Berita

Simulasi
Investasi

Ulasan Pasar 14 Januari 2019

Ulasan Pasar 14 Januari 2019

Zona Amerika

  • AS mencatat deflasi 0.1%  di bulan Desember namun hal ini sesuai estimasi. Penurunan harga energi merupakan penyebab terjadinya deflasi di bulan Desember
  • Data penjualan retail Desember akan dirilis tanggal 16 Januari yang diprediksi tumbuh 0.1% MoM vs 0.2% MoM bulan sebelumnya.
  • Risalah pertemuan the Fed bulan Desember tanggal 18-19 Desember menyatakan bahwa partisipan akan lebih bersabar untuk mengimplementasikan kebijakan moneter lebih lanjut terutama dari tekanan tingkat inflasi.
  • Akhir bulan ini, AS-China akan memiliki agenda untuk membahas perdagangan antar kedua belah pihak, pihak yang akan berdiskusi adalah presiden AS Donald Trump dan Wakil Presiden China di sela-sela pertemuan World Economic Forum DI Davos.

Zona Asia

  • Neraca perdagangan China bulan Desember (dirilis tanggal 14 Januari) diprediksi surplus US$ 51.6 miliar vs US$ 44.7 miliar bulan November. Ekspor diprediksi tumbuh 2% yoy sedangkan impor hanya tumbuh 4.5% YoY.

Zona Indonesia

  • Neraca perdagangan bulan Desember akan dirilis tanggal 15 Januari yang diprediksi masih akan tetap defisit. Pasar memprediksi bahwa neraca perdagangan akan tercatat surplus mulai kuartal I-2019

 Gambar Weekly 14 Januari 2019

  • Bank Indonesia akan membahas kebijakan moneter, diprediksi BI masih akan tetap menahan suku bunga acuan

Baca juga:

Market View:

Pada minggu lalu seluruh bursa di pasar global mengalami kenaikan, didorong oleh sentimen positif terhadap keberhasilan perundingan AS dengan China yang memasuki babak baru untuk menyelesaikan perang dagang antara kedua negara adidaya tersebut. Tak terkecuali IHSG yang di tutup menguat 1,39% WoW ke level 6,361. Asing mencatat pembelian bersih sebesar USD  230,8 juta selama sepekan (inflow YTD: USD 286 juta). Pada minggu lalu, hampir seluruh sektor mengalami penguatan kecuali sektor konsumsi serta Perdagangan dan jasa yang ditutup melemah 0,65% WoW dan 0,26% WoW. Sedangkan sektor infrastruktur menjadi sektor yang mengalami kenaikan paling tinggi sebesar 4,09% WoW

Pada tanggal 11 Januari 2019, yield benchmark SUN 5 tahun (FR0077), 10 tahun (FR0078), SUN 15 tahun (FR0068) dan 20 tahun (FR0079) ditutup turun ke level 7.85%, 7.94%, 8.28% dan 8.35%.

Untuk INDON 10 tahun (INDON 28), yield bergerak turun di level 4.26% dan yield US Treasury 10 tahun naik di 2.70% (dibandingkan dengan posisi per 04 Januari 2019 yaitu 4,47% dan 2,67%). Premi resiko Indonesia yang terefleksikan dalam CDS 5 tahun naik di level 127.61 bps. Rupiah ditutup menguat  1.58%  WoW pada level 14.048

Kepemilikan asing pada pasar SUN per tanggal 09 Januari 2019 tercatat sebesar IDR 904.27 Triliun atau  sebesar 37.9% dari total outstanding-nya, naik dibandingkan posisi per tanggal 04 Januari 2019 yaitu sebesar IDR 891.68  Triliun (37.8% dari total outstanding-nya).

Kami tetap optimis atas pergerakan pasar modal Indonesia di tahun 2019 hal ini didukung oleh situasi global dan domestik yang kondusif. Dari situasi global, setidaknya bank sentral AS meyakinkan pasar bahwa tidak akan agresif menaikkan suku bunga acuan hal ini akan berdampak pada tren nilai tukar dollar yang cenderung tidak menguat. Selain itu, konflik perang dagang AS-China tampaknya sudah mulai mereda walaupun belum ada penrjanjian resmi dari kedua belah pihak. Dari domestik, Bank Indonesia juga akan mengikuti kebijakan moneter yang akan diimplementasikan oleh the Fed sehingga cenderung tidak agresif menaikan suku bunga acuan di tahun ini.

Pertumbuhan ekonomi Indonesia masih cukup kuat di tahun ini terutama dari sisi konsumsi hal ini tidak terlepas dari fokus pemerintah untuk meningkatkan konsumsi masyarakat seperti menaikkan gaji PNS dan pensiunan PNS, serta menaikkan anggaran sosial. Hal yang dikuatirkan pasar adalah data Current Account yang masih defisit namun diperkirakan mulai kuartal I-2019 akan mengalami perbaikan. Bila data CAD membaik akan berpengaruh pula pada penguatan nilai tukar rupiah. Kami menyarankan kepada investor untuk melakukan pembelian di pasar saham Indonesia, data makro-ekonomi yang membaik akan berpengaruh positif bagi pasar obligasi ataupun saham. Namun, pasar saham diharapkan dapat memberikan return lebih karena adanya sentimen spesifik seperti kinerja emiten yang akan mengalami perbaikan sebagai efek perbaikan makro-ekonomi.

Tetaplah berinvestasi!

Market Data

JCI Indonesia IDR 10yr (%) Indonesia USD 10yr (10%) US Treasury 10yr (%) USD/IDR
6.361 7,94 4,26 2.70  14.048

Economic Data

Indonesia CPI (%YoY) Indonesia CPI (%MoM) 7 Day Reverse Repo (%)
3,13  0,62 6

*Data per akhir minggu.

Perhatian:

• Publikasi ini bukan merupakan suatu bentuk tawaran untuk menjual atau membeli efek atau derivatifnya yang termuat dalam publikasi ini. Isi dari publikasi ini bukan merupakan nasehat investasi kepada pihak manapun. Rekomendasi yang termuat dalam publikasi ini belum tentu sesuai untuk setiap calon investor. Meskipun seluruh  informasi yang termuat dalam publikasi ini diperoleh dari sumber yang kami percaya, namun kami tidak menjamin keakuratan dan kelengkapannya. Pendapat dan rekomendasi yang termuat dalam publikasi ini berlaku terbatas pada tanggal pembuatan dan setiap saat dapat berubah dan diubah oleh PT Danareksa Investment Management (“DIM”) tanpa pemberitahuan sebelumya. DIM tidak berkewajiban memperbaharui atau menambahi informasi yang termuat dalam publikasi ini. Publikasi ini ditujukan sebagai informasi dan tidak bertujuan untuk membentuk suatu dasar keputusan investasi. Investor harus menetapkan sendiri setiap keputusan sesuai dengan kebutuhan dan strategi investasi dengan mempertimbangkan masalah hukum, pajak dan akuntasi. DIM maupun setiap karyawan dan afiliasinya tidak bertanggung jawab terhadap setiap keputusan investasi yang diambil oleh investor.

• Hak milik atas bentuk dan isi presentasi ini sepenuhnya dilindungi oleh peraturan perundangan yang berlaku di Indonesia khususnya tentang hak cipta bagi kemanfaatan DIM. Tidak diperkenankan seorangpun melakukan fotokopi, menyalin, mereproduksi baik secara manual maupun elektronik atau dengan cara apapun sebagian atau seluruhnya yang dapat berakibat dokumen ini digandakan dan digunakan baik untuk tujuan ekonomis atau tujuan lainnya tanpa ada persetujuan terlebih dahulu dari DIM. Investasi melalui Reksa Dana mengandung risiko. Calon Pemodal wajib membaca dan memahami Prospektus sebelum memutuskan untuk berinvestasi melalui Reksa Dana.  Kinerja masa lalu tidak mencerminkan kinerja masa datang. Reksa Dana adalah produk pasar  modal dan BUKAN merupakan produk perbankan; BUKAN  merupakan bagian dari simpanan pihak ketiga yang terikat pada jangka waktu tertentu serta TIDAK termasuk objek dalam program penjaminan pemerintah.

14 Januari 2019
Simulasi
Investasi
DISCLAIMER COPYRIGHT 2012 Danareksa All Rights RESERVED|
PT Danareksa Investment Management terdaftar dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Republik Indonesia | DISCLAIMER