Berita

Simulasi
Investasi

Ulasan Pasar 11 April 2016

Ulasan Pasar 11 April 2016

Mengacu pada rekapan pertemuan The Fed yang berlangsung 15-16 Maret 2016, para petinggi bank sentral Amerika Serikat meyakini untuk melakukan kenaikan suku bunga sebanyak dua kali di 2016 meski tidak disebutkan secara detil terkait pelaksanaan kenaikan suku bunga. Tetapi berdasar pertemuan ini, kecil kemungkinan kenaikan suku bunga terjadi di bulan April karena faktor ekonomi global.

Terkait inflasi terdapat perbedaan pandangan bahwa beberapa partisipan melihat kenaikan inflasi berada pada tren stabil, namun sebagian lainnya melihat kenaikan tersebut bersifat sementara.

Data inflasi bulan Maret akan dirilis tanggal 14 April yang diprediksi akan meningkat sebesar 0.2% secara bulanan vs bulan Februari yang mengalami penurunan sebesar 0.2%

Baca juga:

Dari zona Eropa, data inflasi di bulan Maret akan dirilis tanggal 14 April yang diprediksi akan mengalami peningkatan sebesar 1.2% secara bulanan vs 0.2% secara bulanan di bulan Februari. 

Pemulihan perekonomian China masih dalam tren positif, sehingga ekspor di bulan Maret diprediksi meningkat 10% year on year (yoy) (vs -25.4% yoy di bulan Februari) sedangkan impor masih dalam tren penurunan sebesar 10.1% yoy sehingga surplus neraca perdagangan diprediksi akan mengalami peningkatan menjadi USD34.95 miliar (data akan dirilis tanggal 13 April).

Data Growth Domestic Product (GDP) China kuartal 1 akan dirilis pada tanggal 15 April yang diprediksi akan tumbuh sebesar 6.7%.

Cadangan devisa Indonesia hingga Maret 2016 tercatat sebesar USD107.5 miliar (bertambah USD3 miliar dari posisi Februari). Posisi cadangan devisa ini dapat membiayai 8 bulan impor atau 7.8 bulan impor serta pembayaran utang luar negeri. Posisi ini melebihi standar internasional sekita 3 bulan impor.

Pemerintah Indonesia akan mengajukan Anggaran Perubahan Belanja Negara (APBN) perubahan 2016 pada masa sidang DPR yang dimulai pada 17 Mei 2016. Asumsi yang mengalami perubahan adalah inflasi diturunkan menjadi 4%, nilai tukar menjadi Rp 13.400 per dollar AS dan harga minyak menjadi USD 35 per barel. Sedangkan asumsi GDP tetap tumbuh sebesar 5.3%.

Defisit anggaran melebar dari 2.15% menjadi 2.5% terhadap GDP. PPh dan PNBP migas mengalami penurunan sebesar Rp 67.6 Triliun, PNBP non migas juga mengalami penurunan sebesar Rp 25 Triliun. Sedangkan belanja negara dipangkas sebesar Rp 50 Triliun.

Data neraca perdagangan bulan Maret akan dirilis tanggal 15 April 2015 yang diprediksi akan mengalami suprlus sebesar USD776 Juta.

Market view :

Di tengah minimnya katalis positif di pasar domestik dan pasar saham global yang masih bergejolak pasca komentar The Fed mengenai resiko perekonomian global yang masih beresiko, indeks pasar saham gabungan (IHSG) cenderung bergerak flat atau hanya mencatatkan kenaikan sebesar 0.07% ke level 4.867. Sektor penopang terutama dari pertambangan yang menguat 6.12% dan industri dasar yang mengalami kenaikan sebesar 2.05%. Kebalikannya, sektor perkebunan dan aneka industri mencatatkan penurunan sebesar 2.81% dan 1.53%. Akan tetapi, asing masih tercatat melakukan pembelian bersih sebesar USD97.7 Juta.

Performa dari pasar obligasi cenderung lebih baik dibandingkan pasar saham. Mengacu pada Surat Utang Negara (SUN) 10 tahun, imbal hasil tercatat turun ke level 7.53% terutama katalis yang menjadi pendukung berupa data cadangan devisa Indonesia yang meningkat ke USD107.5 miliar untuk bulan Maret dari USD104.5 miliar di bulan Februari. Ini merupakan posisi tertinggi sejak bulan Juni 2015.

Setali tiga uang, INDON 10 tahun (INDON 26) dan imbal hasil (yield) US treasury 10 tahun juga bergerak turun ke level 4.09% dan 1.71% (dibandingkan dengan posisi per 24 Maret 2016 yaitu 4.11% dan 1.79%). Yield treasury 10 tahun mengalami penurunan pasca komentar yang diberikan oleh Gubernur the Fed mengenai kepastian outlook suku bunga AS yang cenderung dovish. Kondisi  perekonomian global yang masih lambat diperkirakan membuat the Fed menunda kenaikan suku bunga.

Sementara itu Rupiah ditutup pada level 13,144 per US Dollar menguat 0.17% dari minggu lalu.

Kepemilikan asing pada pasar SUN per tanggal 01 April 2016 tercatat sebesar Rp607.3 Triliun atau sebesar 38.7% dari total outstanding-nya, naik dibandingkan posisi per tanggal 07 April 2016 yaitu sebesar Rp613.4 Triliun (39.0% dari total outstanding-nya).

Pergerakan pasar diekspektasi masih mixed dalam beberapa minggu ke depan. Hal yang mendasari terutama masih minimnya katalis positif di mana pasar masih menunggu kepastian laporan keuangan kuartal I emiten-emiten yang juga akan memperlihatkan perkembangan ekonomi Indonesia di tiga bulan pertama ini. Oleh sebab itu, penting bagi investor untuk tetap berfokus pada investasi jangka panjang dan tetap menyiasati penurunan Nilai Aktiva Bersih (NAB) dengan investasi berkala. Stay invested!

Selamat berinvestasi!

Perhatian:
• Publikasi ini bukan merupakan suatu bentuk tawaran untuk menjual atau membeli efek atau derivatifnya yang termuat dalam publikasi ini. Isi dari publikasi ini bukan merupakan nasehat investasi kepada pihak manapun. Rekomendasi yang termuat dalam publikasi ini belum tentu sesuai untuk setiap calon investor. Meskipun seluruh  informasi yang termuat dalam publikasi ini diperoleh dari sumber yang kami percaya, namun kami tidak menjamin keakuratan dan kelengkapannya. Pendapat dan rekomendasi yang termuat dalam publikasi ini berlaku terbatas pada tanggal pembuatan dan setiap saat dapat berubah dan diubah oleh PT Danareksa Investment Management (“DIM”) tanpa pemberitahuan sebelumya. DIM tidak berkewajiban memperbaharui atau menambahi informasi yang termuat dalam publikasi ini. Publikasi ini ditujukan sebagai informasi dan tidak bertujuan untuk membentuk suatu dasar keputusan investasi. Investor harus menetapkan sendiri setiap keputusan sesuai dengan kebutuhan dan strategi investasi dengan mempertimbangkan masalah hukum, pajak dan akuntasi. DIM maupun setiap karyawan dan afiliasinya tidak bertanggung jawab terhadap setiap keputusan investasi yang diambil oleh investor.
• Hak milik atas bentuk dan isi presentasi ini sepenuhnya dilindungi oleh peraturan perundangan yang berlaku di Indonesia khususnya tentang hak cipta bagi kemanfaatan DIM. Tidak diperkenankan seorangpun melakukan fotokopi, menyalin, mereproduksi baik secara manual maupun elektronik atau dengan cara apapun sebagian atau seluruhnya yang dapat berakibat dokumen ini digandakan dan digunakan baik untuk tujuan ekonomis atau tujuan lainnya tanpa ada persetujuan terlebih dahulu dari DIM. Investasi melalui Reksa Dana mengandung risiko. Calon Pemodal wajib membaca dan memahami Prospektus sebelum memutuskan untuk berinvestasi melalui Reksa Dana.  Kinerja masa lalu tidak mencerminkan kinerja masa datang. Reksa Dana adalah produk pasar  modal dan BUKAN merupakan produk perbankan; BUKAN  merupakan bagian dari simpanan pihak ketiga yang terikat pada jangka waktu tertentu serta TIDAK termasuk objek dalam program penjaminan pemerintah.
11 April 2016
Simulasi
Investasi
DISCLAIMER COPYRIGHT 2012 Danareksa All Rights RESERVED|
PT Danareksa Investment Management terdaftar dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Republik Indonesia | DISCLAIMER