Berita

Simulasi
Investasi

Ulasan Pasar 17 Desember 2018

Ulasan Pasar 17 Desember 2018

Zona Amerika

  • Data inflasi bulan November hanya tumbuh 2.2% yoy sesuai estimasi namun menurun dibandingkan bulan Oktober 2.5% yoy.

  • Pasar saat ini menunggu arah kebijakan moneter AS di tahun 2019. Bila the Fed cenderung dovish di tahun 2019, hal ini akan berpengaruh pula pada pasar modal Indonesia karena Bank Indonesia cenderung tidak akan agresif menaikkan suku bunga acuan. Hasil outlook perekonomian AS tahun 2019 oleh the Fed akan diketahui tanggal 20 Desember, pada tanggal ini, the Fed diperkirakan juga akan kembali menaikkan suku bunga acuan untuk ke 4 kalinya di tahun 2019.

Zona Eropa

  • Sesuai ekspektasi Bank Sentral Eropa akan mengakhiri program quantitative easing di akhir bulan Desember. Dengan mengakhiri program QE maka pemangku kebijakan meyakini bahwa perekonomian Eropa akan membaik kedepannya.

Zona Asia

  • Data penjualan Retail China bulan November hanya tumbuh 8.1% yoy di bawah estimasi 8.8% yoy dan di bawah periode sebelumnya 8.6% yoy. Level pertumbuhan ini terlemah sejak tahun 2003.

Zona Indonesia

  • Bank Indonesia akan membahas kebijakan moneter tanggal 20 Desember, diprediksi BI akan menahan suku bunga acuan di level 6%.

  • Anggaran dana bantuan program keluarga harapan dinaikkan di tahun 2019 menjadi Rp 34.4 Tn vs Rp 19.3 Tn di tahun 2018. Dengan kenaikkan anggaran ini daya beli masyarakat di harapkan akan membaik karena per keluarga akan mendapatkan bantuan sebesar Rp 2 juta hingga Rp 3.5 juta per tahun vs Rp 1.89 juta per tahun di tahun 2018.

  • Neraca perdagangan bulan November akan dirilis tanggal 17 Desember yang diprediksi tetap mengalami defisit sebesar US$ 790 juta namun mengecil dibandingkan bulan sebelumnya sebesar US$ 1820 juta. Bila, defisit membesar pasar kuatir CAD belum akan mengalami perbaikan di kuartal IV ini.

 17 Desember

Baca juga:

 

Market View:

Pada minggu lalu IHSG di tutup menguat 0,71% WoW ke level 6,160. Penguatan tersebut lebih didorong oleh sentimen dalam negeri dimana pemerintah berencana menaikkan anggaran dana bantuan program keluarga di tahun 2019.  Hal tersebut diharapkan akan mampu mendongkrak konsumsi masyarakat kelas bawah dan menaikan GDP Indonesia di tahun depan. Asing mencatat penjualan bersih sebesar USD  157.98 juta selama sepekan (outflow YTD: USD 3,51 milyar). Pada minggu lalu, hampir seluruh sektor mengalami kenaikan dimana sektor aneka industri dan perkebunan menjadi sektor yang mengalami kenaikan yang paling tinggi sebesar 2% WoW. Di lain sisi, sektor perdagangan & jasa dan industri dasar ditutup flat.

Pada tanggal 14 Desember 2018, yield benchmark SUN 5 tahun (FR0077), 10 tahun (FR0078), SUN 15 tahun (FR0065) dan 20 tahun (FR0075) ditutup naik ke level 7.89%, 8.03%, 8.25% dan 8.45%.

Untuk INDON 10 tahun (INDON 28), yield bergerak turun di level 4.58% dan yield US Treasury 10 tahun naik di 2.89% (dibandingkan dengan posisi per 7 Desember 2018 yaitu 4,71% dan 2,84%). Premi resiko Indonesia yang terefleksikan dalam CDS 5 tahun turun di level 133.98 bps. Rupiah ditutup melemah  0.72%  WoW pada level 14.581.

Kepemilikan asing pada pasar SUN per tanggal 11 Desember 2018 tercatat sebesar IDR 896.31 Triliun atau  sebesar 37.7% dari total outstanding-nya, menurun dibandingkan posisi per tanggal 7 Desember 2018 yaitu sebesar IDR 898.54  Triliun (37.84% dari total outstanding-nya).

Kepastian kebijakan moneter AS yang cenderung dovish terutama di tahun 2019 (pertemuan dilakukan minggu depan) akan mempengaruhi pasar modal Indonesia. Bila the Fed cenderung dovish maka akan berpengaruh positif bagi pasar modal Indonesia karena Bank Indonesia cenderung tidak agresif menaikkan suku bunga acuan di tahun depan. Kami menyarankan untuk melakukan pembelian di pasar modal Indonesia, khususnya pasar saham karena kecenderungan di bulan Desember akan terjadi rally serta didukung oleh perbaikan kondisi makro ekonomi Indonesia seperti nilai tukar rupiah dan pertumbuhan ekonomi.

Tetaplah berinvestasi!

Market Data

JCI Indonesia IDR 10yr (%) Indonesia USD 10yr (10%) US Treasury 10yr (%) USD/IDR
6.160 8,03 4,58 2.89  14.581

Economic Data

Indonesia CPI (%YoY) Indonesia CPI (%MoM) 7 Day Reverse Repo (%)
3,16  0,28 6

*Data per akhir minggu.

Perhatian:

• Publikasi ini bukan merupakan suatu bentuk tawaran untuk menjual atau membeli efek atau derivatifnya yang termuat dalam publikasi ini. Isi dari publikasi ini bukan merupakan nasehat investasi kepada pihak manapun. Rekomendasi yang termuat dalam publikasi ini belum tentu sesuai untuk setiap calon investor. Meskipun seluruh  informasi yang termuat dalam publikasi ini diperoleh dari sumber yang kami percaya, namun kami tidak menjamin keakuratan dan kelengkapannya. Pendapat dan rekomendasi yang termuat dalam publikasi ini berlaku terbatas pada tanggal pembuatan dan setiap saat dapat berubah dan diubah oleh PT Danareksa Investment Management (“DIM”) tanpa pemberitahuan sebelumya. DIM tidak berkewajiban memperbaharui atau menambahi informasi yang termuat dalam publikasi ini. Publikasi ini ditujukan sebagai informasi dan tidak bertujuan untuk membentuk suatu dasar keputusan investasi. Investor harus menetapkan sendiri setiap keputusan sesuai dengan kebutuhan dan strategi investasi dengan mempertimbangkan masalah hukum, pajak dan akuntasi. DIM maupun setiap karyawan dan afiliasinya tidak bertanggung jawab terhadap setiap keputusan investasi yang diambil oleh investor.

• Hak milik atas bentuk dan isi presentasi ini sepenuhnya dilindungi oleh peraturan perundangan yang berlaku di Indonesia khususnya tentang hak cipta bagi kemanfaatan DIM. Tidak diperkenankan seorangpun melakukan fotokopi, menyalin, mereproduksi baik secara manual maupun elektronik atau dengan cara apapun sebagian atau seluruhnya yang dapat berakibat dokumen ini digandakan dan digunakan baik untuk tujuan ekonomis atau tujuan lainnya tanpa ada persetujuan terlebih dahulu dari DIM. Investasi melalui Reksa Dana mengandung risiko. Calon Pemodal wajib membaca dan memahami Prospektus sebelum memutuskan untuk berinvestasi melalui Reksa Dana.  Kinerja masa lalu tidak mencerminkan kinerja masa datang. Reksa Dana adalah produk pasar  modal dan BUKAN merupakan produk perbankan; BUKAN  merupakan bagian dari simpanan pihak ketiga yang terikat pada jangka waktu tertentu serta TIDAK termasuk objek dalam program penjaminan pemerintah.

17 Desember 2018
Simulasi
Investasi
DISCLAIMER COPYRIGHT 2012 Danareksa All Rights RESERVED|
PT Danareksa Investment Management terdaftar dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Republik Indonesia | DISCLAIMER