Berita

Simulasi
Investasi

Ulasan Pasar 10 Desember 2018

Ulasan Pasar 10 Desember 2018

Zona Amerika

  • Data ketenagakerjaan bulan November Nonfarm Payroll hanya bertambah 155.000 di bawah estimasi 198.000 dan periode bulan sebelumnya 237.000. Sedangkan tingkat pengangguran tetap bertahan di level 3.7%.

Gambarr Weekly 10 Desember 2018

  • Saat ini prediksi pasar terbelah atas kenaikan suku bunga acuan AS baik di bulan Desember 2018 ataupun tahun 2019. The Fed diprediksi cenderung dovish karena kenaikan suku bunga yang agresif dapat menghambat pertumbuhkan ekonomi AS kedepannya. Mengacu survey Bloomberg, 71% ekonom memprediksi bahwa the Fed akan kembali menaikkan suku bunga acuan di Desember 2018.
  • Anggota OPEC setuju untuk memangkas produksi sebesar 1.2 juta barrel per hari selama 6 bulan pertama di tahun 2019.

Zona Eropa

  • Bank Sentral Eropa akan membahas kebijakan moneter di tanggal 13 Desember, Bank Sentral Eropa diprediksi masih akan tetap menahan suku bunga acuan sebesar 0% dan akan menaikkan suku bunga acuan setelah bulan Juni 2019.

Zona Asia

  • Neraca perdagangan China bulan November masih tercatat surplus US$ 44.74 miliar melebihi estimasi US$ 34.4 miliar. Kenaikan surplus ini lebih disebabkan kenaikan impor di bawah estimasi yang hanya naik 3% yoy vs estimasi 14% yoy. Sedangkan ekspor hanya tumbuh 5.4% yoy di bawah estimasi 9.4% yoy.

Zona Indonesia

  • Cadangan devisa bulan November tercatat meningkat dari US$ 115.2 miliar menjadi US$ 117.2 miliar.
  • Tingkat kepercayaan konsumen di bulan November meningkat dari 119.2 menjadi 122.7
  • Pemerintah melakukan front loading untuk mendanai APBN 2019 dengan menerbitkan global bond senilai Rp 42.82 T dari total Rp 120 T.

Baca juga:

Market View:

Pada minggu lalu IHSG di tutup menguat 1,16% WoW ke level 6,126. Penguatan tersebut didorong oleh sentimen dalam dan luar negeri. Dari luar negeri (global) ekspektasi the Fed mengeluarkan kebijakan yang cenderung dovish karena pelemahan data ekonomi serta adanya penguatan Rupiah sebesar 1,6% WoW (salah satu pendorongnya kenaikan cadangan devisa sebesar  USD 2 miliar). Asing mencatat penjualan bersih sebesar USD  52.8 juta selama sepekan (outflow YTD: USD 3,4 milyar). Pada minggu lalu, hampir seluruh sektor mengalami kenaikan dimana sektor industri dasar menjadi sektor yang mengalami kenaikan yang paling tinggi sebesar 4,65% WoW. Dilain sisi, sektor aneka industri menjadi satu-satunya sektor yang mengalami penurunan paling dalam, turun sebesar 2.52% WoW.

Pada tanggal 07 Desember 2018, yield benchmark SUN 5 tahun (FR0077), 10 tahun (FR0078), SUN 15 tahun (FR0065) dan 20 tahun (FR0075) ditutup naik ke level 7.84%, 7.93%, 8.14% dan 8.32%.

Untuk INDON 10 tahun (INDON 28), yield bergerak turun di level 4.71% dan yield US Treasury 10 tahun turun di 2.85% (dibandingkan dengan posisi per 30 Desember 2018 yaitu 4,75% dan 2,98%). Premi resiko Indonesia yang terefleksikan dalam CDS 5 tahun flat di level 142.1 bps. Rupiah ditutup melemah 1.23%  WoW pada level 14.480.

Kepemilikan asing pada pasar SUN per tanggal 03 Desember 2018 tercatat sebesar IDR 899.9 Triliun atau  sebesar 37.9% dari total outstanding-nya, menurun dibandingkan posisi per tanggal 30 November 2018 yaitu sebesar IDR 900.59 Triliun (37.85% dari total outstanding-nya).

Kepastian kebijakan moneter AS yang cenderung dovish terutama di tahun 2019 (pertemuan dilakukan minggu depan) akan mempengaruhi pasar modal Indonesia. Bila the Fed dovish maka Bank Indonesia cenderung tidak agresif menaikkan suku bunga acuan di tahun depan. Kami menyarankan untuk melakukan pembelian di pasar modal Indonesia, khususnya pasar saham karena kecenderungan di bulan Desember akan terjadi rally serta didukung oleh perbaikan kondisi makro ekonomi Indonesia seperti nilai tukar rupiah dan pertumbuhan ekonomi.

Tetaplah berinvestasi!

Market Data

JCI Indonesia IDR 10yr (%) Indonesia USD 10yr (10%) US Treasury 10yr (%) USD/IDR
6.126 7,93 4,71 2.85  14.480

Economic Data

Indonesia CPI (%YoY) Indonesia CPI (%MoM) 7 Day Reverse Repo (%)
3,16  0,28 6

*Data per akhir minggu.

Perhatian:

• Publikasi ini bukan merupakan suatu bentuk tawaran untuk menjual atau membeli efek atau derivatifnya yang termuat dalam publikasi ini. Isi dari publikasi ini bukan merupakan nasehat investasi kepada pihak manapun. Rekomendasi yang termuat dalam publikasi ini belum tentu sesuai untuk setiap calon investor. Meskipun seluruh  informasi yang termuat dalam publikasi ini diperoleh dari sumber yang kami percaya, namun kami tidak menjamin keakuratan dan kelengkapannya. Pendapat dan rekomendasi yang termuat dalam publikasi ini berlaku terbatas pada tanggal pembuatan dan setiap saat dapat berubah dan diubah oleh PT Danareksa Investment Management (“DIM”) tanpa pemberitahuan sebelumya. DIM tidak berkewajiban memperbaharui atau menambahi informasi yang termuat dalam publikasi ini. Publikasi ini ditujukan sebagai informasi dan tidak bertujuan untuk membentuk suatu dasar keputusan investasi. Investor harus menetapkan sendiri setiap keputusan sesuai dengan kebutuhan dan strategi investasi dengan mempertimbangkan masalah hukum, pajak dan akuntasi. DIM maupun setiap karyawan dan afiliasinya tidak bertanggung jawab terhadap setiap keputusan investasi yang diambil oleh investor.

• Hak milik atas bentuk dan isi presentasi ini sepenuhnya dilindungi oleh peraturan perundangan yang berlaku di Indonesia khususnya tentang hak cipta bagi kemanfaatan DIM. Tidak diperkenankan seorangpun melakukan fotokopi, menyalin, mereproduksi baik secara manual maupun elektronik atau dengan cara apapun sebagian atau seluruhnya yang dapat berakibat dokumen ini digandakan dan digunakan baik untuk tujuan ekonomis atau tujuan lainnya tanpa ada persetujuan terlebih dahulu dari DIM. Investasi melalui Reksa Dana mengandung risiko. Calon Pemodal wajib membaca dan memahami Prospektus sebelum memutuskan untuk berinvestasi melalui Reksa Dana.  Kinerja masa lalu tidak mencerminkan kinerja masa datang. Reksa Dana adalah produk pasar  modal dan BUKAN merupakan produk perbankan; BUKAN  merupakan bagian dari simpanan pihak ketiga yang terikat pada jangka waktu tertentu serta TIDAK termasuk objek dalam program penjaminan pemerintah.

10 Desember 2018
Simulasi
Investasi
DISCLAIMER COPYRIGHT 2012 Danareksa All Rights RESERVED|
PT Danareksa Investment Management terdaftar dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Republik Indonesia | DISCLAIMER