Berita

Simulasi
Investasi

Ulasan Pasar 12 Maret 2018

Ulasan Pasar 12 Maret 2018

Zona Amerika

  • Presiden Donald Trump telah mengesahkan peraturan kenaikan tarif impor atas produk baja dan aluminium masing-masing sebesar 25% dan 10%. Negara Meksiko dan Kanada dikecualikan dari peraturan terbaru ini. Donald Trump mengatakan bahwa tidak menutup kemungkinan bahwa akan ada negara lain yang dikecualikan dari kenaikan tarif selama negara tersebut bisa menjamin tidak akan mengganggu produktivitas produk dalam negeri.
  • Data ketenagakerjaan bulan Februari telah dirilis, pertambahan non-farm payroll bertambah 313.000 melebihi estimasi 205.000 dan naik dari bulan Januari 200.000. Sedangkan data pengangguran tetap berada di level 4.1% sama dengan bulan sebelumnya.

Zona Eropa

  • Hasil pertemuan bank sentral Eropa memutuskan bahwa tidak akan mengubah suku bunga acuan dan akan tetap meneruskan program Quantitave Easing sampai dengan September 2018. Program QE dapat dilanjutkan setelah September bila kondisi makro ekonomi mengalami perubahan.

Zona Indonesia

  • Bank Indonesia mengatakan bahwa pelemahan rupiah terhadap USD secara year to date sebesar 1.5% masih dalam kondisi wajar. BI akan intervensi bila terjadi volatilitas yang tinggi. Menurut BI, Indonesia juga lebih siap dalam menghadapi gejolak nilai tukar rupiah terhadap dollar karena kebutuhan valas lebih terbatas akibat adanya peraturan UU mata uang dan diperkuat oleh peraturan bank Indonesia sehingga korporasi tidak boleh secara bebas untuk melakukan jual beli valas.

Gambar Nilai Tukar Rupiah Terhadap USD selama 5 tahun terakhir. Saat ini, nilai tukar rupiah hampir mendekati level terlemahnya yaitu di level Rp 14.693 pada September 2015.

Gambar Weekly 12032018

  • Bank Indonesia akan menjaga Current Account Defisit terhadap PDB dikisaran 2.1% vs 1.7% terhadap PDB di tahun 2017. Estimasi kenaikan CAD ini karena adanya peningkatan aktivitas impor.
  • Cadangan devisa bulan Februari 2018 mengalami penurunan dari US$ 131.98 miliar di bulan Januari menjadi US$128.06 miliar di bulan Februari 2018. Penurunan cadangan devisa ini disebabkan pembayaran utang luar negeri pemerintah dan stabilisasi nilai tukar.

 Baca juga:

Market View:

Pelemahan rupiah dan komentar Moody’s yang menyatakan bahwa rencana pemerintah menahan harga BBM ditengah kenaikan harga minyak dunia akan meningkatkan resiko rating Indonesia membuat  IHSG selama seminggu terakhir turun 2.3% ditutup di level 6.433. Asing mencatat penjualan bersih sebesar USD 327.8  juta selama sepekan (outflow YTD: USD 1.1 miliar). Hampir seluruh sektor mengalami pelemahan selama sepekan ini, hanya sektor infrastruktur yang mencatatkan kinerja positive sebesar 0.1% WoW. Sektor konsumsi menjadi sektor yang paling dalam mengalami pelemahan sebesar 5.0% WoW.

Pada tanggal 9 Maret 2018, yield benchmark SUN 5 tahun (FR0063), 10 tahun (FR0064), SUN 15 tahun (FR0065) dan 20 tahun (FR0075) ditutup naik di level 6.26%, 6.78%, 7.12% dan 7,42%.

Untuk INDON 10 tahun (INDON 28), yield bergerak naik di level 4,13% dan yield US Treasury 10 tahun flat 2.89% (dibandingkan dengan posisi per 2 Maret 2018 yaitu 4,06% dan 2,86%). Premi resiko Indonesia yang terefleksikan dalam CDS 5 tahun naik di level 89bps. Rupiah ditutup melemah 0.2%WoW pada level 13.797.

Kepemilikan asing pada pasar SUN per tanggal 8 Maret 2018 tercatat sebesar IDR 831.78 Triliun atau sebesar 38.72% dari total outstanding-nya, menurun dibandingkan posisi per tanggal  2 Maret 2018 yaitu sebesar IDR 842.58 Triliun (39.31% dari total outstanding-nya).

Faktor nilai tukar rupiah masih menjadi penentu pergerakan pasar modal selama sepekan ini, data domestik berupa operasional emiten bulan Februari 2018 seperti penjualan retail, semen, dan kendaraan yang diprediksi tetap membaik diharapkan dapat mendukung penguatan nilai tukar rupiah. Sentimen global khususnya dari Amerika Serikat terkait kenaikan tarif impor juga relatif mereda yang dapat memberikan sentimen positif pula terhadap nilai tukar rupiah dan pasar modal Indonesia. Kami tetap menyarankan kepada investor untuk melakukan pembelian ketika terjadi koreksi (dollar cost averaging) karena membaiknya perekonomian Indonesia di tahun 2018.

Tetaplah berinvestasi!

Market Data

JCI Indonesia IDR 10yr (%) Indonesia USD 10yr (10%) US Treasury 10yr (%) USD/IDR
6.433 6,78  4,13 2,89  13.797

Economic Data

Indonesia CPI (%YoY) Indonesia CPI (%MoM) 7 Day Reverse Repo (%)
3,18  0,17  4,25

*Data per akhir minggu.

Perhatian:

• Publikasi ini bukan merupakan suatu bentuk tawaran untuk menjual atau membeli efek atau derivatifnya yang termuat dalam publikasi ini. Isi dari publikasi ini bukan merupakan nasehat investasi kepada pihak manapun. Rekomendasi yang termuat dalam publikasi ini belum tentu sesuai untuk setiap calon investor. Meskipun seluruh  informasi yang termuat dalam publikasi ini diperoleh dari sumber yang kami percaya, namun kami tidak menjamin keakuratan dan kelengkapannya. Pendapat dan rekomendasi yang termuat dalam publikasi ini berlaku terbatas pada tanggal pembuatan dan setiap saat dapat berubah dan diubah oleh PT Danareksa Investment Management (“DIM”) tanpa pemberitahuan sebelumya. DIM tidak berkewajiban memperbaharui atau menambahi informasi yang termuat dalam publikasi ini. Publikasi ini ditujukan sebagai informasi dan tidak bertujuan untuk membentuk suatu dasar keputusan investasi. Investor harus menetapkan sendiri setiap keputusan sesuai dengan kebutuhan dan strategi investasi dengan mempertimbangkan masalah hukum, pajak dan akuntasi. DIM maupun setiap karyawan dan afiliasinya tidak bertanggung jawab terhadap setiap keputusan investasi yang diambil oleh investor.

• Hak milik atas bentuk dan isi presentasi ini sepenuhnya dilindungi oleh peraturan perundangan yang berlaku di Indonesia khususnya tentang hak cipta bagi kemanfaatan DIM. Tidak diperkenankan seorangpun melakukan fotokopi, menyalin, mereproduksi baik secara manual maupun elektronik atau dengan cara apapun sebagian atau seluruhnya yang dapat berakibat dokumen ini digandakan dan digunakan baik untuk tujuan ekonomis atau tujuan lainnya tanpa ada persetujuan terlebih dahulu dari DIM. Investasi melalui Reksa Dana mengandung risiko. Calon Pemodal wajib membaca dan memahami Prospektus sebelum memutuskan untuk berinvestasi melalui Reksa Dana.  Kinerja masa lalu tidak mencerminkan kinerja masa datang. Reksa Dana adalah produk pasar  modal dan BUKAN merupakan produk perbankan; BUKAN  merupakan bagian dari simpanan pihak ketiga yang terikat pada jangka waktu tertentu serta TIDAK termasuk objek dalam program penjaminan pemerintah.

12 Maret 2018
Simulasi
Investasi
DISCLAIMER COPYRIGHT 2012 Danareksa All Rights RESERVED | DISCLAIMER