Berita

Simulasi
Investasi

Ulasan Pasar 11 Mei 2015

Ulasan Pasar 11 Mei 2015

Amerika Serikat: Data perekonomian AS pada pekan lalu cenderung mixed. Data Non Farm Payroll tercatat meningkat dan tercatat 223.000, meskipun sedikit di bawah konsensus 228.000. Tingkat pengangguran menurun ke level 5.4%, inline dengan konsensusnya. Data pesanan pabrik tumbuh 2.1%mom, di atas konsensusnya yakni 2%.

Zona Eropa: Dari zona Eropa, data PMI manufacturing versi Markit tercatat di level 52, di atas konsensus 51.9. Data PMI composite juga tercatat meningkat menjadi 53.9, melebihi konsensusnya 53.5.

Dari wilayah Asia, China menurunkan suku bunga pinjamannya sebesar 0.25% menjadi sebesar 5.1% dalam rangka mendorong perekonomian negaranya. PMI manufacturing versi HSBC tercatat turun ke level 48.9 di bulan April, di bawah konsensus 49.4. Laju inflasi China tercatat 1.5%, di bawah konsensus 1.6%.

market watch 11 mei 2015

Indonesia: Dari dalam negeri, data GDP di kuartal I tahun 2015 tercatat menurun ke level 4.71%yoy, jauh di bawah konsensus yang memperkirakan 4.91%. Sementara itu, data cadangan devisa tercatat menurun dari USD 111.60 milyar di bulan Maret menjadi USD 110.87 milyar di bulan April.

Market View: Setelah tertekan pada minggu sebelumnya, pasar saham sedikit membaik. Namun pelemahan yang signifikan terjadi di pasar obligasi. Imbal hasil SUN dengan tenor 10 tahun di level 7.6%. Pasar memperkirakan pertumbuhan ekonomi berada di bawah level 5%. Nilai tukar Rupiah, bergerak di level 12,900-13,100.

Kami melihat pasar akan terus memperhatikan data-data makro sebelum mengambil keputusan investasi lebih lanjut. Untuk minggu ini pasar akan memperhatikan data perkembangan current account.

GDP tercatat di level 4.7%. Angka ini dibawah perkiraan konsensus di level 4.9%. BI masih memprediksi pertumbuhan sebesar 5.4%. Tekanan besar diberikan kepada Bank Indonesia untuk menurunkan suku bunga untuk menstimulasi ekonomi. Tekanan juga datang ke pemerintah untuk segera melaksanakan pembangunan infrastruktur dan meningkatkan belanja modal secara umum. 

Kami memperkirakan pasar saham akan bergerak berkonsolidasi sambil melihat perkembangan lebih lanjut dari data ekonomi. Perkembangan penjualan kendaraan, semen dan eceran akan menjadi perhatian investor dalam berinvestasi.

Hal ini penting karena mengindikasikan pengaruh untuk target pertumbuhan laba FY15 yang saat ini diperkirakan naik sebesar 12-15% dan juga GDP ke depan. IHSG diperdagangkan 15.8x P/E ratio untuk tahun 2015, sejalan dengan valuasi pasar ASEAN rata-rata di level 15.8x.

DISCLAIMER :
INVESTASI MELALUI REKSA DANA MENGANDUNG RISIKO. CALON PEMODAL WAJIB MEMBACA DAN MEMAHAMI PROSPEKTUS SEBELUM MEMUTUSKAN UNTUK BERINVESTASI MELALUI REKSA DANA. KINERJA MASA LALU TIDAK MENCERMINKAN MASA DATANG.

11 Mei 2015
Simulasi
Investasi
DISCLAIMER COPYRIGHT 2012 Danareksa All Rights RESERVED|
PT Danareksa Investment Management terdaftar dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Republik Indonesia | DISCLAIMER