Berita

Simulasi
Investasi

Ulasan Pasar 11 Februari 2019

Ulasan Pasar 11 Februari 2019

Zona Amerika

  • Defisit perdagangan AS turun menjadi $ 49,3 miliar pada bulan November, penurunan pertama setelah kenaikan lima bulan berturut-turut. Tetapi secara keseluruhan, defisit barang dan jasa tahun-ke-tahun naik $ 51,9 miliar (+10,4% YoY).
  • Perundingan antara AS dan China akan memasuki babak baru dimana AS menyiapkan pembahasan kesepakan mengenai intellectual property, yang selama ini menjadi momok bagi perusahaan AS yang beroprasi di China.

Zona Indonesia

  • Pertumbuhan PDB keseluruhan pada tahun 2018 mencapai 5,17%, laju pertumbuhan tertinggi sejak 2013.
  • Di 4Q18 CAD indonesia melebar menjadi -3.57% dr GDP namun secara FY18 CAD Indonesia masih berada dikisaran dibawah -3% yaitu di angka -2.98% dari GDP.

Gambar Weekly 11 Ebruari 2019

Market View:

Selama sepekan ini pasar saham Indonesia mengalami pelemahan sebesar 0.26% ke level 6,522. Koreksi tersebut didorong oleh aksi take profit para investor asing dan lokal sembari menunggu kemajuan dari perundingan antara AS dan China. Asing mencatat penjualan bersih sebesar USD 15 juta selama sepekan (inflow YTD: USD 997,8 juta). Pada minggu lalu, sektor infrastruktur menjadi sektor yang mencatatkan kenaikan paling tinggi sebesar 2,4% WoW, sedangkan sektor Aneka Industi menjadi sektor yang mencatatkan pelemahan paling dalam sebesar 2,3%. Di level saat ini IHSG diperdagangkan di 14.1x P/E 2020.

Pada tanggal 8 Februari 2019, yield benchmark SUN 5 tahun (FR0077), 10 tahun (FR0078), SUN 15 tahun (FR0068) dan 20 tahun (FR0079) ditutup turun ke level 7.71%, 7.84%, 8.05% dan 8.17%.

Untuk INDON 10 tahun (INDON 28), yield bergerak naik ke level 4.13% dan yield US Treasury 10 tahun flat di 2.63% (dibandingkan dengan posisi per 1 Februari 2019 yaitu 4,00% dan 2,68%). Premi resiko Indonesia yang terefleksikan dalam CDS 5 tahun naik di level 115  bps. Rupiah ditutup melemah 0.05%  WoW pada level 13.955

Kepemilikan asing pada pasar SUN per tanggal 7 Februari 2019 tercatat sebesar IDR 925.7 Triliun atau sebesar 37.99% dari total outstanding-nya, naik dibandingkan posisi per tanggal 1 februari 2019 yaitu sebesar IDR 912.8 Triliun (37.44% dari total outstanding-nya).

Selama sepekan ini sentimen global cenderung dominan mempengaruhi pergerakan pasar modal Indonesia. Dimana para investor menunggu kesepakatan baru antara AS dan China. Di lain sisi membaiknya GDP Indonesia yang tumbuh sebesar 5,17% di tahun 2018 seharusnya menjadi angin segar bagi pasar modal Indonesia. Kami menyarankan kepada investor untuk melakukan pembelian di pasar saham Indonesia karena data makro ekonomi yang membaik akan berpengaruh positif bagi pasar obligasi ataupun saham. Namun, pasar saham diharapkan dapat memberikan return lebih karena adanya sentimen spesifik seperti kinerja emiten yang akan mengalami perbaikan sebagai efek perbaikan makro-ekonomi.

Tetaplah berinvestasi!

Market Data

JCI Indonesia IDR 10yr (%) Indonesia USD 10yr (10%) US Treasury 10yr (%) USD/IDR
6.522 7,84 4,13 2.63  13.955

Economic Data

Indonesia GDP (%YoY) Indonesia CAD(%MoM) 7 Day Reverse Repo (%)
5,17  -2,98 6

*Data per akhir minggu.

Perhatian:

• Publikasi ini bukan merupakan suatu bentuk tawaran untuk menjual atau membeli efek atau derivatifnya yang termuat dalam publikasi ini. Isi dari publikasi ini bukan merupakan nasehat investasi kepada pihak manapun. Rekomendasi yang termuat dalam publikasi ini belum tentu sesuai untuk setiap calon investor. Meskipun seluruh  informasi yang termuat dalam publikasi ini diperoleh dari sumber yang kami percaya, namun kami tidak menjamin keakuratan dan kelengkapannya. Pendapat dan rekomendasi yang termuat dalam publikasi ini berlaku terbatas pada tanggal pembuatan dan setiap saat dapat berubah dan diubah oleh PT Danareksa Investment Management (“DIM”) tanpa pemberitahuan sebelumya. DIM tidak berkewajiban memperbaharui atau menambahi informasi yang termuat dalam publikasi ini. Publikasi ini ditujukan sebagai informasi dan tidak bertujuan untuk membentuk suatu dasar keputusan investasi. Investor harus menetapkan sendiri setiap keputusan sesuai dengan kebutuhan dan strategi investasi dengan mempertimbangkan masalah hukum, pajak dan akuntasi. DIM maupun setiap karyawan dan afiliasinya tidak bertanggung jawab terhadap setiap keputusan investasi yang diambil oleh investor.

• Hak milik atas bentuk dan isi presentasi ini sepenuhnya dilindungi oleh peraturan perundangan yang berlaku di Indonesia khususnya tentang hak cipta bagi kemanfaatan DIM. Tidak diperkenankan seorangpun melakukan fotokopi, menyalin, mereproduksi baik secara manual maupun elektronik atau dengan cara apapun sebagian atau seluruhnya yang dapat berakibat dokumen ini digandakan dan digunakan baik untuk tujuan ekonomis atau tujuan lainnya tanpa ada persetujuan terlebih dahulu dari DIM. Investasi melalui Reksa Dana mengandung risiko. Calon Pemodal wajib membaca dan memahami Prospektus sebelum memutuskan untuk berinvestasi melalui Reksa Dana.  Kinerja masa lalu tidak mencerminkan kinerja masa datang. Reksa Dana adalah produk pasar  modal dan BUKAN merupakan produk perbankan; BUKAN  merupakan bagian dari simpanan pihak ketiga yang terikat pada jangka waktu tertentu serta TIDAK termasuk objek dalam program penjaminan pemerintah.

 

11 Februari 2019
Simulasi
Investasi
DISCLAIMER COPYRIGHT 2012 Danareksa All Rights RESERVED|
PT Danareksa Investment Management terdaftar dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Republik Indonesia | DISCLAIMER