Berita

Simulasi
Investasi

Ulasan Pasar 16 Juli 2018

Ulasan Pasar 16 Juli 2018

Zona Amerika

  • Presiden Donald Trump kembali akan mengenakan tarif impor baru atas produk China senilai US$ 200 miliar, hal ini merupakan langkah berkelanjutan setelah sebelumnya nilai produk impor China senilai US$ 34 miliar telah dikenakan tarif yang baru. Kebijakan tarif baru ini dapat diterapkan secepatnya bulan September, namun langkah terbaru presiden ini mendapat tentangan dari pengusaha retailer AS karena akan berdampak pada naiknya harga-harga di Amerika Serikat yang akan berpengaruh pada level konsumsi.
  • Data penjualan retail bulan Juni akan dirilis tanggal 16 Juli diprediksi hanya meningkat 0.5% mom vs bulan sebelumnya 0.8% MoM.

 Zona Asia

  • GDP kuartal II akan dirilis diproyeksi tumbuh 6.7% YoY. Hal ini menurun dibandingkan 6.8% YoY kuartal I-2018.

Zona Indonesia

  • Tingkat kepercayaan konsumen bulan Juni kembali meningkat berada di level 128.1, pencapaian bulan Juni merupakan tertinggi sepanjang historis.
  • Neraca perdagangan bulan Juni akan dirilis tanggal 16 Juli yang diprediksi mengalami surplus sebesar US$ 968 juta vs defisit US$ 1524 juta, hal ini sejalan dengan proyeksi Bank Indonesia.

Gambar Weekly 16 Juli 2018

  • Bank Indonesia akan mengadakan rapat dewan gubernur tanggal 19 Juli, diprediksi tidak ada perubahan suku bunga acuan.
  • Penerimaan pajak selama semester I-2018 telah mencapai Rp 581.4 Tn tumbuh 14% YoY atau merepresentasikan 41% dari target Rp 1.4 Tn.

Baca juga:

Market View:

Pada minggu ini, selama lima hari berturut-turut IHSG di tutup menguat dan bertengger di level 5,944 (+4.4% WoW). Hal tersebut dikarenakan optimisme pasar akan membaiknya laporan kinerja emiten di 1H18. Selain itu, pasar juga sedang menanti adanya kemungkinan US dan China akan melakukan perundingan terkait trade war yang tengah berlangsung. Asing mencatat pembelian bersih sebesar USD 47 juta selama sepekan (outflow YTD: USD 3.6 milyar). Pada minggu lalu, seluruh sektor mengalamin kenaikan, dimana sektor aneka industri mencatatkan kenaikan yang paling tinggi sebesar 7.3% WoW dan sektor perdagangan dan jasa menjadi sektor yang paling sedikit mengalami kenaikan sebesar 1.3% WoW.

Pada tanggal 13  Juli 2018, yield benchmark SUN 5 tahun (FR0063), 10 tahun (FR0064), SUN 15 tahun (FR0065) dan 20 tahun (FR0075) ditutup turun ke level 7.4%, 7.45%, 7.79% dan 7.97%.

Untuk INDON 10 tahun (INDON 28), yield bergerak naik di level 4.27% dan yield US Treasury 10 tahun flat di 2.82% (dibandingkan dengan posisi per 06 Juli 2018 yaitu 4,44% dan 2,82%). Premi resiko Indonesia yang terefleksikan dalam CDS 5 tahun turun ke level 120bps. Rupiah ditutup melemah -0.10% WoW pada level 14.378.

Kepemilikan asing pada pasar SUN per tanggal 12 Juli 2018 tercatat sebesar IDR 835.54 Triliun atau  sebesar 37.88% dari total outstanding-nya, menurun dibandingkan posisi per tanggal 06 Juli 2018 yaitu sebesar IDR 831.71 Triliun (37.65% dari total outstanding-nya).

Isu perang dagang cenderung melunak saat ini akibat rencana terbaru AS untuk menaikkan tarif impor atas produk China mendapat tentangan dari warganya sendiri karena akan berdampak negatif bagi konsumsi. Pasar modal Indonesia khususnya pasar saham rawan aksi profit taking, setelah 5 hari berturut-turut mencatatkan return positif. Namun setidaknya data kinerja emiten kuartal II yang diprediksi membaik serta pertumbuhan ekonomi China kuartal II dapat mendukung pergerakan pasar modal Indonesia.

Tetaplah berinvestasi!

Market Data

JCI Indonesia IDR 10yr (%) Indonesia USD 10yr (10%) US Treasury 10yr (%) USD/IDR
5.944 7,45 4,27 2,82  14.378

Economic Data

Indonesia CPI (%YoY) Indonesia CPI (%MoM) 7 Day Reverse Repo (%)
3,23  0,21  5,25

*Data per akhir minggu.

Perhatian:

• Publikasi ini bukan merupakan suatu bentuk tawaran untuk menjual atau membeli efek atau derivatifnya yang termuat dalam publikasi ini. Isi dari publikasi ini bukan merupakan nasehat investasi kepada pihak manapun. Rekomendasi yang termuat dalam publikasi ini belum tentu sesuai untuk setiap calon investor. Meskipun seluruh  informasi yang termuat dalam publikasi ini diperoleh dari sumber yang kami percaya, namun kami tidak menjamin keakuratan dan kelengkapannya. Pendapat dan rekomendasi yang termuat dalam publikasi ini berlaku terbatas pada tanggal pembuatan dan setiap saat dapat berubah dan diubah oleh PT Danareksa Investment Management (“DIM”) tanpa pemberitahuan sebelumya. DIM tidak berkewajiban memperbaharui atau menambahi informasi yang termuat dalam publikasi ini. Publikasi ini ditujukan sebagai informasi dan tidak bertujuan untuk membentuk suatu dasar keputusan investasi. Investor harus menetapkan sendiri setiap keputusan sesuai dengan kebutuhan dan strategi investasi dengan mempertimbangkan masalah hukum, pajak dan akuntasi. DIM maupun setiap karyawan dan afiliasinya tidak bertanggung jawab terhadap setiap keputusan investasi yang diambil oleh investor.

• Hak milik atas bentuk dan isi presentasi ini sepenuhnya dilindungi oleh peraturan perundangan yang berlaku di Indonesia khususnya tentang hak cipta bagi kemanfaatan DIM. Tidak diperkenankan seorangpun melakukan fotokopi, menyalin, mereproduksi baik secara manual maupun elektronik atau dengan cara apapun sebagian atau seluruhnya yang dapat berakibat dokumen ini digandakan dan digunakan baik untuk tujuan ekonomis atau tujuan lainnya tanpa ada persetujuan terlebih dahulu dari DIM. Investasi melalui Reksa Dana mengandung risiko. Calon Pemodal wajib membaca dan memahami Prospektus sebelum memutuskan untuk berinvestasi melalui Reksa Dana.  Kinerja masa lalu tidak mencerminkan kinerja masa datang. Reksa Dana adalah produk pasar  modal dan BUKAN merupakan produk perbankan; BUKAN  merupakan bagian dari simpanan pihak ketiga yang terikat pada jangka waktu tertentu serta TIDAK termasuk objek dalam program penjaminan pemerintah.

16 Juli 2018
Simulasi
Investasi
DISCLAIMER COPYRIGHT 2012 Danareksa All Rights RESERVED | DISCLAIMER