Berita

Simulasi
Investasi

Ulasan Pasar 16 Mei 2016

Ulasan Pasar 16 Mei 2016

Data penjualan retail Amerika Serikat di bulan April mengalami kenaikan sebesar 1.3%MoM vs bulan sebelumnya -0.3%. Ini merupakan pencapaian tertinggi sejak Maret 2015. Data yang masih akan dirilis adalah Inflasi bulan April yang diprediksi naik sebesar 0.4%MoM (vs bulan sebelumnya 0.1%).

reksadana danareksa ulasan pasar mei 16 2016

Baca juga:

Growth Domestic Product (GDP) zona Eropa 1Q 2016 tumbuh sebesar 1.5%YoY; 0.5%QoQ, di bawah estimasi konsensus (1.6%YoY).

Inflasi bulan April di Euro Zone diprediksi akan tumbuh sebesar 0% (bulanan) di bulan April (vs 1.2% di bulan Maret), data tersebut akan dirilis tanggal 18 Mei 2016.

Data penjualan retail (tahunan) Tiongkok di bulan April mengalami penurunan dari 10.5% di bulan Maret menjadi 10.1% di bulan April.  

Neraca pembayaran Indonesia pada Q1 2016 mengalami defisit US$ 287 juta, transaksi modal dan finansial tercatat sebesar US$ 4.2 miliar sedangkan transaksi berjalan tercatat defisit sebesar US$ 4.2 miliar. Lebih rendahnya transaksi modal dan finansial dibandingkan transaksi berjalan disebabkan karena penarikan utang lebih kecil dibandingkan pembayaran utang yang mengindikasikan kondisi perekonomian di kuartal I belum membaik. Defisit transaksi berjalan terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) mengalami penurunan dari 2.37% di 4Q15 menjadi 2.14% di 1Q16, namun membesar dibandingkan 1Q15 sebesar 1.94%.

Lembaga pemeringkat Standard & Poor's (S&P) mengatakan bahwa ada prospek positif bagi perekonomian Indonesia di masa mendatang sehingga ada kemungkinan untuk menaikkan peringkat lebih tinggi namun hal ini tergantung data perekonomian Indonesia.

Data-data ekonomi Indonesia yang akan dirilis dalam minggu ini adalah:

1. Neraca perdagangan bulan April (16 Mei) yang diestimasi akan mengalami surplus sebesar US$ 205 juta mengecil dibandingkan surplus bulan Maret US$497 juta.

2. Bank Indonesia akan mengumumkan kebijakan tentang suku bunga acuan pada tanggal 19 Mei yang diprediksi akan tetap berada di level 6.75%.

Market View : 

Pasar masih tertekan setelah pengumuman PDB kuartal satu yang di bawah ekspektasi. Untuk pasar saham, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup di level 4.762 atau melemah 1.26% dari pekan sebelumnya. Tercatat hampir semua sektor mengalami penurunan, dan penurunan tertinggi terjadi pada sektor industri dasar karena data penjualan semen yang tidak menggembirakan di bulan April. Sebaliknya, sektor infrastruktur yang didominasi oleh perusahaan-perusahaan telekomunikasi, menjadi satu-satunya sektor yang mengalami kenaikan sebesar 1.05%. Hal ini juga memperlihatkan bahwa volatilitas pasar yang tinggi membuat investor mengalihkan alokasi ke sektor yang lebih defensive.

Pihak asing kembali melakukan net sell di pasar saham sebesar US$31.9 juta. Namun, dari awal tahun, asing masih tercatat melakukan melakukan pembelian bersih sebesar US$ 191 juta.

Untuk pasar obligasi, yield benchmark Surat Utang Negara (SUN) 10 tahun (FR0056) bergerak naik ke level 7.72%. Sentimen negatif yang berasal dari pertumbuhan PDB kuartal satu yang berada dibawah ekspektasi (4,92% vs konsensus 5,07% dan 5,04% pada Q4 2015) masih berlanjut pada minggu ini. Namun demikian, turunnya bunga penjaminan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) atau LPS rate sebesar 25bps dari 7.25% menjadi 7% diharapkan dapat membawa katalis positif untuk pasar obligasi minggu ini.

Untuk INDON 10 tahun (INDON 26) dan US Treasury 10 tahun, yield bergerak turun ke level 3.85%  dan 1.72% (dibandingkan dengan posisi per 2 Mei 2016 yaitu 3.99% dan 1.80%). Premi risiko Indonesia yang terefleksikan dalam Credit Default Swap (CDS) 5 tahun juga mengalami penurunan ke  level 186 bps.

Kepemilikan asing pada pasar SUN per tanggal 13 Mei 2016 tercatat sebesar Rp621.97 Triliun atau sebesar 38.54% dari total outstanding-nya, turun dibandingkan posisi per tanggal 4 Mei 2016 yaitu sebesar Rp625.75 triliun (38.94% dari total outstanding-nya).

Di bulan Mei, kami melihat pasar cenderung lebih fluktuatif seperti yang telah kami sampaikan pada CIO Commentary yang berjudul “Haruskah Kita Sell In May”. Data PDB yang di bawah ekspektasi dan ke depan, ekspektasi akan UU Pengampunan Pajak (Tax Amnesty) dan rating upgrade dari S&P masih menjadi faktor yang akan mempengaruhi pergerakan pasar modal dan uang. Untuk investor, tetap kita sarankan untuk melakukan dollar cost averaging dalam menyikapi volatilitas di pasar saham maupun obligasi.

Market Data

JCI Indonesia IDR 10yr (%) Indonesia USD 10yr (10%) US Treasury 10yr (%) USD/IDR
 4.762 7.67  3.93  1.83  13.194

Economic Data

Indonesia CPI (%yoy) Indonesia CPI (%mom) BI Rate (%)
 4.45  0.19  6.75

Selamat berinvestasi!

Perhatian:
• Publikasi ini bukan merupakan suatu bentuk tawaran untuk menjual atau membeli efek atau derivatifnya yang termuat dalam publikasi ini. Isi dari publikasi ini bukan merupakan nasehat investasi kepada pihak manapun. Rekomendasi yang termuat dalam publikasi ini belum tentu sesuai untuk setiap calon investor. Meskipun seluruh  informasi yang termuat dalam publikasi ini diperoleh dari sumber yang kami percaya, namun kami tidak menjamin keakuratan dan kelengkapannya. Pendapat dan rekomendasi yang termuat dalam publikasi ini berlaku terbatas pada tanggal pembuatan dan setiap saat dapat berubah dan diubah oleh PT Danareksa Investment Management (“DIM”) tanpa pemberitahuan sebelumya. DIM tidak berkewajiban memperbaharui atau menambahi informasi yang termuat dalam publikasi ini. Publikasi ini ditujukan sebagai informasi dan tidak bertujuan untuk membentuk suatu dasar keputusan investasi. Investor harus menetapkan sendiri setiap keputusan sesuai dengan kebutuhan dan strategi investasi dengan mempertimbangkan masalah hukum, pajak dan akuntasi. DIM maupun setiap karyawan dan afiliasinya tidak bertanggung jawab terhadap setiap keputusan investasi yang diambil oleh investor.
• Hak milik atas bentuk dan isi presentasi ini sepenuhnya dilindungi oleh peraturan perundangan yang berlaku di Indonesia khususnya tentang hak cipta bagi kemanfaatan DIM. Tidak diperkenankan seorangpun melakukan fotokopi, menyalin, mereproduksi baik secara manual maupun elektronik atau dengan cara apapun sebagian atau seluruhnya yang dapat berakibat dokumen ini digandakan dan digunakan baik untuk tujuan ekonomis atau tujuan lainnya tanpa ada persetujuan terlebih dahulu dari DIM. Investasi melalui Reksa Dana mengandung risiko. Calon Pemodal wajib membaca dan memahami Prospektus sebelum memutuskan untuk berinvestasi melalui Reksa Dana.  Kinerja masa lalu tidak mencerminkan kinerja masa datang. Reksa Dana adalah produk pasar  modal dan BUKAN merupakan produk perbankan; BUKAN  merupakan bagian dari simpanan pihak ketiga yang terikat pada jangka waktu tertentu serta TIDAK termasuk objek dalam program penjaminan pemerintah.
16 Mei 2016
Simulasi
Investasi
DISCLAIMER COPYRIGHT 2012 Danareksa All Rights RESERVED|
PT Danareksa Investment Management terdaftar dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Republik Indonesia | DISCLAIMER