Berita

Simulasi
Investasi

Ulasan Pasar 13 Desember 2016

Ulasan Pasar 13 Desember 2016

Tanggal 15 Desember 2016, The Fed akan mengadakan pertemuan untuk membahas kebijakan moneter. Mengacu pada survey Bloomberg, 100% ekonom meyakini bahwa The Fed akan menaikkan suku bunga acuan pada pertemuan di bulan Desember, sekitar 94% ekonom memprediksi bahwa suku bunga acuan akan berada di level 0,5% - 0,75%.

Pada 10 Desember 2016, anggota OPEC dan non OPEC setuju untuk memangkas produksi (pertama kali sejak 2001). Anggota OPEC akan memangkas produksi sebesar 1,2 juta barel per hari, sedangkan non OPEC setuju untuk memangkas suplai sebesar 558.000 barel per hari.  

Baca juga:

Bank sentral Eropa telah memutuskan bahwa program Quantitative Easing (QE) akan berlanjut sampai dengan Desember 2017 (vs target sebelumnya QE akan berakhir di Maret 2017). Mulai April 2017, program QE tiap bulannya akan berkurang dari EUR 80 miliar/bulan menjadi EUR 60 miliar/bulan.

Pemerintah Indonesia telah merilis global bond untuk prefunding tahun 2017 senilai USD 3,5 miliar (nilai yang sama dengan prefunding 2016 yang diterbitkan tahun 2015). Tenor yang dirilis terdiri dari 3 seri yaitu tenor 5 tahun, 10 tahun, dan 30 tahun. Yield berkisar 3,75% - 5.3% vs 4,8% - 6% (tahun 2015). Pada penawaran ini terjadi oversubscribed sebanyak 3.4 kali.

Penerimaan pajak sampai November 2016 tercatat IDR 965 triliun, Menkeu memprediksi ada penerimaan pajak sebesar IDR 143 - 144 triliun di bulan Desember 2016 (tebusan tax amnesty akan mencapai IDR 42 triliun). Sehingga potensi shortfall (realisasi lebih rendah dari target yang ditetapkan) penerimaan pajak akan melebihi target pemerintah sebesar IDR 219 triliun.

Bappenas memprediksi bahwa asumsi makro 2017 terancam tidak sesuai target. Pertumbuhan ekonomi China akan sangat mempengaruhi perekonomian Indonesia, pertumbuhan ekonomi China diprediksi melambat 0,03% di tahun 2017 sehingga pertumbuhan ekonomi Indonesia akan lebih rendah 0,72% dari target. Bila kebijakan ekonomi Amerika Serikat (AS) lebih proteksionis, maka pertumbuhan ekonomi Indonesia akan lebih rendah 0,41%. 

Market View : 

Pasar modal Indonesia selama sepekan lalu didorong oleh penguatan mata uang rupiah yang disebabkan antara lain oleh stabilnya kondisi politik nasional Indonesia, foreign inflow, serta masuknya dana repatriasi (komitmen senilai IDR 100 triliun). 

Untuk pasar saham, IHSG ditutup naik 1,19%WoW ke level 5.308. Hampir seluruh sektor mengalami kenaikan dimana sektor industri dasar dan keuangan menjadi sektor yang mengalami kenaikan tertinggi sebesar 1,7% dan 1,73%. Sedangkan sektor aneka industri menjadi satu satunya sektor yang mengalami penurunan yaitu sebesar -0,17%.

Investor asing melakukan penjualan bersih sebesar USD 169,725 juta. Jika dilihat dari awal tahun, investor asing masih tercatat melakukan pembelian bersih sebesar USD 1,3 miliar.

Untuk pasar obligasi, yield Surat Utang Negara (SUN) 10 tahun bergerak turun ke level 7,6% dan INDON 10 tahun bergerak turun ke level 4,25% dan yield US Treasury 10 tahun bergerak naik ke level 2,42% (dibandingkan dengan posisi per 2 Desember 2016 yaitu 4,35% dan 2,38%).

Premi risiko Indonesia yang terefleksikan dalam Credit Default Swap (CDS) 5 tahun turun ke level 158.7bps. Rupiah ditutup pada level IDR 13,319/USD, menguat 1,45%WoW.

Kepemilikan investor asing pada pasar SUN per tanggal 8 Desember 2016 tercatat sebesar IDR 664,34 triliun atau sebesar 37,46% dari total outstanding-nya, naik dibandingkan posisi per tanggal  2 Desember 2016 yaitu sebesar IDR 658,51 triliun (37,27% dari total outstanding-nya).

Pertemuan The Fed (15 Desember 2016) untuk menentukan arah kebijakan moneter (prediksi akan terjadi kenaikan suku bunga di pertemuan ini) akan menjadi sentimen global selama sepekan ini. Sedangkan masuknya dana repatriasi (komitmen IDR 100 triliun) pada bulan Desember, serta realisasi penerimaan pajak dari program tax amnesty (tercatat penerimaan pajak sebesar IDR 100 triliun dari program ini per 12 Desember 2016) akan menjadi sentimen positif dari domestik.

reksadana danareksa ulasan pasar 13 desember 2016 Sumber : www.pajak.go.id

Stay invested!

Market Data

JCI Indonesia IDR 10yr (%) Indonesia USD 10yr (10%) US Treasury 10yr (%) USD/IDR
 5.308 7,6  4,25  2,42  13,319

Economic Data

Indonesia CPI (%yoy) Indonesia CPI (%mom) 7 Day Reverse Repo (%)
 3,58  0,47  4,75

*Data per akhir minggu.

Selamat berinvestasi!

Perhatian:
• Publikasi ini bukan merupakan suatu bentuk tawaran untuk menjual atau membeli efek atau derivatifnya yang termuat dalam publikasi ini. Isi dari publikasi ini bukan merupakan nasehat investasi kepada pihak manapun. Rekomendasi yang termuat dalam publikasi ini belum tentu sesuai untuk setiap calon investor. Meskipun seluruh  informasi yang termuat dalam publikasi ini diperoleh dari sumber yang kami percaya, namun kami tidak menjamin keakuratan dan kelengkapannya. Pendapat dan rekomendasi yang termuat dalam publikasi ini berlaku terbatas pada tanggal pembuatan dan setiap saat dapat berubah dan diubah oleh PT Danareksa Investment Management (“DIM”) tanpa pemberitahuan sebelumya. DIM tidak berkewajiban memperbaharui atau menambahi informasi yang termuat dalam publikasi ini. Publikasi ini ditujukan sebagai informasi dan tidak bertujuan untuk membentuk suatu dasar keputusan investasi. Investor harus menetapkan sendiri setiap keputusan sesuai dengan kebutuhan dan strategi investasi dengan mempertimbangkan masalah hukum, pajak dan akuntasi. DIM maupun setiap karyawan dan afiliasinya tidak bertanggung jawab terhadap setiap keputusan investasi yang diambil oleh investor.
• Hak milik atas bentuk dan isi presentasi ini sepenuhnya dilindungi oleh peraturan perundangan yang berlaku di Indonesia khususnya tentang hak cipta bagi kemanfaatan DIM. Tidak diperkenankan seorangpun melakukan fotokopi, menyalin, mereproduksi baik secara manual maupun elektronik atau dengan cara apapun sebagian atau seluruhnya yang dapat berakibat dokumen ini digandakan dan digunakan baik untuk tujuan ekonomis atau tujuan lainnya tanpa ada persetujuan terlebih dahulu dari DIM. Investasi melalui Reksa Dana mengandung risiko. Calon Pemodal wajib membaca dan memahami Prospektus sebelum memutuskan untuk berinvestasi melalui Reksa Dana.  Kinerja masa lalu tidak mencerminkan kinerja masa datang. Reksa Dana adalah produk pasar  modal dan BUKAN merupakan produk perbankan; BUKAN  merupakan bagian dari simpanan pihak ketiga yang terikat pada jangka waktu tertentu serta TIDAK termasuk objek dalam program penjaminan pemerintah.
13 Desember 2016
Simulasi
Investasi
DISCLAIMER COPYRIGHT 2012 Danareksa All Rights RESERVED|
PT Danareksa Investment Management terdaftar dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Republik Indonesia | DISCLAIMER