Berita

Simulasi
Investasi

Ulasan Pasar 15 Juni 2015

Ulasan Pasar 15 Juni 2015

Dari wilayah Eropa, data pertumbuhan ekonomi zona tersebut pada 1Q15 masih tercatat sebesar 0.4%qoq/1%yoy, inline dengan konsensusnya. Sementara itu, dari wilayah Asia, laju inflasi negara China bulan Mei tercatat sebesar 1.2%yoy, lebih rendah dibanding konsensus 1.3%yoy. Neraca perdagangan China bulan May tercatat surplus USD 59.49milyar, melebihi konsensus surplus USD 44.80milyar.

Data perekonomian Amerika Serikat pada pekan lalu cenderung mixed. Data klaim pengangguran tercatat sebesar 279.000, melebihi  konsensus 275.000. Penjualan retail tercatat meningkat dibanding bulan lalu menjadi 1.2%mom, inline dengan konsensusnya. Data Production Price Index (PPI) tercatat meningkat 0.5%mom di bulan Mai, melebihi konsensus 0.4%mom.

market watch 15 Juni 2015

Dari dalam negeri, data neraca perdagangan tercatat surplus sebesar USD 955juta, di atas konsensus surplus USD 661 juta. Data ini didukung oleh ekspor yang menurun -15.24% sedangkan impor menurun -21.40%. Pemerintah telah memutuskan untuk menghapus pajak barang mewah dan meningkatkan pajak PPh impor untuk mendorong tingkat konsumsi masyarakat dan tingkat produksi dalam negeri.

Market View: 

Pasar kembali melemah menyusul terus turunnya aktifitas penjualan bulanan. Penjualan semen membaik, namun penjualan kendaraan masih turun. Tekanan di pasar keuangan masih berlanjut karena lemahnya kepercayaan diri investor dan menyusul sepinya sentimen positif. Dalam posisi wait and see ini, terlihat likuiditas pasar menurun.

Penurunan pertumbuhan ekonomi pada kuartal pertama telah menjadi hal yang  ditakutkan investor untuk terulang. Sehingga, data penjualan bulanan yang lemah telah menjadikan tekanan terus berlangsung ke pasar.

Sumber pertumbuhan ekonomi ke depan diharapkan datang dari belanja modal pemerintah. Namun, sampai saat ini, eksekusi masih lemah, atau jauh seperti yang diharapkan investor pada awal tahun. Kami masih percaya belanja infrastruktur pemerintah bisa tereksekusi, namun butuh waktu untuk mengeksekusinya secara cepat pada tahun ini.

Bank Indonesia mengharapkan akan bisa menurunkan suku bunga jika CAD berada di bawah 2.5%. Peluang ini cukup terbuka terutama di semester ke-dua   tahun ini.

Dengan stimulus moneter dan eksekusi infrastruktur diharapkan GDP akan membaik pada semester dua tahun ini, dan berlanjut pada tahun 2016.

IHSG diperdagangkan 15.5x P/E ratio untuk tahun 2015, sedikit lebih tinggi sejalan dengan valuasi pasar ASEAN rata-rata di level 15.4.x. Analis telah menurunkan prediksinya untuk pertumbuhan laba rata-rata perusahaan di Indonesia yang tercatat di bursa menjadi kurang dari 10%.

DISCLAIMER :
INVESTASI MELALUI REKSA DANA MENGANDUNG RISIKO. CALON PEMODAL WAJIB MEMBACA DAN MEMAHAMI PROSPEKTUS SEBELUM MEMUTUSKAN UNTUK BERINVESTASI MELALUI REKSA DANA. KINERJA MASA LALU TIDAK MENCERMINKAN MASA DATANG.

15 Juni 2015
Simulasi
Investasi
DISCLAIMER COPYRIGHT 2012 Danareksa All Rights RESERVED|
PT Danareksa Investment Management terdaftar dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Republik Indonesia | DISCLAIMER