Berita

Simulasi
Investasi

Ulasan Pasar 13 Juli 2015

Ulasan Pasar 13 Juli 2015

Dari wilayah Eropa, Yunani telah mengajukan proposal baru kepada EU terkait dana bailout, setelah sebelumnya menyatakan tidak pada persyaratan bailout yang ditentukan oleh krediturnya. Perundingan antara EU dan Yunani saat ini telah mencapai kesepakatan.

Dari zona Asia, China menjadi perhatian investor setelah bursa saham di negara tersebut mengalami penurunan. Laju inflasi di China tercatat meningkat 1.4%yoy, melebihi konsensusnya 1.3%.

market watch 13 juli 2015

Berita dari dalam negeri, foreign reserve bulan Juni tercatat sebesar USD 108.03 miliar, menurun dari bulan sebelumnya yang tercatat sebesar USD 110.80 miliar. IMF memprediksi pertumbuhan ekonomi Indonesia di tahun 2015 sebesar 4.7%. Penjualan semen tercatat turun 3%yoy pada 1H15. Sementara itu, penjualan mobil di bulan Juni tercatat naik 4.8%mom.

Data perekonomian AS di minggu lalu cenderung mixed. Data klaim pengangguran tercatat sebesar 297.000, lebih buruk dibandingkan konsensus 275.000. Neraca perdagangan bulan May tercatat defisit USD 41.87 miliar, lebih rendah dibanding konsensus defisit USD 42.70 miliar.

Pada FOMC minutes, sejumlah anggota The Fed mempercayai saat ini kondisi dan situasi untuk menaikkan suku bunga masih belum terpenuhi. Dalam pidatonya, Janet Yellen menyatakan kenaikan suku bunga AS akan dilaksanakan di tahun ini.

Market View: 

IHSG pada hari Jumat (10/7) ditutup pada level 4859.03, melemah sebesar -2.5% (berdasarkan mingguan) atau -7% (berdasarkan year to date). Selama seminggu (6/7-10/7) pihak asing tercatat melakukan pembelian sebesar $48 juta. Sektor-sektor yang mencatat return positif selama seminggu ini adalah sektor konstruksi & properti (+0.79%), dan sektor agriculture (+0.03%). Sektor konstruksi mulai diminati oleh investor karena pencapaian kontrak emiten-emiten konstruksi selama 1H-15 sesuai dengan target serta pemerintah mulai mengimplementasikan proyek-proyek yang telah dianggarkan.

Sedangkan dari pasar obligasi, selama satu minggu yield 10 tahun obligasi pemerintah mengalami kenaikan sekitar 9 bps menjadi 8.33% (vs 8.24% wow). Untuk INDON 10 tahun yield sedikit mengalami penurunan menjadi 4.31% (vs 4.35% wow), hal ini tidak terlepas dari penurunan yield UST 10 tahun menjadi 2.35% (vs 2.38% wow) sebagai dampak krisis Yunani sehingga terjadi inflow di negara yang masuk kategori safe heaven yaitu Amerika (USD). Sedangkan kepemilikan asing di obligasi pemerintah tetap berada di level sekitar 39%. Nilai tukar rupiah cenderung flat dariRp 13.320 menjadi 13.314.

Dari global, Janet Yellen (pimpinan The fed) melalui pidatonya memberikan pernyataan bahwa kenaikan tingkat suku bunga akan terjadi sebelum akhir tahun ini. Hal ini mengindikasikan bahwa perekonomian AS telah mengalami pemulihan. Perundingan antara Yunani dengan EU masih akan terus menjadi sentimen global, berdasarkan info terakhir terjadi kesepakatan antara pihak Yunani dengan EU (pihak EU akan memberikan dana bantuan kepada Yunani). Selama tiga pekan, bursa di China mengalami volatilitas yang cukup tinggi. Sentimen negatif bagi bursa China masih terbuka dengan pengumuman GDP di Q2 yang diestimasiakan mengalami penurunan dari 7% (Q1) menjadi 6.8% (Q2) padatanggal (15/7).

Dari domestik, diprediksi selama seminggu perdagangan cenderung sepi (baik pasar saham ataupun obligasi) karena adanya libur lebaran dari 16 Juli s.d 21 Juli. Meskipun demikian, terdapat data-data penting selama seminggu ini yaitu tingkat reference rate Bank Indonesia yang diprediksi tetap berada di level 7.5% (tanggal 14/7) serta neraca perdagangan di bulan Juni yang diestimasi masih mengalami surplus sebesar $478 juta karena penurunan impor yang lebih tajam dibandingkan penurunan ekspor (tanggal 15/7). Emiten-emiten akan mulai merilis laporan keuangan untuk kuartal II-2015 yang akan dimulai setelah masa liburan lebaran usai dan selambat-lambatnya tanggal 31 Juli 2015.

Saat ini IHSG ditransaksikan dengan forward PE tahun 2015 sebesar 13.88x, relatif lebih rendah dibandingkan rata-rata forward PE untuk top 5 ASEAN sebesar 15.03x

DISCLAIMER :
INVESTASI MELALUI REKSA DANA MENGANDUNG RISIKO. CALON PEMODAL WAJIB MEMBACA DAN MEMAHAMI PROSPEKTUS SEBELUM MEMUTUSKAN UNTUK BERINVESTASI MELALUI REKSA DANA. KINERJA MASA LALU TIDAK MENCERMINKAN MASA DATANG.

13 Juli 2015
Simulasi
Investasi
DISCLAIMER COPYRIGHT 2012 Danareksa All Rights RESERVED|
PT Danareksa Investment Management terdaftar dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Republik Indonesia | DISCLAIMER