Berita

Simulasi
Investasi

Ulasan Pasar 15 Oktober 2018

Ulasan Pasar 15 Oktober 2018

Zona Amerika

  • Inflasi bulan September hanya meningkat 0.1% mom di bawah estimasi dan periode bulan Agustus sebesar 0.2% MoM.
  • Penasihat ekonomi gedung putih, Larry Kudlow, mengatakan bahwa the Fed akan bertindak secara independen. Hal ini dikemukakan setelah presiden Donald Trump menyalahkan the Fed karena terlalu agresif menaikkan suku bunga sehingga menyebabkan indeks saham AS melemah selama sepekan ini.

Zona Asia

  • Pertumbuhan ekonomi China kuartal III akan dirilis tanggal 19 Oktober, diprediksi hanya tumbuh 6.6% YoY vs 6.7% YoY kuartal II.

Zona Indonesia

  • Neraca perdagangan bulan September akan dirilis tanggal 15 Oktober. Data ini sangat ditunggu oleh pasar karena berpengaruh atas CAD Indonesia yang pada akhirnya akan berperan atas nilai tukar rupiah. Konsensus memprediksi bahwa neraca perdagangan masih defisit, namun menyempit dibandingkan bulan sebelumnya. Defisit diprediksi hanya menyentuh US$ 500 juta vs US$-1.021 juta bulan Agustus.

15102018_gambar Weekly

  • IMF menurunkan target proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia dari 5.3% menjadi 5.1% di tahun 2018 dan 2019.
  • Melalui pertemuan IMF-Bank Dunia di Bali, pemerintah melalui 14 BUMN menandatangani perjanjian kerjasama investasi dengan perusahaan internasional untuk proyek-proyek infrastruktur di Indonesia senilai Rp 202 triliun
  • Bank Indonesia memprediksi bahwa inflasi di tahun 2018 akan tumbuh 3.4% YoY dan 3.6% YoYdi tahun depan.

Baca juga:

Market View:

Ditengah bergugurannya indeks global karena didorong oleh kehawatiran akan dampak negatif dari perang dagang antara AS dan china,  minggu lalu  IHSG di tutup menguat 0,43% WoW ke level 5,756. Asing mencatat penjualan bersih sebesar USD  273.5  juta selama sepekan (outflow YTD: USD 4.1 milyar). Pada minggu lalu, terdapat empat sektor yang mengalami penguatan sedangkan lima sektror lainnya mengalami penurunan dimana sektor konsumsi menjadi sektor yang menguat paling tinggi sebesar 2,02% WoW. Di lain sisi, sektor pertambangan menjadi sektor yang paling dalam mengalami pelemahan sebesar 2,39%  WoW. 

Pada tanggal 12 Oktober 2018, yield benchmark SUN 5 tahun (FR0077), 10 tahun (FR0078), SUN 15 tahun (FR0065) dan 20 tahun (FR0075) ditutup naik ke level 8.62%, 8.68%, 8.88% dan 9.09%.

Untuk INDON 10 tahun (INDON 28), yield bergerak naik ke level 4.66% dan yield US Treasury 10 tahun turun  di 3.16% (dibandingkan dengan posisi per 5 Oktober 2018 yaitu 4,60% dan 3.23%). Premi resiko Indonesia yang terefleksikan dalam CDS 5 tahun naik ke level 146.31bps. Rupiah ditutup melemah 0.14%  WoW pada level 15.197

Kepemilikan asing pada pasar SUN per tanggal 11 Oktober 2018 tercatat sebesar IDR 850.04 Triliun atau  sebesar 36.66% dari total outstanding-nya, meningkat dibandingkan posisi per tanggal 5 Oktober 2018 yaitu sebesar IDR 849.79 Triliun (36.98% dari total outstanding-nya).

Data neraca perdagangan Indonesia bulan September merupakan hal yang dinanti oleh investor, bila terjadi perbaikan meskipun tercatat defisit tampaknya akan direaksi positif oleh pasar. Current Account Deficit Indonesia di tahun 2018 telah diprediksi akan menyentuh level 3% atas PDB. Pertumbuhan ekonomi China di kuartal III juga akan memberikan sentimen positif bagi regional bila mengalami perbaikan. Kami menyarankan untuk melakukan pembelian reksadana saham karena pada bulan Oktober emiten-emiten akan merilis kinerja kuartal III sehingga dapat memberikan sentimen positif bagi IHSG.

Tetaplah berinvestasi!

Market Data

JCI Indonesia IDR 10yr (%) Indonesia USD 10yr (10%) US Treasury 10yr (%) USD/IDR
5.756 8,68 4,66 3,16  15.197

Economic Data

Indonesia CPI (%YoY) Indonesia CPI (%MoM) 7 Day Reverse Repo (%)
2,88  -0,18  5,75

*Data per akhir minggu.

Perhatian:

• Publikasi ini bukan merupakan suatu bentuk tawaran untuk menjual atau membeli efek atau derivatifnya yang termuat dalam publikasi ini. Isi dari publikasi ini bukan merupakan nasehat investasi kepada pihak manapun. Rekomendasi yang termuat dalam publikasi ini belum tentu sesuai untuk setiap calon investor. Meskipun seluruh  informasi yang termuat dalam publikasi ini diperoleh dari sumber yang kami percaya, namun kami tidak menjamin keakuratan dan kelengkapannya. Pendapat dan rekomendasi yang termuat dalam publikasi ini berlaku terbatas pada tanggal pembuatan dan setiap saat dapat berubah dan diubah oleh PT Danareksa Investment Management (“DIM”) tanpa pemberitahuan sebelumya. DIM tidak berkewajiban memperbaharui atau menambahi informasi yang termuat dalam publikasi ini. Publikasi ini ditujukan sebagai informasi dan tidak bertujuan untuk membentuk suatu dasar keputusan investasi. Investor harus menetapkan sendiri setiap keputusan sesuai dengan kebutuhan dan strategi investasi dengan mempertimbangkan masalah hukum, pajak dan akuntasi. DIM maupun setiap karyawan dan afiliasinya tidak bertanggung jawab terhadap setiap keputusan investasi yang diambil oleh investor.

• Hak milik atas bentuk dan isi presentasi ini sepenuhnya dilindungi oleh peraturan perundangan yang berlaku di Indonesia khususnya tentang hak cipta bagi kemanfaatan DIM. Tidak diperkenankan seorangpun melakukan fotokopi, menyalin, mereproduksi baik secara manual maupun elektronik atau dengan cara apapun sebagian atau seluruhnya yang dapat berakibat dokumen ini digandakan dan digunakan baik untuk tujuan ekonomis atau tujuan lainnya tanpa ada persetujuan terlebih dahulu dari DIM. Investasi melalui Reksa Dana mengandung risiko. Calon Pemodal wajib membaca dan memahami Prospektus sebelum memutuskan untuk berinvestasi melalui Reksa Dana.  Kinerja masa lalu tidak mencerminkan kinerja masa datang. Reksa Dana adalah produk pasar  modal dan BUKAN merupakan produk perbankan; BUKAN  merupakan bagian dari simpanan pihak ketiga yang terikat pada jangka waktu tertentu serta TIDAK termasuk objek dalam program penjaminan pemerintah.

15 Oktober 2018
Simulasi
Investasi
DISCLAIMER COPYRIGHT 2012 Danareksa All Rights RESERVED|
PT Danareksa Investment Management terdaftar dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Republik Indonesia | DISCLAIMER