, konsensus memproyeksikan pertumbuhan laba secara umum untuk IHSG hanya tumbuh sebesar 0.2% untuk tahun 2015 ini.

DISCLAIMER :
INVESTASI MELALUI REKSA DANA MENGANDUNG RISIKO. CALON PEMODAL WAJIB MEMBACA DAN MEMAHAMI PROSPEKTUS SEBELUM MEMUTUSKAN UNTUK BERINVESTASI MELALUI REKSA DANA. KINERJA MASA LALU TIDAK MENCERMINKAN MASA DATANG.

10 Agustus 2015
Simulasi
Investasi
DISCLAIMER COPYRIGHT 2012 Danareksa All Rights RESERVED|
PT Danareksa Investment Management terdaftar dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Republik Indonesia | DISCLAIMER