Berita

Simulasi
Investasi

Ulasan Pasar 12 Februari 2018

Ulasan Pasar 12 Februari 2018

Zona Amerika

  • Gubernur Fed New York Dudley mengatakan meski terjadi penurunan harga di pasar modal (penurunan Indeks DJIA dan peningkatan yield obligasi 10 tahun) kenaikan suku bunga tetap akan terjadi sebanyak 3 kali. Besar kemungkinan kenaikan suku bunga untuk pertama kalinya akan terjadi di bulan Maret 2018.

  • Inflasi bulan Januari akan dirilis  tanggal 14 Februari yang diprediksi tumbuh sebesar 0.4% mom.

Zona Eropa

  • Data pertumbuhan ekonomi  kuartal IV akan dirilis tanggal 14 Februari  yang diprediksi tumbuh 2.7% yoy sama dengan kuartal sebelumnya.

Zona Indonesia

  • Defisit transaksi berjalan tahun 2017 tercatat sebesar US$ 17.3 miliar atau 1.7% dari GDP lebih rendah dibandingkan tahun 2016 sebesar 1.6% dari GDP. Peningkatan surplus neraca perdagangan nonmigas merupakan salah satu kontributor adanya perbaikan defisit transaksi berjalan. 

  • Cadangan devisa di bulan Januari tercatat sebesar US$131.98 miliar meningkat dibandingkan bulan Desember sebesar US$130.2 miliar.

  • BI rate akan mengumumkan suku bunga acuan tanggal 15 Februari yang diprediksi tetap berada di level 4.25%.

  • Neraca perdagangan bulan Januari akan dirilis  tanggal 15 Februari yang diprediksi tetap surplus sebesar US$320 juta vs US$-270 juta bulan Desember.

  • Lembaga pemeringkat Jepang meningkatkan peringkat utang Indonesia dari BBB- dengan prospek positif menjadi BBB dengan prospek stabil.

 

 12 Februari

 Baca juga:

Market View:

Selama sepekan IHSG melemah sebesar 1.86% dan ditutup di level 6.505. Faktor sentimen negatif dari global serta minimnya katalis positif dari domestik merupakan penyebab IHSG melemah selama sepekan. Asing mencatat penjualan bersih sebesar USD 396.4 juta selama sepekan (outflow YTD: USD 389.69 juta). Seluruh sektor mencatatkan pelemahan, sektor aneka industri, pertambangan dan pertanian adalah tiga sektor yang mencatatkan penurunan terdalam masing-masing sebesar -5.38%, -5.03% dan -2.95%.

Pada tanggal 9 Februari 2018, yield benchmark SUN 5 tahun (FR0063), 10 tahun (FR0064), 15 tahun (FR0065) dan 20 tahun (FR0075) ditutup naik di level 5,77%, 6,34%, 6,78% dan 7,07%.

Untuk INDON 10 tahun (INDON 28), yield bergerak naik di level 4,0% dan yield US Treasury 10 tahun flat 2.85% (dibandingkan dengan posisi per 02 Februari 2018 yaitu 3,73% dan 2,84%). Premi resiko Indonesia yang terefleksikan dalam CDS 5 tahun naik ke level 93bps. Rupiah ditutup melemah 1.3%WoW pada level 13.628.

Kepemilikan asing pada pasar SUN per tanggal 8 Februari 2018 tercatat sebesar IDR 862.23 Triliun atau sebesar 40.93% dari total outstanding-nya, menurun dibandingkan posisi per tanggal  02 Februari 2018 yaitu sebesar IDR 867.17 Triliun (41.3% dari total outstanding-nya).

Membaiknya data CAD terhadap GDP di tahun 2017 dibandingkan tahun sebelumnya diharapkan dapat memberikan sentimen positif bagi pasar modal Indonesia selama sepekan ini. Selain itu, data-data operasional perusahaan di bulan Januari seperti penjualan semen, kendaraan bermotor  dan rokok akan dirilis selama sepekan yang diharapkan juga dapat menjadi katalis positif khususnya bagi pasar saham Indonesia. Kinerja keuangan emiten 2017 yang akan mulai dipublikasikan juga memberikan sentimen positif bagi pasar saham Indonesia. Kami tetap menyarankan kepada investor untuk melakukan pembelian ketika terjadi koreksi (dollar cost averaging) karena membaiknya perekonomian Indonesia di tahun 2018.

Tetaplah berinvestasi!

Market Data

JCI Indonesia IDR 10yr (%) Indonesia USD 10yr (10%) US Treasury 10yr (%) USD/IDR
6.505 6,34  4,0 2,85  13.628

Economic Data

Indonesia CPI (%YoY) Indonesia CPI (%MoM) 7 Day Reverse Repo (%)
3,25  0,62  4,25

*Data per akhir minggu.

Perhatian:

• Publikasi ini bukan merupakan suatu bentuk tawaran untuk menjual atau membeli efek atau derivatifnya yang termuat dalam publikasi ini. Isi dari publikasi ini bukan merupakan nasehat investasi kepada pihak manapun. Rekomendasi yang termuat dalam publikasi ini belum tentu sesuai untuk setiap calon investor. Meskipun seluruh  informasi yang termuat dalam publikasi ini diperoleh dari sumber yang kami percaya, namun kami tidak menjamin keakuratan dan kelengkapannya. Pendapat dan rekomendasi yang termuat dalam publikasi ini berlaku terbatas pada tanggal pembuatan dan setiap saat dapat berubah dan diubah oleh PT Danareksa Investment Management (“DIM”) tanpa pemberitahuan sebelumya. DIM tidak berkewajiban memperbaharui atau menambahi informasi yang termuat dalam publikasi ini. Publikasi ini ditujukan sebagai informasi dan tidak bertujuan untuk membentuk suatu dasar keputusan investasi. Investor harus menetapkan sendiri setiap keputusan sesuai dengan kebutuhan dan strategi investasi dengan mempertimbangkan masalah hukum, pajak dan akuntasi. DIM maupun setiap karyawan dan afiliasinya tidak bertanggung jawab terhadap setiap keputusan investasi yang diambil oleh investor.

• Hak milik atas bentuk dan isi presentasi ini sepenuhnya dilindungi oleh peraturan perundangan yang berlaku di Indonesia khususnya tentang hak cipta bagi kemanfaatan DIM. Tidak diperkenankan seorangpun melakukan fotokopi, menyalin, mereproduksi baik secara manual maupun elektronik atau dengan cara apapun sebagian atau seluruhnya yang dapat berakibat dokumen ini digandakan dan digunakan baik untuk tujuan ekonomis atau tujuan lainnya tanpa ada persetujuan terlebih dahulu dari DIM. Investasi melalui Reksa Dana mengandung risiko. Calon Pemodal wajib membaca dan memahami Prospektus sebelum memutuskan untuk berinvestasi melalui Reksa Dana.  Kinerja masa lalu tidak mencerminkan kinerja masa datang. Reksa Dana adalah produk pasar  modal dan BUKAN merupakan produk perbankan; BUKAN  merupakan bagian dari simpanan pihak ketiga yang terikat pada jangka waktu tertentu serta TIDAK termasuk objek dalam program penjaminan pemerintah.

12 Februari 2018
Simulasi
Investasi
DISCLAIMER COPYRIGHT 2012 Danareksa All Rights RESERVED | DISCLAIMER