Berita

Simulasi
Investasi

Ulasan Pasar 14 Desember 2015

Ulasan Pasar 14 Desember 2015

Menurut data Bloomberg, 74% konsensus mengestimasi akan terjadi kenaikan bunga pada FOMC meeting tanggal 16-17 Desember dengan range kenaikan 0.25%-0.5%. Terdapat beberapa data penting yang akan dirilis sebelum FOMC meeting, diantaranya data penjualan retail November (dirilis tanggal 11 Desember) dimana terjadi pertumbuhan sebesar 0.2%MoM vs 0.1%MoM di bulan Oktober. Selain itu, Inflasi di bulan November (dirilis tanggal 15 Desember) diprediksi mengalami kenaikan dari 0.2%yoy menjadi 0.5%yoy.

Ekonomi di Zona Euro pada kuartal III tumbuh sesuai ekspektasi, yaitu sebesar 1.6% yoy vs 1.5% di kuartal II. Pertumbuhan ekonomi ditopang oleh belanja konsumsi dan belanja pemerintah. Bank Sentral Eropa memproyeksikan pertumbuhan ekonomi sebesar 1.7% di tahun 2016 & 1.9% di tahun 2017. Inflasi diprediksi akan berada pada level 1% di tahun 2016 dan 1.6% di tahun 2017.

market watch 14 des 2015

Bank sentral Cina membiarkan spot rate yuan naik atau turun maksimum sebesar 2% terhadap Dolar relatif dari official fixing rate. Pada hari Kamis (10 Des) & Jumat (11 Des), Bank Sentral Cina menetapkan mid point atas yuan pada level terendah sejak Agustus 2011 yaitu di level 6.4358 dan 6.455. Hal ini dilakukan karena masih terjadinya pelemahan ekonomi di Cina serta adanya outflow capital yang cukup besar.

Bank Indonesia akan melakukan rapat dewan Gubernur pada tanggal 17 Desember untuk menentukan BI rate, dan diestimasi BI rate akan tetap di level 7.5%. Menurut BI, terlalu beresiko untuk menurunkan tingkat suku bunga di tengah rencana normalisasi kebijakan moneter di AS karena dapat mengakibatkan terjadinya capital outflow yang dapat membahayakan pembiayaan APBN.

Market View:

Pasar uang dan modal kembali mengalami pelemahan yang dipicu oleh faktor global, seperti turunnya harga minyak bumi karena lemahnya permintaan dunia dan suplai yang berlimpah, dan ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed pada pekan ini. Hal ini menyebabkan mata uang Rupiah turun 0.82%, yield SUN 10 tahun naik 37 basis poin, yield INDON 10 tahun naik 25 basis poin, dan IHSG ditutup turun 2.55% dibanding satu minggu sebelumnya walaupun indikator-indikator ekonomi dalam negeri, seperti data penjualan ritel beberapa emiten, semen, konstruksi bahkan Indeks Kepercayaan Konsumen terus mengalami peningkatan.

Berdasarkan performa untuk pasar saham, semua sektor mencatatkan penurunan di mana penurunan terbesar terjadi pada sektor aneka industri (-6.4%wow), diikuti sektor tambang (-4.62%wow) dan industri dasar (-3.33%wow). Sektor perkebunan mengalami penurunan paling sedikit (-0.45%wow) yang ditopang oleh kenaikan harga CPO. Seminggu terakhir ini, arus dana asing yang keluar dari pasar saham mencapai USD49.9 juta.

Untuk pasar obligasi, secara umum terjadi kenaikan yield pada beberapa benchmark SUN, dengan kenaikan yang paling signifikan terjadi pada SUN seri 5 tahun. Meningkatnya ekspektasi risiko menjelang FOMC Meetings minggu depan diprediksi masih menjadi penyebab tertekannya pasar obligasi. Minggu ini, pasar diprediksi masih akan bergerak volatile menyusul aksi wait-and-see investor terhadap pengumuman Fed Fund Rate dan BI Rate. Kepemilikan asing pada pasar SUN cenderung naik dibandingkan akhir bulan lalu (Rp528tn), per tanggal 8 Desember 2015 tercatat sebesar Rp552tn atau sebesar 38.3% dari total outstandingnya

Investor cenderung akan mengambil posisi wait-and-see keputusan kebijakan The Fed pada tanggal 17 Desember ini sehingga perdagangan pasar saham maupun obligasi cenderung akan sepi. Ekspekasi kenaikan suku bunga The Fed semakin besar dimana 74% konsensus memprediksi kenaikan di bulan Desember ini akan berkisar antara 25-50 basis poin. Arah kebijakan The Fed selanjutnya setelah keputusan FOMC Meeting diekspektasi akan menjadi akan menjadi indikator penting untuk investor memutuskan kebijakan investasinya setahun ke depan.

“Bull markets are born on pessimism, grown on scepticism, mature on optimism and die on euphoria” (John Templeton).

DISCLAIMER :
INVESTASI MELALUI REKSA DANA MENGANDUNG RISIKO. CALON PEMODAL WAJIB MEMBACA DAN MEMAHAMI PROSPEKTUS SEBELUM MEMUTUSKAN UNTUK BERINVESTASI MELALUI REKSA DANA. KINERJA MASA LALU TIDAK MENCERMINKAN MASA DATANG.

14 Desember 2015
Simulasi
Investasi
DISCLAIMER COPYRIGHT 2012 Danareksa All Rights RESERVED|
PT Danareksa Investment Management terdaftar dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Republik Indonesia | DISCLAIMER