Berita

Simulasi
Investasi

Ulasan Pasar 10 Juli 2017

Ulasan Pasar 10 Juli 2017

Amerika: Berdasarkan notula rapat The Fed yang dirilis minggu lalu, Komite The Fed cenderung lebih khawatir dengan kebijakan suku bunga yang terlalu longgar sehingga mereka meyakini akan adanya kepastian kenaikan suku bunga lanjutan.

Data NFP tumbuh di atas ekspektasi yaitu 222k (dibandingkan estimasi konsensus sebesar 178k). Akan tetapi tingkat penggangguran naik ke 4.4% vs. survei di 4.3%.

Weekly 10 Jul

Indonesia: Pemerintah merevisi budget defisit di RAPBNP-2017 ke 2.9% (sebelumnya 2.4%) dengan asumsi penyerapan APBN 100%.

Selain itu, pemerintah juga menurunkan target pertumbuhan pendapatan pajak dari 17% ke 13% (Rp1.450 Triliun). Pendapatan non pajak juga diharapkan naik ke Rp260 Triliun (dari Rp250 Triliun) dengan asumsi harga minyak mentah Indonesia yang lebih tinggi dan nilai tukar yang lebih rendah.

Cadangan devisa turun ke USD123 Miliar di bulan Juni dari sebelumnya USD125 Miliar.

Baca juga:

Market View:

Pasar modal mengalami tekanan penjualan pada perdagangan akhir minggu lalu setelah mencatatkan rekor tertinggi. Untuk IHSG, setelah sempat menyentuh posisi tertinggi (5.910) di hari Senin minggu lalu, pasar melakukan aksi profit-taking yang membawa IHSG turun ke level 5.815.

Asing melakukan penjualan bersih sebesar USD137 Juta sehingga posisi arus dana asing dari awal tahun turun ke USD1.17 Miliar.

Untuk pasar obligasi, yield SUN 10 tahun meningkat ke level 7.09% yang didorong oleh ekspektasi peningkatan suplai SUN setelah pemerintah meningkatkan target defisit APBN. Untuk INDON 10 tahun, yield juga mengalami peningkatan ke level 3.88% seiring peningkatan US Treasury 10 tahun ke level 2.39% setelah dirilisnya notula rapat The Fed yang cenderung hawkish. CDS 5 tahun meningkat ke level 123 bps dari sebelumnya 117 bps. Mata uang IDR melemah 0,6% ke level 13.399 /USD.

Kepemilikan asing pada pasar SUN per tanggal 06 Juli 2017 tercatat sebesar IDR762.1 Triliun atau sebesar 39,0% dari total outstanding, turun dibandingkan posisi 30 Juni di 39.5%.

Pasar akan mencermati laporan keuangan Q2 yang akan dirilis dalam waktu dekat. Tentunya dengan faktor peningkatan defisit APBN dan dari global seperti kebijakan suku bunga The Fed akan mempengaruhi pergerakan pasar modal domestik. Kami melihat adanya peluang untuk melakukan aksi Buy On Weaknesss jika pasar modal terkoreksi tajam.

Tetaplah berinvestasi!

Market Data

JCI Indonesia IDR 10yr (%) Indonesia USD 10yr (10%) US Treasury 10yr (%) USD/IDR
 5.815 7,09  3,88 2,39  13.399

Economic Data

Indonesia CPI (%YoY) Indonesia CPI (%MoM) 7 Day Reverse Repo (%)
 4,37  0,69  4,75

*Data per akhir minggu.

Perhatian:
• Publikasi ini bukan merupakan suatu bentuk tawaran untuk menjual atau membeli efek atau derivatifnya yang termuat dalam publikasi ini. Isi dari publikasi ini bukan merupakan nasehat investasi kepada pihak manapun. Rekomendasi yang termuat dalam publikasi ini belum tentu sesuai untuk setiap calon investor. Meskipun seluruh  informasi yang termuat dalam publikasi ini diperoleh dari sumber yang kami percaya, namun kami tidak menjamin keakuratan dan kelengkapannya. Pendapat dan rekomendasi yang termuat dalam publikasi ini berlaku terbatas pada tanggal pembuatan dan setiap saat dapat berubah dan diubah oleh PT Danareksa Investment Management (“DIM”) tanpa pemberitahuan sebelumya. DIM tidak berkewajiban memperbaharui atau menambahi informasi yang termuat dalam publikasi ini. Publikasi ini ditujukan sebagai informasi dan tidak bertujuan untuk membentuk suatu dasar keputusan investasi. Investor harus menetapkan sendiri setiap keputusan sesuai dengan kebutuhan dan strategi investasi dengan mempertimbangkan masalah hukum, pajak dan akuntasi. DIM maupun setiap karyawan dan afiliasinya tidak bertanggung jawab terhadap setiap keputusan investasi yang diambil oleh investor.
• Hak milik atas bentuk dan isi presentasi ini sepenuhnya dilindungi oleh peraturan perundangan yang berlaku di Indonesia khususnya tentang hak cipta bagi kemanfaatan DIM. Tidak diperkenankan seorangpun melakukan fotokopi, menyalin, mereproduksi baik secara manual maupun elektronik atau dengan cara apapun sebagian atau seluruhnya yang dapat berakibat dokumen ini digandakan dan digunakan baik untuk tujuan ekonomis atau tujuan lainnya tanpa ada persetujuan terlebih dahulu dari DIM. Investasi melalui Reksa Dana mengandung risiko. Calon Pemodal wajib membaca dan memahami Prospektus sebelum memutuskan untuk berinvestasi melalui Reksa Dana.  Kinerja masa lalu tidak mencerminkan kinerja masa datang. Reksa Dana adalah produk pasar  modal dan BUKAN merupakan produk perbankan; BUKAN  merupakan bagian dari simpanan pihak ketiga yang terikat pada jangka waktu tertentu serta TIDAK termasuk objek dalam program penjaminan pemerintah.

 

 

           

 

 

 

10 Juli 2017
Simulasi
Investasi
DISCLAIMER COPYRIGHT 2012 Danareksa All Rights RESERVED | DISCLAIMER